Refleksi Bencana Tsunami dan Surat Luqman Ayat 34

1
1504

BincangSyariah.Com – Sabtu malam minggu lalu (22/12/2018), Indonesia dikagetkan dengan berita Tsunami yang menerjang sebagian daerah di Banten dan Lampung. Khususnya yang dekat dengan pantai dan laut selat sunda.

Peristiwa tersebut terjadi hanya beberapa detik, namun dapat meluluh lantakkan semua yang ada di daratan. Banyak korban yang hilang, luka-luka, dan meninggal dunia. Padahal sebelumnya tidak ada tanpa apa-apa. Semuanya adalah murni kuasa Allah swt. semata.

Salah satu yang menggemparkan lagi adalah personel serta crew band Seventeen dan beberapa artis komedian turut menjadi korban dari bencana itu. Mereka yang hanya berniat mengisi acara di pinggir pantai Tanjung Lesung, tiba-tiba saja Tsunami menerjang mereka yang masih berada di atas panggung. Semua itu tergambar jelas dalam sebuah vidio singkat yang viral di media sosial.

Peristiwa nahas tersebut mengingatkan bahwa betapa kita tidak pernah tahu kapan dan di mana kita akan meninggal. Semua itu adalah hal ghaib yang hanya Allah saja yang dapat mengetahuinya. Hal ini sebagaimana firman Allah swt di dalam Q.S. Luqman ayat 34 sebagai berikut.

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ ما فِي الْأَرْحامِ وَما تَدْرِي نَفْسٌ ما ذا تَكْسِبُ غَداً وَما تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (34)

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Oleh karena itu, dimanapun dan kapan pun kita berada tugas kita hanyalah mengingat Allah, tunduk dan patuh dengan perintah-perintahNya. Serta menjauhi segala hal-hal yang dilarangNya. Bisa saja kematian itu datang tiba-tiba menghampiri kita ketika kita berada di perjalanan, berkumpul dengan kawan, atau saat sendirian. Maka, jangan sampai kematian itu datang menjemput di saat kita bergelimangan dosa.

Baca Juga :  Ini 5 Aktivitas yang Perlu Dihindari Saat Buang Hajat, Nomor Satu Akibatnya Menyeramkan

Dengan demikian, maka bencana tsunami yang tempo hari terjadi, menjadi refleksi diri bahwa kematian akan segera menghampiri. Maka, tugas kita hanya bisa mempersiapkan diri dengan memperbanyak ibadah kepada sang ilahi.

Dan semoga semua yang menjadi korban meninggal dunia bencana tsunami lalu diterima di sisi Allah swt, segera diberikan kesembuhan bagi yang menjadi korban luka-luka, keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran, serta semoga keadaan segera pulih seperti sedia kala. Aaamiin. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here