Rasulullah Ingatkan Lima Hal Ini untuk Umatnya

1
745

BincangSyariah.Com. Waktu adalah uang. Begitulah kata pepatah ketika menggambarkan tentang berharganya sebuah waktu. Bahkan di dalam pepatah Arab disebutkan Alwaqtu kas saifi, in lam taqta’hu, qatha’aka. Waktu itu ibarat pedang, jika tak kau pergunakan dengan baik, maka ialah yang akan menebasmu. Berkaitan dengan pentingnya memanfaatkan waktu tersebut, Rasulullah saw. telah mengingatkan kepada umatnya agar ingat lima hal sebelum datang lima hal.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِرَجُلٍ وَهُوَ يَعِظُهُ: اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاءَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ.

Dari Ibnu Abbas, r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda kepada seorang laki-laki, beliau menasihatinya, “Jagalah lima sebelum lima, yaitu masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, cukupmu sebelum fakirmu, longgarmu sebelum sempitmu, dan hidupmu sebelum matimu”. (HR. Al-Hakim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa betapa waktu itu sangat berharga dan tidak akan terulang. Maka, kita harus pandai-pandai dalam mengatur waktu, agar tidak banyak waktu yang terbuang sia-sia. Rasulullah saw. mengingatkan lima hal penting dalam hidup ini.

Pertama adalah masa muda. Masa muda tidak akan terulang lagi, semakin hari umur kita semakin berkurang. Wajah yang dulunya mulus lambat laun berganti kulit menjadi kriput. Mata rabun, gigi ompong dan kaki semakin berat untuk melangkah. Maka, Rasulullah saw. mengingatkan kita agar benar-benar memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya. Tidak untuk foya-foya, tetapi untuk menggali potensi diri dan menambah ilmu sebanyak-banyaknya.

Kedua adalah kesehatan. Kesehatan sangatlah mahal harganya. Betapa banyak orang yang sekarang terbaring di rumah sakit tidak dapat mengerjakan apa-apa. Terlebih sakit yang sangat kecil harapan kesembuhannya. Maka, Rasulullah saw. mengingatkan kita agar senantiasa memanfaatkan waktu sehat kita untuk melakukan hal-hal yang positif dan inspiratif. Selain itu, sabda Rasulullah saw. tersebut juga mengingatkan kita agar selalu menjaga kesehatan. Tidak mengkonsumsi makanan dan minuman sembarangan.

Baca Juga :  Tiga Macam Bangkai yang Tidak Najis

Ketiga adalah kekayaan. Diberikan kecukupan dan kekayaan oleh Allah swt. merupakan suatu kenikmatan yang patut disyukuri. Betapa banyak orang yang masih berada di bawah garis kemiskinan, serba tidak cukup dan kekurangan. Oleh karena itu, Rasulullah saw. mengingatkan kita ketika dalam kondisi cukup atau memiliki rezeki yang lebih, maka manfaatkanlah harta itu untuk kebaikan. Jangan sampai harta yang telah diamanahkan kepada kita itu digunakan untuk hal yang sia-sia.

Keempat adalah kelonggaran waktu. Tidak dipungkiri kesibukan sering menghampiri kita. Entah sibuk dalam urusan kerja atau kegiatan lainnya. Bahkan kesibukan tersebut dapat melupakan diri untuk tidak mengunjungi orang tua, guru, saudara, dan teman. Oleh karena itu, Rasulullah saw. mengingatkan kita agar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya terutama ketika kita masih longgar dan luang. Maka, gunakanlah waktu longgarmu untuk hal-hal yang positif.

Kelima adalah kehidupan. Semua makhluk hidup akan mati dan tak ada yang abadi. Oleh karena itu, Rasulullah saw. pada nasihat terakhirnya mengingatkan agar kita benar-benar memanfaatkan masa hidup kita dengan sebaik-baiknya. Sebelum terlambat, sebelum ajal menjemput, maka hendaknya kita berintropeksi diri dengan bertanya, “Sudahkah hidup kita bermanfaat?”

Demikianlah nasihat Rasulullah saw. kepada umatnya agar memperhatikan lima hal sebelum datang lima hal lainnya. Masa muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, luang sebelum sempit, dan hidup sebelum mati. Wa Allahu A’lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

  1. Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan, antara lain mempercepat kebangkitan KAUM MUSLIM, memulihkan kejayaan KAUM MUSLIM, melindungi KAUM MUSLIM dari kesesatan dan memberi KAUM MUSLIM tempat yang mulia di akhirat. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘alamiin.

