Quraish Shihab; Agar Ramadhan Tidak Berlalu Begitu Saja

0
420

BincangSyariah.Com – Kerap kali bulan suci Ramadhan berlalu begitu saja tanpa ada perubahan berarti dalam diri seseorang. Sebenarnya apa yang membuat kita kerap kali tidak bisa memanfaatkan bulan suci ini, hingga bulan yang penuh ampunan ini terlewat begitu saja?

Agar bulan suci Ramadhan tidak terlewatkan begitu saja, maka ada beberapa hal dasar yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki bulan suci ramadhan.

Menurut pengarang Tafsir al-Misbah, Quraish Shihab, sebelum memulai sebuah kegiatan maka harus terlebih dahulu mengetahui bagaimana melakukannya, demikian pula sebelum melakukan puasa ramadhan. Maka seorang muslim harus mengetahui tentang tata cara puasa ramadhan. Agar keberkahan Ramadhan tidak berlalu begitu saja.

Hal-hal dasar tersebut seperti bagaimana cara berpuasa. Apa yang wajib dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama puasa. Lalu apa yang dianjurkan atau sebaiknya dilaksanakan dan apa yang makruh atau sebaiknya dihindari saat puasa. Semakin banyak seseorang mengetahui tentang puasa akan semakin baik dan semakin siap untuk melaksanakan ibadah tersebut.

“Jadi kalau mau berpuasa pelajari, kenal dulu, bagaimana berpuasa. apa yang wajib dilakukan apa yang tidak boleh dilakukan dan apa yang sebaiknya dilakukan lalu apa yang sebaiknya ditinggalkan. Itu yang pertama,” jelas pengarang Tafsir Al-Misbah tersebut dalam talk show Shihab&Shihab yang diadakan di Majid al-Jami’ah UIN Jakarta, baru-baru ini.

Sebab tanpa mengetahui hal-hal yang perlu diketahui dan dihindari, lanjut cendekiawan Islam yang akrab disapa Abi Quraish ini, maka puasa yang dijalankan bisa saja tidak ada maknanya atau paling tidak menjadi tidak sempurna.

“Tanpa menghindarinya, walaupun boleh jadi puasa yang dilaksanakan sah dari segi hukum tapi dari segi substansi tidak ada artinya.”

Baca Juga :  Kasih Sayang Nabi kepada Binatang

Sehingga Baginda Nabi dalam sabdanya mengatakan betapa banyak orang yang puasa tidak memperoleh dari puasanya selain lapar dan dahaga. Hal ini menurut Abi Quraish karena substansi puasanya telah hilang.

Karenanya, mengetahui ilmu tentang ibadah yang akan dilakukan merupakan prinsip dasar, tidak hanya ibadah puasa tapi juga ibadah lainnya. Itu mungkin salah satu sebab mengapa pesan pertama Alquran adalah iqra’ bacalah.

Hal yang paling dasar harus diketahui dan umumnya semua orang tahu adalah puasa tidak makan dan tidak minum. Itu sudah sangat jelas. Tapi banyak juga  yang tidak jelas, seperti hukum memakai celak atau eyeliner, hukum sikat gigi, hukum mencicipi makanan, dan lain sebagainya.

Setelah mengetahui maka harus ada tekad dalam hati untuk melakukannya.  “Tekad itu tempatnya di hati, fikiran sudah oke, hati mau ikuti atau tidak? perlu tekad. semua sudah tahu sholat subuh jam 4.30 dia tahu tapi masih tiduran, berarti dia tahu tapi tidak punya tekad,” jelasnya.

Namun sebelum mempersiapkan diri seseorang harus mengetahui apa yang masih kurang di Ramadhan tahun lalu dan perlu diperbaiki pada Ramadhan kali ini. Setelah tahu, baru siapkan tekad untuk melakukannya.

“Siapkan tekad dan niat untuk memperbaiki apa yang tahun lalu masih kurang. Tanpa itu, dikhawatirkan orang yang berpuasa tidak memperoleh apa pun dari puasa yang ia jalankan,” pungkas Abi Quraish.

Wallahu’alam


BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here