Puasa tetapi Tidak Shalat Wajib Lima Waktu, Bagaimana Hukumnya?

1
8750

BincangSyariah.Com – Shalat wajib lima waktu dan puasa Ramadan merupakan di antara rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi setiap Muslim. Keduanya wajib dilaksanakan tanpa boleh mengesampingkan yang lain. Pada saat melakukan puasa Ramadan, shalat wajib lima waktu juga wajib dilaksanakan.

Namun dalam kenyataannya, ada sebagian umat Muslim yang semangat melakukan puasa Ramadan tetapi pada saat yang bersamaan meninggalkan shalat wajib lima waktu. Padahal dalam Islam, shalat wajib lima waktu merupakan ibadah pokok yang tidak boleh ditinggalkan. Dalam kondisi demikian, sahkah puasa seseorang yang meninggalkan shalat wajib lima waktu?

Puasa dan shalat wajib lima waktu memiliki ketentuan masing-masing yang terpisah satu sama lain, mulai dari syarat, rukun, dan tata caranya. Ketika puasa sudah dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan, maka puasa tersebut dinilai sah meski pada saat bersamaan meninggalkan shalat lima waktu. Begitu pula sebaliknya, ketika shalat dilaksanakan dengan ketentuan yang sudah ditetapkan, maka shalat tersebut dinilai sah meski pada saat bersamaan meninggalkan puasa Ramadan.

Dengan demikian, ketika ada orang yang puasa dan tidak melaksanakan shalat, maka puasanya tetap dinilai sah ketika puasa tersebut dilaksanakan sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan. Hanya saja dia telah melakukan perbuatan dosa disebabkan meninggalkan shalat tersebut.

Adapun mengenai pahala, maka semuanya dikembalikan pada keputusan Allah. Kita tidak tahu pasti apakah orang yang puasa namun meninggalkan shalat masih mendapat pahala atau tidak. Begitu pula sebaliknya, orang yang shalat namun tidak puasa Ramadan.

Hal ini sebagaimana hasil fatwa Darul Ifta’ di Mesir yang dipublikasikan dalam majalah Amanah Ammah lil Fatwa;

فمن صـام وهو لا يصلي فصومه صحيح غير فاسد؛ لأنه لا يُشتَرَط لصحة الصوم إقامة الصلاة، ولكنه آثمٌ شرعًا من جهة تركه للصلاة، ومرتكب بذلك لكبيرة من كبائر الذنوب، ويجب عليه أن يبادر بالتوبة إلى الله تعالى، أما مسألة الأجر فموكولة إلى الله تعالى، غير أن الصائم المُصَلِّى أرجى ثوابًا وأجرًا وقَبولًا ممن لا يصلى

Baca Juga :  Titik Temu Sunni-Syiah, Mungkinkah Terjadi?

Barangsiapa berpuasa namun tidak shalat, maka puasanya sah tidak batal. Hal ini karena sahnya puasa tidak disyaratkan harus melaksanakan shalat. Hanya saja dia dinilai telah melakukan dosa besar karena meninggalkan shalat tersebut, dan dia harus segera bertaubat kepada Allah.

Adapun mengenai pahala, maka semuanya diserahkan kepada Allah dan tentu orang yang berpuasa dan melakukan shalat lebih diharapkan diterima dan mendapatkan pahala ketimbang yang berpuasa namun tidak melaksanakan shalat.”

Satu hal yang pasti baik adalah melakukan puasa Ramadan sekaligus melaksanakan shalat wajib lima waktu.

Wallahu’alam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here