    Lebih dan kurang saya mohon maaf. Semoga Allaah SWT selalu mencurahkan kasih sayang kepada KAUM MUSLIM : yang hidup maupun yang mati, di dunia maupun di akhirat – KHUSUSNYA SAYYIDINA WA NABIYYINA WA MAULAANAA MUHAMMAD SHALLALLAAHU’ALAIHI WA AALIHI WA SHAHBIHI WA UMMATIHI WA BARAKA WAS SALLAM, PARA LELUHUR BELIAU – KHUSUSNYA NABI IBRAAHIIM ‘ALAIHISSALAAM, PARA KELUARGA BELIAU – KHUSUSNYA AHLUL BAIT, PARA SAHABAT BELIAU – KHUSUSNYA KHULAFAUR RASYIDIIN, PARA SALAF AL-SHAALIH – KHUSUSNYA 10 SAHABAT YANG DIJAMIN MASUK SURGA, PARA SYUHADA – KHUSUSNYA SAYYIDINAA HAMZAH BIN ‘ABDUL MUTHTHAALIB, PARA IMAM – KHUSUSNYA 4 IMAM BESAR MADZHAB AHLUS SUNNAH & 12 IMAM BESAR MADZHAB SYI’AH, PARA WALI – KHUSUSNYA PARA ANGGOTA “WALI SONGO”, PARA ULAMA KHUSUSNYA KH HASYIM ASY’ARI (NAHDHATUL ‘ULAMA) & KH AHMAD DAHLAN (MUHAMMADIYAH). Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    PEMBUKA

    اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله

    Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

    أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِْ

    A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
    الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ
    مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ
    اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ
    اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ
    صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

    Bismillahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
    Arrahmaanirrahiim
    Maaliki yaumiddiin,
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
    Ihdinashirratal mustaqiim,
    Shiraatalladziina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

    آمِيْن يَا اللّٰهُ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ

    Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    RAGAM SHALAWAT

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

    Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi maziidahu, ya rabbanaa lakal hamdu. Wa lakasysyukru kamaa yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

    اللهم صل و سلم و بارك على سيدنا محمد و إخوانه من الانبياء والمرسلين
    وأزواجهم والهم و ذريتهم واصحابهم وامتهم أجمعين.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik, ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ikhwaanihii minal anbiyaa-i wal mursaliin, wa azwaajihim wa aalihim wa dzurriyyaatihim wa ash-haabihim wa ummatihim ajma’iin.

    Ya Allaah, berilah shalawat serta keselamatan dan keberkahan, untuk junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad SAW dan saudara-saudaranya dari para Nabi dan Rasul, dan istri-istri mereka semua, keluarga mereka, turunan-turunan mereka, dan sahabat-sahabat dari semua Nabi dan Rasul, termasuk Sahabat-Sahabatnya Nabi Muhammad semua dan semua yang terkait dengan Nabi Muhammad SAW.

    RAGAM DOA

    اللَّهُمَّ اِنَّا
    نَسْئَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ
    اللَّهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ الْجَنَّةَ
    وَ نعوذبك
    بِكَ مِنَ النَّارِ

    Allaahumma innaa nas-aluka bi-anna lakal hamda, laa ilaha illa anta al-mannaan badii’us samaawaati wal ardhi, yaa dzal jalaali wal ikram, yaa hayyu yaa qayyum. Allahumma innaa nas-alukal jannata wa na’uudzubika minannaar.

    Ya Allaah, kami meminta pada-Mu karena segala puji hanya untuk-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Banyak Memberi Karunia, Yang Menciptakan langit dan bumi, Wahai Allaah yang Maha Mulia dan Penuh Kemuliaan, Ya Hayyu Ya Qayyum –Yang Maha Hidup dan Tidak Bergantung pada Makhluk-Nya. Ya Allaah, kami memohon kepada Engkau surga, dan berlindung kepada Engkau dari neraka.

    اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

    ALLAAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUUMU. LAA TA’KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDHI. MAN DZAL LADZII YASYFA’U ‘INDAHUU ILLAA BI IDZNIHI. YA’LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHALFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN ‘ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI’A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDHA. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL ‘ALIYYUL AZHIIM.

    Allaah, tidak ada Tuhan (yang berhak atau boleh disembah), melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Yang tidak mengantuk dan tidak juga tertidur. Kepunyaan-Nya adalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allaah tanpa izin-Nya.

    Sesungguhnya Allaah mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allaah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allaah meliputi langit dan bumi. Dan Allaah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allaah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Surat Al-Baqarah ayat 255).

