Saat Sudah Berlebih Tapi Tetap Kikir, Ini Bahayanya

0
399

BincangSyariah.Com – Tiada penyakit hati yang lebih berbahaya dari sifat kikir. Terlebih saat mendapatkan banyak nikmat dan kaebaikan. Ibnu Jauzi mendefisinikan kikir sebagai sifat enggan untuk menunaikan kewajiban, baik bersifat harta benda atau jasa. Mungkin kita sering melihat betapa susahnya seseorang yang memiliki kecukupan harta untuk berbagi kepada sudara yang membutuhkan. Atau sebaliknya, betapa mudahnya seseorang yang bermodal pas-pasan namun istiqamah menyisihkan sebagian harta dan kebaikannya untuk pihak tertentu.

Pada hakikatnya sifat kikir itu merupakan dampak atau pengaruh dari sifat cepat gelisah manusia. Kegelisahan tersebut tercermin ketika ditimpa keburukan, ia berkeluh kesah. Dan apabila mendapatkan kebaikan, ia kikir. Kikir yang banyak beredar di kalangan orang yang banyak mendapatkan kebaikan ini tidak menghiraukan manusia di sekulilingnya atau bahkan menahan-nahan yang baik yang dimilikinya dari orang lain.  Seakan-akan setiap kebaikan itu adalah usaha dan jernih payahnya seorang. Potret seperti itulah yang Allah gambarkan dalam QS Al Ma’arij ayat 20-21:

إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir

Dampak sikap kikir amat berbahaya. Suatu tatanan masyarakat dapat goyah keseimbangannya apabila orang-orang kayanya kikir. Kriminalitas semakin marak terjadi. Akibatnya, satu sama lain saling mencurigai.

Bila sudah demikian, konflik dan perpecahan antar masyarakat sulit dihindari. Oleh karena itu, Allah mengecam perbuatan ini sebagaimana Firman-Nya dalam QS Ali Imran ayat 180: 

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Baca Juga :  Ini Tujuan Adanya Mahar dalam Pernikahan

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ayat di atas kembali mengingatkan bahwa dalam nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada kita terdapat hak orang lain pula. Maka tunaikanlah hak ornag lain dengan sebenar-benarnya, agar kelak selamat di hari akhir. Karena itu siapa saja yang yang kikir saat mendapat kebaikan, maka kelak akan dikalungkan apa-apa yang ia tahan dari manusia pada lehernya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here