Saat Belajar Al-Qur’an, Mungkinkah Hafalan dan Pemahaman Berjalan Beriringan?

2
981

BincangSyariah.Com – Mungkinkan hafalan dan pemahaman berjalan beriringan? Sebelum memulai penjelasan itu, saya mengutip pernyataan Syaikh Ibrahim Khuli pernah mengatakan:

لا يفسر القرآن إلا من أوتي له البصيرة. والقرآن لا يكون إلا في قلبه ولسانه ووجدانه حتى يصبح القرآن أية واحدة

“Tidak akan menafsiri Alquran kecuali orang yang telah diberi bashirah oleh Allah. Alquran telah berada dalam lisan dan sanubarinya seakan-akan keseluruhan Alquran (dalam mata batin sang mufassir tersebut) hanya seperti satu ayat.”

Lalu, Imam Fakhruddin al-Razi mengatakan,

الفَهْمُ غَيرُ الحِفظِ، والحُكَماءُ يَقولونَ: إنَّهما لا يَجتَمِعان، على سَبيلِ الكَمالِ؛ لِأنَّ الفَهْمَ يَستَدعي مَزيدَ رُطوبةٍ في الدِّماغِ، والحِفظَ يَستَدعي مَزيدَ يُبوسةٍ، والجَمعُ بَينَهما مُـحالٌ

“Pemahaman itu bukan hafalan. Para filsuf mengatakan keduanya tidak akan menyatu secara sempurna. Sebab pemahaman memerlukan unsur lembab dalam otak dan hafalan memerlukan unsur yang kering dalam otak. Menggabungkan keduanya (secara sempurna) adalah mustahil.”

Saya pernah bertanya ke syaikh Husyam, apakah ketika seseorang menghafal kitab-kitab dalam sebuah fan (cabang keilmuan), katakanlah ilmu nahwu (gramatika Arab), apakah hal itu membuatnya mendapatkan malakah (nalar) dalam ilmu?

“Tidak mesti. Ada orang yang hafalannya, masyaallah. Tapi dia tidak memiliki malakah. Malakah didapat dari pemahaman dan kekuatan seseorang dalam berfikir terhadap sebuah masalah. Hafalan tidak menjadikan seseorang menjadi imam sebuah bidang tertentu. Imam Mahalli hafalannya tidak kuat, (bahkan beliau pernah sakit setelah seminggu mencoba menghafal). Tapi akal imam Mahalli luar biasa dalam menjelaskan sebuah permasalahan.” Cukuplah kitab-kitab beliau menjadi bukti akan kekuatan akal beliau.

من حفظ حجة على من لم يحفظ ومن فهم حجة على من حفظ

“Orang yang hafal hujjah bagi orang yang tidak hafal. Qultu: Orang paham hujjah bagi orang yang sekedar hafal”

Karena itu, al-Habib Muhammad Quraish Shihab mengatakan bahwa orang yang cuma hafal satu ayat dengan pemahaman tidak jauh lebih baik daripada orang yang menghafal sepuluh ayat tanpa pemahaman. Karena yang mampu memberi petunjuk itu pemahamannya, bukan hafalannya.

Baca Juga :  Hukum Makan di Dekat Kuburan

Hafalan dan pemahaman bergandengan tangan, Mungkinkah? Mungkin saja. Tapi tidak secara sempurna, sebagaimana ungkapan para filsuf.

Orang bisa menghafal Alquran dalam waktu yang singkat: 10 bulan, setahun, dua tahun dan seterusnya. Tapi dalam memahami Alquran tidak cukup hanya dengan waktu segitu! Tidak heran kita melihat beberapa ahli tafsir, sebutlah Habib MQS, baru mulai menafsiri Alquran setelah menyelesaikan berpuluh-puluh tahun mempelajari ilmu alat dan ilmu maqasid dan di umur 50 keatas beliau mulai menafsirkan. Mendapatkan pemahaman tidak semudah yang kita duga. Ibnu Abbas, leluhur para ahli tafsir, ketika menemukan kesulitan dalam memahami Alquran, merujuk ke as-syi’r al-jaahili (syair pra-Islam), untuk mendapatkan pemahaman terhadap Alquran.