    للَّهُمَّ إنا نعوذبك مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

    Allaahumma innaa na’uudzubika min ‘adzaabi jahannam, wamin ‘adzaabil qabri, wamin fitnatil mahya wal mamaati, wa min syarri fitnatil masiihid dajjal.

    Ya Allaah kami berlindung kepada Engkau dari azab Jahannam, siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari keburukan fitnah Al-Masih Dajjal.

    ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHAZAA INI RAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.

    Ya Allaah bukakanlah bagiku hikmah-Mu dan limpahkanlah padaku keberkahan-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang

    رَبِّ إِنِّيْ لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ

    RABBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHAIRIN FAQIIR.

    Ya Rabb, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.

    Rabbanaa laa tuzigh qulubanaa ba’da idz hadaitanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal-wahhaab.

    Ya Allaah Tuhan kami, janganlah Engkau sesatkan kami sesudah mendapatkan petunjuk, berilah kami karunia. Engkaulah Yang Maha Pemurah. (QS. Ali Imran [3]:8)

    Allaahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa.

    Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil.

    رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ

    Rabbanaa waj’alnaa muslimaini laka wa min dzurriyyatinaa ummatam muslimatal laka.

    Ya Tuhan, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu, dan jadikanlah pula keturunan kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu.

    Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (QS. Al-Ahqaaf: 15).
    رَبَّنَا غْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ أَلْأَ حْيَآءِمِنْهُمْ وَاْلأَ مْوَاتِ, اِنَّكَ عَلَى قُلِّ ثَيْءٍقَدِيْرِ

    Rabbanaghfir lana wa li walidiina wa li jamii’il-muslimiina wal-muslimaati wal-mu’miniina wal-mu’miniati al-ahyaa-i minhum wal amwaat innaka ‘ala qulli syai- in qadiir.

    Ya Allaah ya Tuhan kami, ampunilah segala dosa kami dan segala dosa orang tua kami, dan bagi semua Muslim lelaki dan Muslim perempuan dan mu’min lelaki dan mu’min perempuan, yang masih hidup maupun yang sudah mati. Sesungguhnya Engkau Zat Yang Maha Kuasa atas segala-galanya.

    Ya Allaah, terimalah amal saleh kami, ampunilah amal salah kami, wujudkanlah niat kami, rahasiakanlah cela kami, mudahkanlah urusan kami, lindungilah kepentingan kami, ridhailah kegiatan kami, angkatlah derajat kami dan hilangkanlah masalah kami.Sekarang dan selamanya.

    Ya Allaah, berilah kami kesanggupan dalam menjalani berbagai ragam / corak kehidupan ini. Berilah impahkan Kasih Sayang-MU kepada kami, sehingga kami bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian yang selalu membawa kebaikan buat kami. Sekarang dan selamanya.

    Ya Allaah, tetapkanlah kami selamanya menjadi Muslim, tetapkanlah kami selamanya dalam agama yang kau ridhai – Islam, tetapkanlah kami selamanya menjadi umat dari manusia yang paling engkau muliakan – Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammad Shallallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi, wa baraka wassallam.

    اللَّهُمَّ
    اِنَّا نَسْئَلُكَ إِيْمَانًا لَا يَرْتَدُّ وَنَعِيْمًا لَا يَنْفَدُ وَقُرَّةُ عَيْنٍ لَا تَنْقَطِعُ وَمُرَافَقَةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَعْلَى
    جنة الْخُلْدِ

    Allaahumma innaa nas-aluka iimaanan laa yartaddu wa na’iiman laa yanfadu wa qurrota ‘ainin laa tanqathi’u wa muraafaqata nabiyyika Muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallam fii a’laa jannati khuldi.

    Ya Allaah, kami memohon kepada-Mu keimanan yang tidak pernah berbalik kepada kekufuran; kenikmatan yang tidak pernah habis; cindera mata kebahagiaan yang tiada berakhir dan kenikmatan untuk dapat mendampingi Nabi Muhammad SAW di dalam surga yang paling tinggi nan kekal abadi. (Imam Nawawi Al-Bantani dalam Kitab Nasha’ihul ‘Ibad).

    Ya Allaah, berilah pelajaran keras sekaligus dapat menyadarkan siapapun yang telah dan sedang zhalim / jahat kepada kaum Muslim, bahwa kaum Muslim layak dihormati – bahkan dicintai siapapun.

    Ya Allaah, batalkanlah niat siapapun yang akan zhalim / jahat kepada kaum Muslim. Sekarang dan selamanya.

