Sabda Nabi Agar Meninggalkan Debat Meskipun Benar

6
66441

BincangSyariah.Com – Debat menurut KBBI adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

Tidak jarang ketika berdebat seseorang tidak bisa mengontrol emosi saat mempertahankan argumennya. Bahkan dampak yang paling buruk pun dapat menimbulkan kegaduhan, percekcokan, dan pertengkaran. Padahal Rasulullah saw. telah menjamin rumah di tepi surga bagi seseorang yang mau meninggalkan perdebatan meskipun ia benar, sebagaimana terdapat dalam hadis berikut

عَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَا زَعِيْمٌ بِبَيْتٍ فِيْ رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِيْ وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِيْ أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ. رواه ابوداود.

Dari Abu Umamah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Aku akan menjamin rumah di tepi surga bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan meskipun benar. Aku juga menjamin rumah di tengah surga bagi seseorang yang meninggalkan kedustaan meskipun bersifat gurau. Dan aku juga menjamin rumah di surga yang paling tinggi bagi seseorang yang berakhlak baik.” (H.R. Abu Daud).

Di dalam hadis tersebut, Rasulullah saw. menjamin tiga rumah, yakni di tepi surga, di tengah surga, dan di surga yang paling tinggi.

Rumah pertama yang paling rendah tingkatannya adalah untuk orang yang mau meninggalkan perdebatan meskipun benar. Syekh Abdul Muhsin di dalam kitab Syarah Sunan Abi Daud mengatakan bahwa maksud perdebatan disini adalah perdebatan yang dapat menimbulkan pertengkaran, percekcokan dan perbuatan biadab. Sehingga sudah menjadi keharusan seseorang itu meninggalkannya meskipun ia dalam posisi yang benar agar hati tetap tenang tidak terpancing emosi.

Rumah kedua yang derajatnya di pertengahan adalah untuk orang yang meninggalkan kedustaan meskipun bersifat bergurau. Syekh Abdul Muhsin mengatakan bahwa sudah seharusnya manusia itu kembali untuk bersikap jujur dan menjauhi kedustaan, meskipun dengan cara bergurau. Maka jika ia dapat meninggalkan dusta ia akan dijamin mendapat rumah di tengah surga.

Baca Juga :  Nalar Fikih Trading Indeks Sektoral

Rumah ketiga yang paling tinggi di surga adalah untuk orang yang berakhlak mulia. Dengan demikian, jika seseorang berakhlak mulia, baik kepada siapapun, tidak suka membuat gaduh, dan sensasi yang sampai menimbulkan perdebatan sengit. Atau jika ia berdebat dengan cara yang baik, wa jadilhum billati hiya ahsan,  maka ia telah dijamin Rasulullah saw. mendapatkan rumah tertinggi di surga.

Demikianlah penjelasan tentang hadis meninggalkan perdebatan meskipun benar. Bahwa Nabi saw. telah menjamin rumah di tepi surga bagi umatnya yang mau meninggalkan perdebatan. Bahkan beliau menjamin rumah yang lebih tinggi dari itu jika mau berakhlak yang baik. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

6 KOMENTAR

  1. Bismillah..
    Assalamu’alaikum…setelah membaca materi ttg debat ini, afwan saya mau tnya…
    Apakah boleh kita mengikuti lomba debat dalam ruang lingkup pendidikan? Seperti Lomba Debat Bahasa Indonesia

  2. Assalamualaikum..saya mau tanya bagaimana dengan debat yg suka di tayangkan tv sepertinya saya juga melihatnya hanya sebatas debat kusir saja..semua pihak seperti di adu…bahkan sudah cendrung ke arah perkelahian..dan mereka juga hanya sebatas pengamat saja..bukan sebagai pemangku kebijakan…bagaimana cara kita menyikapi ini..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here