Saat Anggota Tubuh Terkena Najis, Bolehkah Sentuh Al-Quran

0
651

BincangSyariah.Com – Ketika menyentuh atau memegang al-Quran, kita wajib suci dari hadas kecil dan hadas besar. Semua ulama Syafiiyah sepakat bahwa menyentuh atau memegang al-Quran dalam keadaan hadas kecil dan hadas besar hukumnya adalah haram. Namun bagaimana jika salah satu anggota tubuh tidak suci dari najis atau terkena najis, apakah haram juga menyentuh al-Quran?

Ketika salah satu anggota tubuh kita terkena najis, maka kita tidak diperbolehkan menyentuh al-Quran dengan anggota tubuh yang terkena najis tersebut. Bahkan semua ulama sepakat bahwa menyentuh al-Quran dengan anggota tubuh yang terkena najis adalah haram. Misalnya, tangan kanan terkena najis, maka kita haram menyentuh al-Quran dengan tangan kanan tersebut.

Adapun menyentuh dengan anggota lain yang tidak terkena najis, maka menurut kebanyakan ulama hukumnya tidak haram. Misalnya, tangan kanan terkena najis dan kita menyentuh al-Quran dengan tangan kiri, maka hukumnya boleh, tidak haram. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Tibyan berikut;

اذا كان على موضع من بدن المتطهر نجاسة غير معفو عنها حرم عليه مس المصحف بموضع النجاسة بلا خلاف ولا يحرم بغيره على المذهب الصحيح المشهور الذي قاله جماهير اصحابنا وغيرهم من العلماء

“salah satu anggota tubuh orang yang suci (dari hadas kecil dan besar) terdapat najis yang tidak dima’fu (dimaafkan), maka haram baginya menyentuh mushaf dengan anggota tubuh yang terkena najis tersebut tanpa ada perbedaan di kalangan ulama. Dan tidak haram menyentuh dengan anggota tubuh lain yang tidak terkena najis menurut pendapat yang shahih dan masyhur yang pernah dikatakan oleh kebanyakan ulama dari sahabat kami (ulama Syafiiyah) dan ulama lain selain ulama Syafiiyah.”

Baca Juga :  Bagaimana Islam Mengatur Pembagian Harta Gono-Gini?

Oleh karena itu, jika sebagian tubuh kita sedang terkena najis, maka sebaiknya kita tidak menyentuh al-Quran meskipun dengan anggota tubuh yang tidak terkena najis. Sebagian ulama Syafiiyah mengatakan bahwa jika anggota tubuh terkena najis dan kemudian menyentuh al-Quran dengan anggota tubuh yang tidak terkena najis, maka hukumnya makruh. Sebagian ulama lain berpendapat tidak makruh dan ini merupakan pendapat yang dipilih oleh kebanyakan ulama Syafiiyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here