    Ya Allaah, percepatlah kebangkitan KAUM MUSLIM. Pulihkanlah kejayaan KAUM MUSLIM, Lindungilah KAUM MUSLIM dari kesesatan – terutama dari perpecahah dan kemurtadan, serta berilah KAUM MUSLIM tempat mulia di akhirat.

    Ya Allaah, jadikanlah INDONESIA DAN DUNIA MUSLIM tetap dimiliki KAUM MUSLIM, Jadikanlah INDONESIA DAN DUNIA MUSLIM baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur. Jadikanlah DUNIA NON MUSLIM dimiliki KAUM MUSLIM. Jadikanlah musuh Islam ditaklukan KAUM MUSLIM. Ya Allaah, jadikanlah MUSLIM AHLUS SUNNAH WAL JAMAA’AH sebagai pemimpin sedunia – khususnya dunia Muslim. Ya Allaah, jadikanlah karakter ISLAM NUSANTARA (NU) dan ISLAM BERKEMAJUAN (MUHAMMADIYAH) sebagai standar / acuan norma sedunia – khususnya dunia Muslim. Ya Allaah, jadikanlah INDONESIA sebagai standar / acuan kebajikan sedunia – khususnya dunia Muslim. Sekarang dan selamanya.

    اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

    Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal aakhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa shihhatan fil badani wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allaahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

    Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, ke’afiyatan jasmani, kesehatan badan, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkat, diterima taubat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sekarat dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon kemaafan ketika dihisab.

    اللَّهُمَّ
    اِنَّا نَسْئَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدِّيْنِ وَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

    ALLAHUMMA INNAA NAS-ALUKAL ‘AFWA WAL ‘AAFIYAH FID DIINI WAD DUN-YA WAL AAKHIRAH.

    Ya Allaah kami berharap kemaafan dan himpunan kebaikan dalam agama, dunia dan akhirat.

    Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.

    Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu akhir yang baik dan berlindung dari akhir yang buruk.

    اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

    Allaahummakhtim lanaa bil-islaami wakhtim lanaa bil-iimaani wakhtim lanaa bi husnil khaatimati.

    Ya Allaah, akhirilah hidup kami dengan Islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman, akhirilah hidup kami dengan husnul khaatimah.

    اللهم إنا نسئلك رضاك والجنة
    ونعوذبك من سخطك والنار

    Allaahuma innaa nas-aluka ridhaaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhathika wannaar.

    Ya Allaah, sesungguhnya kami mohon keridhaan-Mu dan surga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka.

    اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنا وَأَصْلِحْ لنا دُنْيَانا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لنا آخِرَتنا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لنا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لنا مِنْ كُلِّ شَرٍّ

    Allaahumma ashlih lanaa diinanal ladzii huwa ‘ishmatu amrina Wa ashlih lanaa dun-yaanal latii fii haa ma’asyunaa. Wa ashlih lanaa aakhiratanal latii ilaihaa ma’aadunaa. Waj’alil hayaata ziyadatan lanaa fii kulli khairin. Waj’alil mauta raahatan lanaa min kulli syarrin

    Ya Allaah, perbaikilah agama kami karena itulah pedoman untuk urusan kami, Dan perbaikilah dunia kami karena itulah kehidupan kami. Dan perbaikilah akhirat kami karena itulah tujuan kami. Jadikanlah hidup kami sebagai tambahan kebajikan. Jadikanlah mati kami sebagi istirahat dari segala keburukan.

    Ya Allaah, curahkanlah kami rezeki yang barakah, salamah dan karamah. Jika di langit, turunkanlah. Jika di bumi, keluarkanlah. Jika sulit, permudahlah. Jika jauh, dekatkanlah. Jika dekat, satukanlah. Jika sedikit, banyakkanlah. Jika haram, sucikanlah sekaligus halalkanlah. Sekarang dan selamanya.

    Ya Allaah. Berilah kami kesehatan yang prima, kecerdasan yang serba bisa, kekuasaan yang menjaga, kekayaan yang berlipat ganda, pasangan yang sempurna dan keturunan yang berguna. Sekarang dan selamanya.

    أَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلغَلاَءَ وَالْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَلْمُنْكَرَ وَالسُّيُوْفَ اْلمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ضَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, مِنْ بَلَدِنَاخَآصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً, إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرِ. غَفَرَ اللهُ لَنَ وَلَهُمْ, بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Allahummaadfa’ ‘annal-ghalaa a wal balaa a wal wabaa a wal fahsyawa a wal-munkara was-suyufal-mukhtalifata wasy-syadaa-ida wal-mihana maa zhahara minha wa maa bathana, min baladinaa khaashatan wa min buldanil-muslimiina ’ammatan, innaka ‘ala kulli syai-in qadiir. Ghafarallaahu lana wa lahum birahmatika yaa arhamar-raahimiin.

