Prof. Quraish Shihab: Jodoh Itu Cerminan Diri atau Pelengkap Diri?

0
800

BincangSyariah.Com – Sebagian dari kita acapkali bingung, dan kemudian mengkhayal siapa sebenarnya pasangan masa depan kita. Padahal Allah telah berjanji dalam al-Quran surat al-Hujurat [49] ayat 13,

يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Wahai Manusia, sesungguhnya kami telah menciptakanmu dari seorang laki-laki dan perempuan, dan kami menjadikanmu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”

Imam al-Thabari menafsirkan wa ja’alnakum syu’uban wa qabaila, menyatakan,

وقوله (وجعلناكم شعوبا وقبائل) يقول: وجعلناكم متناسبين، فبعضكم يناسب بعضا نسبا بعيدا، وبعضكم يناسب بعضا نسبا قريبا

bahwa Allah telah menjadikan dua nasab diantaranya nasab yang dekat dan jauh. Sebagian dari kamu akan didekatkan dengan nasab yang jauh, dan sebagian lagi dengan nasab yang dekat. Ayat diatas menjelaskan bahwa jarak akan mempersatukan kedua pasangan (laki-laki dan perempuan) untuk saling mengenal (li ta’aarafu).

Empat Persamaan dalam Setiap Pasangan

Sering kita mendengar tentang apakah jodoh itu cerminan diri atau pelengkap diri? Al-Ustadz Prof. M. Quraish Shihab menjelaskan dalam salah satu sesi acara Shihab & Shihab bahwa keduanya harus dimiliki oleh orang berpasangan. Mengapa? Karena keduanya akan memperkuat sebuah hubungan. Ada empat diantaranya persamaan yang harus ada pada kedua pasangan, yaitu,

pertama, sama-sama hidup. Dalam arti, keduanya saling tahu, saling bergerak, dan saling merasa. Pasangan harus saling tahu atau mengerti tentang kehidupannya. Apakah keduanya memiliki karakter yang sama atau berbeda? Keduanya harus saling memahami. Pun dengan saling bergerak, jika ada salah satu dari pasangan yang tak mampu melakukan suatu hal, perlunya dibantu agar keduanya saling menguntungkan.

Baca Juga :  Taat Konstitusi sebagai Wajib Syar'i

Kedua, sama-sama manusia. Disini penegasan bahwa pasangan tak boleh saling merendahkan. Menurut al-Ustadz Quraish Shihab, tips agar pasangan suami istri yang abadi ialah dengan saling mengakui manusia. Keduanya memiliki salah dan lemah, pun dengan tidak menganggap perempuan sebagai manusia yang lemah.

Ketiga, sama-sama dewasa. Al-Ustadz Quraish Shihab menganjurkan agar kedua pasangan memiliki pemikiran yang dewasa. Kurang baik jika laki-laki menikahi seorang perempuan yang masih belia dan belum memahami istilah keluarga.

Keempat, sama-sama cinta. Jika sudah terlengkapi dengan saling mencintai, keduanya mampu melengkapi keindahan dalam rumah tangganya.

Jodoh Dunia apakah Bertemu Di Akhirat

Al-Ustadz Quraish Shihab menceritakan sebuah riwayat hadis, tentang kisah Ummu Salamah, pada suatu hari wajahnya sedih dan gelisah karena suaminya gugur dalam peperangan. Setelah beberapa bulan, Nabi bermaksud untuk menikahinya. Menurut Nizar Abazhah dalam bukunya Bilik-Bilik Cinta Muhammad: Kisah Sehari-hari Rumah Tangga Nabi, mahar yang diberikan Rasulullah kepadanya ialah berupa perabot rumah tangga yang nilainya tak lebih dari 40 dirham.

Ummu Salamah menolak karena dirinya masih merindukan sosok suaminya. Ummu Salamah berkata,”lantas bagaimana hubunganku dengan suamiku? Bisakah aku bertemu dengannya di akhirat?

Nabi menjawab. ”Ketahuilah, seorang wanita yang memiliki dua suami akan diberikan pilihan oleh Allah untuk membersamai suaminya di akhirat yang paling baik akhlaknya.”

Dalam buku al-Ustadz Quraish Shihab, Membaca Sirah Nabi Muhammad dalam Sorotan al-Quran dan Hadis-Hadis Shahih, Ummu Salamah aktif bertanya  kepada Rasulullah mengenai banyak hal. Beberapa pertanyaannya menjadikan sebab turunnya (Asbab al-Wurud) dalam beberapa ayat al-Quran dan Hadis. Wallahu A’lam Bi As-Showwab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here