Puasa Mengelupas Lapisan Kesadaran Manusia Hingga Dapat Makrifat pada Allah

0
951

BincangSyariah.Com – Orang yang puasa dan malam harinya tidak terjebak dengan makanan, serta istiqamah dalam dzikir atau meditasinya, maka sukmanya akan sering keluar dari fisiknya tanpa disengaja, baik dalam kondisi dzikir maupun waktu tidur.

Hal itu terjadi, karena kesadaran dirinya telah meningkat dari kesadaran fisik menuju kesadaran Jiwa. Manusia memiliki tiga kesadaran berikut ini.

Yang Pertama: Kesadaran fisik.

Kesadaran fisik letaknya di otak, yaitu kesadaran yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran yg ditimbulkan atas keberadaan sel-sel otak kita untuk bertahan hidup, berkembang biak, dan berinteraksi, lengkap dengan semua emosi rendahnya.Pada tingkat kesadaran ini kebanyakan informasi harus disimpan secara sadar.

Yang Kedua: Kesadaran Jiwa.

Kesadaran jiwa  adalah kesadaran yang jauh lebih tinggi daripada kesadaran fisik dan bekerja dibawah atau diluar kesadaran kita sehari-hari. Informasi-informasi bagi kesadaran jiwa pun disimpan secara otomatis di bawah kesadaran kita.

Seluruh informasi yang ada disekitar kita termasuk informasi yang tidak dapat diterima oleh panca indera dapat diterima oleh kesadaran jiwa dan langsung tersimpan dengan baik oleh karena kesadaran jiwa yang mempunyai kemampuan tak terbatas.

Orang yang sudah mencapai Kesadaran Jiwa memiliki kelebihan untuk ragasukma, melihat dimensi gaib mempunyai kelebihan lainnya dengan kemampuan murni dari jiwanya bukan dengan bantuan dari Jin.

Yang Ketiga: Kesadaran Ruh.

Kesadaran Ruh adalah identitas sejati dari setiap manusia. Inilah puncak kesadaran manusia untuk mengetahui Peta Jalan Pulang Kembali kepada Allah.Tetapi, sayangnya sebagian besar orang justru belum pernah benar-benar sadar sebagai ruh. Hanya sedikit orang yang mencapai hal itu. Ruh adalah kesadaran yang jauh lebih tinggi daripada kesadaran jiwa.

Selama ini Kesadaran Ruh kita terkurung rapat oleh jasad kita, sehingga dominan adalah kesadaran fisik saja. Dengan berpuasa kita melepas tahapan kesadaran mulai dari kesadaran fisik dan kesadaran jiwa. Sehingga kita bisa mencapai kesadaran Ruh secara total dan  bisa bermakrifat kepada Allah Swt.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan kegembiraan tatkala berbuka, dan kegembiraan tatkala berjumpa dengan Rabb-nya”. [ Muttafaq Alaihi ]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here