    Ya Allaah yang menghilangkan segala ‘bebendu’ (penderitaan / kesengsaraan), cobaan, kesusahan, kejelekan, kemungkaran, kekeliruan yang bermacam-macam, kesedihan, cobaan yang tampak serta cobaan yang tidak tampak dari negeri kami khususnya, dan umumnya dari negeri-negeri kaum Muslim, sesungguhnya Engkau Ya Allaah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allaah memberikan ampunan bagi kami dan mereka semua dengan Rahmat-MU Ya Allaah, wahai Zat Yang Maha Rahiim.”

    YA ALLAAH, IZINKANLAH SEGALA NAMA TERBAIK-MU – ASMAA ALLAAH AL-HUSNA – SEKALIGUS SEGALA NAMA DAN GELAR SAYYIDINAA WA NABIYYINAA WA MAULAANAA MUHAMMAD SHALLALLAAHU’ALAIHI WA AALIHI WA SHAHBIHI WA UMMATIHI WA BARAKA WAS SALLAM MEWUJUDKAN KASIH SAYANG-MU SEMISAL BARAKAH, SALAMAH DAN KARAMAH KE SEANTERO SEMESTA – KHUSUSNYA BAGI KAMI, KELUARGA KAMI, NEGARA KAMI, BANGSA KAMI DAN UMAT SEAGAMA KAMI.SEKARANG DAN SELAMANYA.

    YA ALLAAH, CURAHKANLAH SEGALA KASIH SAYANG-MU KE SEANTERO SEMESTA – KHUSUSNYA KAMI, KELUARGA KAMI, NEGARA KAMI, BANGSA KAMI, DAN UMAT SEAGAMA KAMI. SEKARANG DAN SELAMANYA.

    YA ALLAAH, LINDUNGILAH / BEBASKANLAH SEANTERO SEMESTA DARI SEGALA BENCANA – KHUSUSNYA KAMI, KELUARGA KAMI, NEGARA KAMI, BANGSA KAMI, DAN UMAT SEAGAMA KAMI. SEKARANG DAN SELAMANYA.

    —— doa khusus untuk PARA NABI, PARA KELUARGANYA, PARA SAHABATNYA, SEMUA YANG BERJASA PADA (PARA) NABI, PARA SALAF AL-SHAALIH, PARA SYUHADA, PARA WALI, PARA HABAIB, PARA IMAM, PARA ULAMA DAN SEMUA YANG BERJASA PADA ISLAM, SERTA SEMUA MUSLIM SALEH YANG (TELAH) WAFAT. Semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada mereka.

    ALLAAHUMMAGHFIRLAHUM WARHAMHUM WA’AAFIHIM WA’FU ‘ANHUM
    ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHUM WA LAA TAFTINNAA BA’DAHUM WAGHFIRLANAA WALAHUM
    ———————

    —— doa khusus untuk SELURUH RAKYAT INDONESIA YANG MENJADI KORBAN PENJAJAH 1511 – 1962, terutama anggota keluarga besar M HOESEN – NYI MAS MOERTASIAH yaitu RADEN SOEPARDAN (WAFAT 08/04/1946) dan HIDAJAT W (WAFAT 24/10/1947). Semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada mereka.

    ALLAAHUMMAGHFIRLAHUM WARHAMHUM WA’AAFIHIM WA’FU ‘ANHUM
    ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHUM WA LAA TAFTINNAA BA’DAHUM WAGHFIRLANAA WALAHUM
    ———————

    PENUTUP

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِوَأَدْخِلْنَا الجَنَّةَ مَعَ اْلأَبْرَارِ

    Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.

    Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan neraka serta masukanlah kami ke surga bersama orang-orang baik.
    رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

    Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul ‘aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim.

    Tuhan kami, perkenankanlah do’a-do’a kami, karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang.

    Washshalallaahu ‘alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.

    Shalawat, salam dan berkah semoga dilimpahkan kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad s.a.w, atas keluarganya, sahabatnya dan umatnya semuanya.

    HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

    Cukuplah Allaah menjadi Penolong kami dan Allaah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
    سُبْحَانَ رَبِّكِ رَبِّ الْعِزَةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الانبياء وَ الْمُرْ سَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

    آمِيْن يَا اللّٰهُ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ

    Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Indra Ganie al-Hindi al-Bantani – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here