Renungan untuk Lelaki Sebelum Menikah

0
1432

BincangSyariah.Com – Sebuah keluarga dalam menjalani kehidupan tak ubahnya bak sebuah kapal yang mengarungi samudera. Dalam hal ini, seorang kepala keluarga (ayah/suami) ibarat seorang nahkoda. Nahkoda berpengaruh besar pada keselamatan penumpang. Nahkoda yang handal akan mengantarkan penumpangnya sampai tujuan dengan selamat dan tanpa hambatan apapun, derasnya ombak akan mudah ia lewati dengan keterampilannya mengendalikan kapal. Begitu pula seorang kepala keluarga, keharmonisan, kesejahteraan, dan keselamatan keluarga baik di dunia maupun di akhirat berada di tangannya. Nabi Saw bersabda:

كلكم راعٍ وكلكم مسؤولٌ عن رعيته فالإمام راعٍ ومسؤولٌ عن رعيته والرجل في أهله راعٍ وهو مسؤولٌ عن رعيته والمرأة في بيت زوجها راعية ٌ وهي مسؤولة ٌ عن رعيتها

Kalian semua adalah penanggung jawab, dan kalian akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang kalian urus. Seorang pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas rakyatnya, laki-laki adalah kepala keluarga, ia akan diminta pertanggungjawaban atas keluarganya, seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, ia akan diminta pertanggungjawaban atas bagaimana dia mengaturnya.”

Syaikh Abdurrauf Al-Munawi dalam menjelaskan hadis di atas mengatakan:

يعني كلكم مستلزم بحفظ ما يطالب به من العدل إن كان واليا ومن عدم الخيانة إن كان موليا عليه

Maksud Nabi Saw adalah setiap dari kalian dituntut untuk melaksanakan kewajibannya. Jika dia sebagai pemimpin maka harus berlaku adil, jika dia sebagai pengikut maka dia wajib taat dan tidak boleh berkhianat

Mengacu pada penjelasan Al-Munawi di atas bahwa dibutuhkan sinergitas dari seluruh pihak, dalam konteks keluarga, seorang suami harus memenuhi kewajibannya pada istri dan anaknya berupa nafkah dan bimbingan menuju kebaikan dunia akhirat, begitu pula istri dan anak, dalam kapasitasnya sebagai anggota harus patuh pada kepala keluarga. Allah Swt berfirman:

Baca Juga :  Ini Dalil Larangan Menunda Gaji Pegawai

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Wahai orang-orang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari neraka” (Al-Tahrim :6)

Mahaguru para ahli tafsir, Syaikh Ibn Jarir Al-Thabari dalam tafsirnya atas ayat tersebut meriwayatkan dari Sayyidina Ali Ra bahwa yang dimaksud menjaga keluarga dari neraka adalah mengajarkan ilmu agama dan akhlak.

Tentu tidak mudah menjadi kepala keluarga. Maka seorang pria dituntut untuk mempunyai cukup ilmu, kedewasaan mental, dan cakap dalam banyak hal. Agar dapat dengan baik mengatur dan menjaga keberlangsungan kehidupan keluarganya.

Ilmu dan kecakapan ini akan lebih mudah dicapai pada masa sebelum menikah, karena pada saat setelah menikah, hari-harinya akan dihabiskan oleh pekerjaan mengurus rumah tangga sehingga hanya sedikit waktu untuk belajar, atau bahkan sudah tidak ada.

Ringkasnya, masa sebelum menikah adalah masa untuk mencari bekal, dan masa setelah menikah adalah saatnya mengamalkan bekal yang telah didapat. Maka tak heran ada sebuah quote yang masyhur mengatakan:

ذبح العلم بين أفخاذ النساء

“Ilmu disembelih di antara paha-paha wanita”

Begitu pentingnya peran seorang pemimpin, hingga ada sebuah ungkapan “Sekelompok kambing yang dikomandani seekor harimau akan mengalahkan sekumpulan harimau yag dipimpin seekor kambing.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here