Qs. As-Saffat: 39-48: Kisah Keteladanan Nabi Yunus Setelah Mengalami Putus Asa

0
1075

BincangSyariah.Com – Seorang Nabi, yaitu Nabi Yunus kekasih Allah juga pernah mengalami keterputus asaan ketika berdakwah, setelah berkali-kali berdoa mengharapkan petunjuk atau wahyu datang dari Allah, namun tidak kunjung wahyu itu datang. Hingga Nabi Yunus mengambil keputusan sendiri untuk berpindah dakwah ditempat lain. Akan tetapi sejatinya setiap manusia dibekali sifat manusiawi, yaitu bisa berbuat kesalahan serta kebaikan. Berikut kisah Nabi Yunus tertulis dalam Al-Qur’an QS. As-Saffat ayat 139-148,

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ (١٣٩) إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ (١٤٠) فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ (١٤١) فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ (١٤٢) فَلَوْلا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ (١٤٣) لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (١٤٤) فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ (١٤٥)وَأَنْبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِنْ يَقْطِينٍ (١٤٦) وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَى مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ (١٤٧) فَآمَنُوا فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ (١٤٨)

Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang Rasul, (ingatlah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi, lalu dia termasuk oang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan tersebut sampai hari berbangkit. Kemudian kami lemparkan dia daerah yang tandus, sedangkan dia dalam keadaan sakit. Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dan jenis labu. Dan kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka bermain, karena itu kami anugrahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.

Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa Nabi Yunus mendapat tugas dari Allah SWT untuk berdakwah menyebarkan agama Islam di masyarakat Niwana, namun masyarakat Niwana sering membangkang dan apa yang diucapkan oleh Nabi Yunus sama sekali tidak di gubris. Memahami sikap masyarakat Niwana yang keras tersebut, Nabi Yunus berkali kali memohon petunjuk kepada Allah SWT, akan tetapi Nabi Yunus tidak kunjung pula mendapatkan balasan dari Allah SWT. Dan Nabi Yunus memilih untuk pergi meninggalkan masyarakat Nirwana, dengan naik kapal yang penuh dengan muatan.

Baca Juga :  Relawan Medis Wanita pada Peperangan di Masa Rasulullah (1)

Pada Situs-Situs dalam al-Quran oleh Syahruddin el-Fikri, dijelaskan bahwa wilayah Nirwana ini merupakan ibu kota negeri Asyiria yang terletak di sebelah selatan Irak. Kota tersebut merupakan kota yang kaya, namun justru malah menjadikan penduduk Nirwana tidak mengimani Allah SWT sebagai Tuhannya. Masyarakat banyak melakukan yang dilarang oleh Allah. Dan mereka menyembah berhala.

Pada Tafsir al-Azhar karya Hamka, ketika ia (Nabi Yunus) lari ke kapal yang penuh muatan, maksudnya adalah Nabi Yunus mengelakkan diri dari kewajiban. Diibaratkan seorang prajurit yang mengahadapi musuh di medan perang, tiba-tiba menghilang keluar dari barisan.  

Kemudian pada ayat tersebut diceritakan diadakan undian untuk menghindari tenggelamnya kapal yang penuh muatan, sehingga harus melemparkan salah satu seorang untuk dilemparkan ke laut, kemudian diadakan undian, ternyata setelah berkali-kali diundi selalu keluar nama Nabi Yunus. Setlah nabi Yunus melemparkan dirinya ke laut, tiba-tiba ditelan ikan paus besar dan masuk dalam perut ikan. Konon, Nabi Yunus berada di dalam perut ikan selama 3 hari, disitu Nabi Yunus berdoa dengan merintih memohon ampun kepada Allah SWT.

Dituliskan juga oleh Ibnu Hatim pada karyanya Tafsir al-Quran al-‘Adzim Ibnu Abi Hatim, terkait doa yang diucapkan Nabi Yunus ketika dalam perut ikan Besar:

حَدَّثَنِي أبو صخر إِنَّ يَزِيد الرقاشي حدثه قَالَ: سمعت أَنَسَ بْنِ مَالِكٍ وَلا أَعْلَمُ إِلا إِنَّ أَنَسًا يَرْفَعُ الحَدِيث إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ يونس النَّبِيّ عَلَيْهِ السَّلامُ حِينَ بَدَا لَهُ إِنَّ يَدْعُوَ بَهِذِهِ الْكَلِمَاتِ وهو في بطن الحوت، قَالَ: اللَّهُمَّ، لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ» إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ فأقبلت هذه الدعوة تحف بالعرش، فقالت الملائكة:يا رب صوت ضعيف معروف مِنْ بلاد غريبة؟ فقال: أما تعرفون ذاك؟ قالوا: لا يَا رَبُّ، وَمَنْ هُوَ؟ قَالَ: عَبْدِي يُونُسُ، قالوا: عبدك يونس الّذِي لَمْ يزل يرفع لَهُ عمل متقبل ودعوة مجابة؟ قَالَ: نعم، قَالُوا: يَا رَبُّ، أَوَلا تَرْحَمُ مَا كَانَ يَصْنَعُ فِي الرَّخَاءِ فَتُنَجِّيهُ مِنَ الْبَلاءِ؟ قَالَ: بلى. فأمر الحوت فطرحه في العراء

Baca Juga :  Rasulullah dan Para Sahabat Sujud Syukur pada Empat Hal Ini

Sesungguhnya Anas bin Malik mendengar hadis dari Rasulullah SAW, bahwa Nabi Yunus ketika merasa yakin bahwa dirinya harus mengucapkan doa-doa berikut saat berada di dalam perut ikan besar, yaitu: ya Allah, tidak ada Tuhan melainkan Engkau, maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang aniaya, “ maka doanya itu menghadap dan merintih di bawah ‘Arasy. Para malaikat berkata, “ ya Tuhan kami ini adalah suara yang lemah, tetapi dikenal datang dari tempat yang jauh terasing, kemudian Allah SWT berfirman, tidaklah kalian mengenalnya?, para malaikat berkata, ya Tuhan kami, suara siapakah ini?, Allah SWT berfirman, ini suara hamba-Ku Yunus. Kemudian malaikat berkata, hambamu Yunus, yang sampai sekarang masih terus menerus diangkat baginya amal yang diterima dan doa yang diperkenankan. Kemudian para malaikat berkata lagi, ya Tuhan kami, tidaklah Engkau mengasiani atas apa yang telah ia kerjakannya, maka Engkau selamatkan dia dari cobaan ini. Selanjutnya Allah berfirman, baiklah. Lalu Allah memerintahkan kepada ikan besar itu mencampakannya di padang sahara.

Setelah meneladani dari kisah Nabi Yunus terdapat pesan moral yang perlu diteladani, pada Tafsir al-Azhar dijelaskan bahwa jalan dakwah Nabi Yunus dalam berdakwah tidaklah mudah, dibutuhkan suatu konsisten, kesabaran, serta optimis. Sabar disini adalah jangan gelisah dan jangan merajuk. Sebuah kesabaran yang harus ditanamkan pada jiwa seorang pendakwah. Wallahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here