Riwayat-Riwayat Tempat Tinggal Jin

0
138

BincangSyariah.Com – Di antara ulama ada yang memiliki karya yang berupaya mengumpulkan sekian dalil, baik dari Al-Quran, hadis, riwayat-riwayat dari sahabat atau tabi’in, dan penjelasan para ulama mengenai persoalan jin. Yang menulis tema tersebut diantaranya adalah Syaikh Badr ad-Din As-Syibli dengan kitabnya Aakaam al-Marjaan fi Ahkam al-Jaan dan Jalal ad-Din As-Suyuthi dalam Luqath al-Marjan fi Ahkam al-Jan.

Badr ad-Din As-Syibli dalam kitabnya misalnya juga mengkompilasikan sekian riwayat-riwayat tempat tinggal jin. Misalnya, riwayat tentang para jin yang tinggal di gunung dan laut. Riwayatnya bersumber dari Abu Syaikh al-Ashbihani, dari Bilal bin al-Harits,

نزلنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلّم في بعض أسفاره فخرج لحاجته وكان إذا خرج لحاجته يبعد فأتيته بأداوة من ماء فانطلق فسمعت عنده خصومة رجال ولغظا ما سمعت أحد من ألستنهم. قال: اختصم الجن المسلمون والجن المشركون فسألوني أن أسكنهم فأسكنت المسلمين الجلس وأسكنت الجن المشركين الغور. قال الراوي عبد الله بن كثير: قلت لكثير: ما الجلس وما الغور؟ قال: الجلس القرى والجبال، والغور ما بين الجبال والبحار، وهي يقال لها: الجنوب: قال كثير: وما رأيت أحدا أصيب بالجلس إلاسلم ولا أصيب بالغور إلا لم يكد يسلم.

Kami berhenti dalam satu perjalanan bersama Rasulullah Saw. Lalu ia menjauh sedikit untuk buang hajat. Beliau kalau ada keperluan seperti itu, ia menjauh. Saya pun mendatangi beliau dengan cendawan air. Lalu beliau pergi. Aku kemudian mendengar di dekat Rasulullah ada percekcokan suara laki-laki dan keributannya tidak pernah aku dengar sebelumnya. Rasulullah Saw. lalu menceritakan: “Jin muslim dan jin musyrik saling berselisih. Lalu mereka meminta aku untuk mendamaikan mereka. Lalu aku mendamaikan antara jin muslim al-Jalas dan jin musyrik al-Ghawr. Abdullah bin Katsir (salah seorang perawi riwayat ini) berkata kepada ayahnya, Katsir: “apa itu al-Jalas dan al-Ghawr?”Ayahnya berkata: “al-Jalas adalah kampung dan pegunungan. Al-Ghawr adalah daerah antara gunung dan laut. Mereka disebut juga al-Janub. Katsir melanjutkan kisahnya: “saya tidak melihat seorangpun dipengaruhi al-Jalas melainkan ia selamat, dan seorangpun yang dipengaruhi al-Ghaur hampir-hampir tidak selamat.”

Ada juga riwayat yang menjelaskan kalau jin berada di atap-atap rumah siapapun, termasuk di rumah muslim sendiri. Riwayat ini disebutkan oleh Abu Bakar bin ‘Ubaid dalam kitab Makayid as-Syaithon, dari Yazid bin Jabir ra.

Baca Juga :  Ingin Menjadi Kebanggaan Nabi Saw, Lakukan Dua Hal Ini.

ما من أهل بيت من المسلمين إلا وفي سقف بيتهم من الجن من المسلمين إذا وضع غذاؤهم نزلوا فتغدوا معهم وإذا وضع عشاؤهم نزلوا فتعشوا معهم يدفع الله عنهم.

Tidak seorang pun keluarga muslim, kecuali di atap rumahnya ada jin yang menempati dari kalangan muslim dan ia ikut makan bersama keluarga tersebut. Dan jika waktu makan malam, mereka juga ikut makan (namun) Allah menolak kehadiran mereka membersamai orang muslim tersebut.

Jin dan seta juga tinggal di tempat-tempat kotor, termasuk di kamar mandi. Ini disebut diantaranya diriawayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibn Majah ra.

إن هذا الحشوش محضرة، فإذا أراد أحدكم  أن يدخل فليقل، اللهم إنّي أعوذ بك من الخبث والخبائث.

Kamar kecil ini ada jin yang hadir disitu. Maka jika seorang dari kalian ingin memasukinya, bacalah doa: A’uudzu billahi min al-khubutsi wa al-khabaa’its (Aku bermohon perlindungan kepada Allah dari jin laki-laki dan jin perempuan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here