Refleksi Asyura, HTI, PKI dan Perjuangan Kita Hari Ini

1
268

BincangSyariah.Com – 10 Muharram atau yang lebih dikenal dengan istilah hari Asyura merupakan hari yang dimuliakan oleh Allah, di mana  pemeluk agama Yahudi menghormatinya yang kemudian diikuti oleh umat Islam.

Imam al-Gazâlî ra. dalam Mukâsyafah al-Qulûb menyebutkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibn ‘Abbâs ra. bahwa ketika Nabi Muhammad saw. hijrah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura. Mereka melakukan hal itu dalam rangka menghormati dan mengagungkan hari Asyura, karena pada hari itu Nabi Musa as. dan Bani Israil mengalahkan kekejaman Fir’aun dan para pengikutnya.

Oleh karena itu, Nabi saw. memerintahkan umat Islam puasa Asyura sebagai salah satu ajaran yang disunahkan dalam Islam, di mana orang yang mengerjakannya akan dihapus dosa-dosa kecilnya yang tahun kemarin oleh Allah.

Bahkan menurut Imam al-Gazâlî ra., peristiwa-peristiwa besar yang sangat berpengaruh terhadap keberadaan dan keberlangsungan hidup manusia terjadi pada hari Asyura. Mulai dari Nabi Adam as. diciptakan dan dimasukkan ke dalam surga; arasy, kursi, langit, matahari, bulan, dan bintang-kemintang diciptakan; Nabi Ibrahim as. dilahirkan dan diselamatkan dari kobaran api; Nabi Musa as. dan para pengikutnya diselamatkan dari kezaliman Fir’aun; Fir’aun dan para pengikutnya ditenggelamkan ke dalam laut; Nabi Isa as. dilahirkan dan diangkat ke langit; Nabi Idris diangkat ke tempat yang tinggi (surga); berlabuhnya perahu Nabi Nuh as. di atas gunung Judi; Nabi Sulaiman as. dianugerahi kerajaan yang agung;  Nabi Yunus as. dikeluarkan dari perut ikan paus; Nabi Ya’kub as. disembuhkan dari kebutaan; Nabi Yusuf as. dikeluarkan dari dalam sumur; Nabi Ayyub as. dikeluarkan dari penderitaan dan kesusahan; sampai turunnya hujan pertama kali dari langit ke muka bumi.

Baca Juga :  Kejayaan Islam Bukan karena Khilafah, Ini Penjelasannya

Semua peristiwa besar ini terjadi di hari Asyura. Sehingga tidak heran kalau umat-umat terdahulu sebelum Islam sudah mengenal hari dan puasa Asyura, yang kemudian diteruskan oleh Islam. Disebutkan bahwa puasa Asyura pada awalnya merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan, tetapi ketika Ramadan disyariatkan sebagai sebuah kewajiban, maka kewajiban puasa Asyura terhapus.

Peristiwa besar lain yang terjadi pada hari Asyura adalah wafatnya cucu kesayangan Nabi Muhammad saw., Sayyidina Husain as. Beliau wafat di Karbala ketika bertempur melawan kezaliman Dinasti Ummayyah yang dipimpin oleh Yazid bin Mu’awiyah.

Pada hari itu, menurut Imam Al-Gazâlî, beliau menyempurnakan kemuliaan dan ketinggian derajatnya di sisi Allah dan mengikatkan dirinya kepada derajat ahl al-bait yang disucikan. Kalangan Sunni dan Syi’ah, menurut Asghar Ali Engineer (2004), sama-sama menghormati hari wafatnya beliau sebagai yaum syahâdah (hari kesyahidan).

Tidak lain karena beliau, menurut Asghar (2007), merupakan pemimpin revolusi Islam yang memperjuangkan prinsip-prinsip Islam yang telah diselewengkan oleh Yazid dan hendak membawa umat Islam kembali kepada pada masa jahiliyah yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang telah diperjuangkan oleh Nabi saw.

Oleh karena itu, Sayyidina Husain as. memilih mengorbankan jiwanya dari pada harus tunduk dan mengakui pemerintahan Yazid yang didapatkan secara tidak sah dan menyimpang dari ajaran-ajaran Islam.

Berbeda dengan situasi yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia yang mayoritas umat Islam, di mana salah satu tantangan kita hari ini adalah mempertahankan keutuhan NKRI yang telah diperjuangkan oleh para leluhur dengan mengucurkan darah dan mengorbankan nyawa. Mengingat masih terdapat beberapa kalangan yang ingin mengubah NKRI kepada sistem Khilafah yang berdasarkan kepada Islam, sebagaimana diteriakkan oleh HTI.

Baca Juga :  Kisah Seorang Nasrani Dimuliakan Allah Sebab Memuliakan Hari Asyura

Meskipun secara kelembagaan HTI sudah dibubarkan oleh Pemerintah, tetapi para anggotanya terus bergerak memperjuangkan ide-ide khilafah di bumi Nusantara. Salah satu pergerakan mereka secara nyata dapat dilihat dari aksi demo 299, di mana mereka menggunakan bendera khas HTI dan meneriakkan khilafah (republika.co.id, 29/9/2017).

Sehingga tidak heran kalau Mohamad Guntur Romli menyebut demo 299 sebagai G29S/HTI yang menandakan kebangkitan khilafah atau DI/TII (@GunRomli, 29/9/2017). Menurutnya, mereka menampakkan dua wajah ketika demo 299, di mana satu sisi menolak kebangkitan PKI, tetapi di sisi yang lain menghendaki tegaknya ideologi khilafah dan negara Islam (gunromli.com, 29/9/2017): menggantikan ideologi Pancasila yang sudah disepakati oleh para founding fathers dan merupakan ijmak bangsa Indonesia yang sudah final dan harus diikuti.

Hal ini dapat dilihat dari perjuangan tokoh-tokoh NU yang mempertahankan NKRI dari ancaman PKI yang ingin merubah Indonesia menjadi negara Komunis dan DI/TII yang ingin merubah Indonesia menjadi negara Islam. Dalam pandangan mereka, mempertahankan NKRI bukan hanya berkaitan dengan nasionalisme semata, tetapi juga merupakan bagian dari melaksanakan ajaran agama Islam (Lihat, Benturan NU-PKI: 1948-1965, 2013).

Oleh karena itu, kalau Sayyidina Husain as. saja mengorbankan hidupnya demi memperjuangkan negaranya yang sudah diselewengkan, masak kita akan diam saja ketika ada orang yang ingin menyelewengkan negara kita. Kalau dulu para kiai NU, yang kesalehannya tidak perlu diragukan lagi, berjuang mati-matian mempertahankan NKRI, masak kita yang belum jelas kesalehannya akan berpangku tangan saja ketika ada sebagian orang yang hendak merubah NKRI menjadi negara Islam (Khilafah). Wa Allâh A‘lam wa A‘lâ wa Aḥkam..



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

  1. Tolong diperjelas ttg cucu rosululloh Saw Husein r.a. yg dikatakan mengorbankan diri , setahu kami dari para ustad dikajian masjid dan tv bhw Husein r a itu dibunuh oleh musuh Islam yg munapik ,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here