Sabda Nabi: Ada Balasan Allah Ketika Memberi Kehidupan Makhluk-Nya

0
17

BincangSyariah.Com – Dalam tulisan tentang riwayat mengenai pelacur yang diampuni dosanya karena memberi minum kepada seekor anjing yang kehausan, ada riwayat yang lain juga yang menyampaikan narasi yang sama namun disertai dengan sabda Rasulullah Saw. tentang keutamaan menyayangi hewan dan semua makhluk-Nya. Dalam hadis tersebut, Rasulullah menegaskan bahwa ada pahala ketika membuat setiap makhluk tidak lagi kelaparan. Hadis tersebut diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Abu Hurairah Ra., bahwasanya Nabi Saw. bersabda,

وعنه رضي الله عنه أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال : بينا رجل يمشي ، فاشتد عليه العطش ، فنزل بئراً فشرب منها ، ثم خرج ، فإذا هو بكلب يلهث يأكل الثرى من العطش ، فقال : لقد بلغ هذا مثل الذي بلغ بي ، فملأ خفّه ثم أمسكه بفيه ، ثم رقي فسقى الكلب ، فشكر الله له فغفر له. قالوا : يا رسول الله ، وإن لنا في البهائم أجرا ؟ ، قال : ( في كل كبدٍ رطبةٍ أجر  – رواه البخاري .

Ketika ada seorang laki-laki berjalan, ia sangat kehausan. Ia pun turun ke dalam sumur dan meminum air di dalamnya. Kemudian ia keluar. Lalu dia melihat ada anjing yang menjulurkan lidahnya karena kehausan sampai menjilat-jilat tanah. Laki-laki itu bergumam: “apa yang dialami anjing ini sama dengan yang tadi saya alami.” Ia kemudian memasukkan air ke dalam khuff (sepatunya) kemudian memegang khuff itu dengan mulutnya (karena tangannya digunakan untuk memanjat dari sumur). Kemudian ia naik dari sumur, dan meminumkan airnya ke anjing tersebut. Lalu Allah menerima amal orang tersebut dan mengampuni-Nya. Para sahabat Nabi Saw. bertanya: “wahai Rasulullah, ada pahala untuk kami (saat berbuat baik) kepada hewan? Rasulullah Saw. bersabda: “ada pahala di setiap lambung yang basah”

Menurut para ulama, redaksi fi kulli kabdin ruthbatin ajrin adalah ungkapan yang menggambarkan jawaban yang lebih luas dari yang ditanyakan. Maksudnya, ungkapan yang arti harfiahnya adalah “ada pahala di setiap lambung yang basah” mencakup seluruh makhluk di dunia ini, baik manusia, hewan atau tetumbuhan. Kondisi “basah” (ruthbah) adalah kondisi kehidupan. Karena manusia yang wafat, maka seluruh jasad kian hari akan mengering jika sudah dikuburkan. Ungkapan ini juga menggambarkan bahwa ganjaran kebaikan dari Tuhan itu bisa didapatkan dari berbuat baik kepada semua makhluk, baik manusia ataupun hewan maupun tumbuhan, apakah ia beriman atau tidak, ada ganjran kebaikan di dalamnya.

Baca Juga :  Sumber Daya Harus Bermanfaat untuk Semua Manusia, Ini Dalil-Dalilnya

Ibn Hajar al-‘Asqalani dalam Fath al-Baari melalui hadis ini menyimpulkan sejumlah pandangan hukum. Pertama, kebolehan untuk berpergian sendirian meski tidak memiliki perbekalan, dengan catatan ia yakin tidak akan mati dalam perjalanan tersebut. Kedua, anjuran untuk berbuat baik kepada semua orang, karena jika ampunan Allah didapat dengan memberikan minum kepada seorang anjing, maka memberi minum (dalam arti membantu orang muslim secara umum) kepada seorang muslim tentu lebih besar ganjarannya. Ketiga, kebolehan bersedekah tathowwu’ (yang tidak wajib) kepada kaum musyrikin. Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here