Saya ingat sekali perkataan syaikh Husam bahwa orang tidak akan mungkin memahami secara detail firman Allah, “laysa kamitslihi syai’un” tidak akan mengetahui syai’un kecuali mengetahui apa itu hakikat syai’un. Dan kata itu baru bisa dipahami dengan dalam di ilmu maqulat!

Sekarang, orang-orang lebih ramai mengkampanyekan hafal , namun jarang kita temukan orang mengkampanyekan paham Al-Qur’an. Karena yang kedua membutuhkan waktu yang lama dibanding yang pertama.

Syaikh Qadhi Abdul Jabbar, mbah-nya mazhab Muktazilah pernah mengatakan,

وعظم شأن القرآن لا لأنه يتلى ويحفظ ورب صبي لم يبلغ حد كمال العقل يسابق الكبار من العقلاء في حفظه. وإنما عظم ذلك من حيث إذا تدبره المرء وتمسك بآدابه وأحكامه عظم نفعه دينا ودنيا

“Diagungkannya Alquran bukan karena dia dibaca dan dihafal saja. Sebab banyak sekali anak-anak kecil yang belum baligh menandingi para ulama-ulama Aqliyat dalam hafalannya. Keagungan Alquran manakala seseorang merenunginya dan memegang kuat adab-adab dan hukum-hukumnya, kemanfaatannya besar bagi dunia dan agama.”

Terakhir kali, saya ingin meminjam perkataannya sastrawan kenamaan, Mushtafa Shadiq Rafii:

Baca Juga :  Liberalisme Politik dan Ideologi Jabariyyah Bani Umayyah

“Jika tidak ada lautan, jangan pernah menunggu datangnya mutiara. Jika tidak ada bintang, jangan pernah menunggu datangnya cahaya. Jika tidak ada pohon mawar, jangan sekali-kali menunggu semerbak baunya.”

Maka, jika tidak ada pemahaman terhadap syiir, ilmu lughah, ilmu alat dan ilmu maqashid, jangan sekali-sekali menunggu indahnya sebuah pemahaman terhadap Alquran!

2 KOMENTAR

  1. Lalu salahkah orang yg mulai menghafal?sementara membaca Alquran saja satu huruf dibalas dengan 10 kebaikan, bagaimana dengan pahala penghafal?lantas jadi seorang imam itu bukankah dia harus hafal?

  2. tidak salah orang yg konsentrasi utk menghafal
    akan tetapi …
    allah bERTANYA mengapa kalian tidak mentadaburi alquran
    karena al quran adalah panduan hidup rosul sollalohualaihi wasallam
    Dan saya KATAKAN quraes Sihab saja ketika membahas HUKUM JILBAB
    jawabannya melenceng jauh dari pemahaman ahli sunah wajamaah

    demikian PULA quraesh Sihab ketika ada yg menanya kedudukan rosul Mohammad sollaohualaihiwasallan apakah past I di JAMIN masuk sorga..
    j awabannya quraesh Sihab mreenceng dari pemahaman ahli sunah wajamaah ..
    …..
    Dan para pendengar dari karangan ahli sunah
    mereka MEMAHAMI bahwa PENDAPAT quraesh Sihab salah s eratus per Sen padahal ada Bahkan banya dari kalangan ahli sunah yg faham AQIDAH .. mereka banyak yg engga hafal al quran dan engga hafal HADIST tetapi ahli sunah faham tentang dalil dalil baik dalil Dali alquran maopun hadis Dan PENDAPAT para ulama walopun mereka para ahli sunah engga hafal dalil dalillnya dn engga hafal ALQURAN
    tapi SEBALIKNYA juga banyak juga orang orang yg hafal alquran tetapi tak faham aqidah Dan faham dalil yg menganterkan kita utk Wahid ber Jilbab dn dalil bahwa rosul Mohammad sollaohuslaihiwasallam di jamin masuk sorga tanpa his an dn sorganya TERTINGGI di banding umat umat yg lain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here