Punya Salah pada Teman? Ini Empat Tahapan Cara Memohon Maaf

0
1387

BincangSyariah.Com –Malaikat tidak pernah berbuat salah, setan tidak pernah berbuat benar, sedangkan manusia pernah berbuat benar dan juga salah. Namun sebaik-baik  manusia adalah meraka yang mau bertobat kepada Allah setelah melakukan kesalahan.

Manusia memang pasti memiliki dosa dan pernah melakukan kesalahan, baik kesalahan itu terjadi antara manusia dan Allah ataupun kesalahan manusia yang hubungannya dengan sesama manusia.

Di sinilah Islam tidak mengajarkan untuk terus lalai dengan kesalahan dan kemaksiatannya, melainkan Islam memperkenalkan kita dengan tobat. Sebagaimana firman Allah dalam QS An Nur ayat 31:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung

Kesalahan atau kemaksiatan yang terjadi antara manusia dengan sesama manusia sering kita jumpai dalam kehidupan nyata. Mulai dari berprasangka buruk, menyebar kabar hoaks, mencuri dan banyak hal lainnya.

Jika kita berbuat salah atau bermaksiat kepada Allah, maka cukup dengan memohon ampun-Nya dengan tobat kepada-Nya. Namun jika kemaksiatan tersebut merugikan orang lain, apakah cukup dengan meminta ampun kepada Allah semata?

Abu Zakariya Muhyuddin An Nawawi dalam kitabnya “Riyadus Salihin” memaparkan bahwa untuk perbuatan yang salah atau maksiat yang terjadi antara manusia dengan sesama manusia bisa melalukan tobat dengan dengan empat cara. Pertama, hendaknya bertobat dan berhenti dari perbuatan tersebut. Kedua adalah menghadirkan penyesalan dalam diri atas kesalahan dan kemaksiatan yang pernah dilakukan tersebut. Ketiga, berniat dengan segenap jiwa untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Dan yang terakhir adalah melepaskan tanggungan hak sesama manusia. Dalam kitabnya, beliau menuliskan sebagai berikut:

وأن يبرأ من حق صاحبها، فإن كانت مالاً أو نحوه رده إليه، وإن كانت حد قذف ونحوه مكنه منه أو طلب عفوه، وإن كانت غيبة استحله منها

Baca Juga :  Tujuh Adab yang Harus Dimiliki Murid Menurut Imam Ghazali

Maka jikalau tanggungan itu berupa harta atau yang semisal dengan itu, maka wajiblah mengembalikannya kepada yang berhak tadi, jikalau berupa dakwaan zina atau yang semisal dengan itu, maka hendaklah mencabut dakwaan tadi dari orang yang didakwakan atau meminta saja pengampunan daripada kawannya dan jikalau merupakan pengumpatan, maka hendaklah meminta penghalalan yakni maaf dari umpatannya itu kepada orang yang diumpat olehnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here