Prinsip-prinsip Bertetangga yang Diajarkan Nabi

0
648

BincangSyariah.Com – Syaikh Zaynuddin al-Malibari dalam karyanya Irsyad al-‘Ibad mengumpulkan sejumlah dalil dari Alquran dan Hadis mulai dari tema akidah, syariah, hingga akhlak. Salah satu tema yang beliau susun adalah tentang hak-hak tetangga. Di dalamnya, beliau mengutip sejumlah hadis dan riwayat-riwayat kisah orang-orang salih.

Tentang hak-hak tetangga (huquq al-jiiran) (al-Malibari, Irsyad al-‘Ibad, h. 96), berikut ini saya coba tampilkan beberapa hadis yang beliau kutip serta pesan apa yang ingin disampaikan di dalam setiap hadisnya.

  1. Persoalan berbuat baik kepada tetangga mendapat perhatian khusus dari Malaikat

عن ابن عمر وعائشة قالا: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما زال جبريل يوصيني بالجار حتّى ظننتُ أنه سيورثه

Dari Ibn ‘Umar dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, mereka berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Jibril tidak henti-hentinya berwasiat kepadaku soal tetangga hingga aku (hampir) mengira bahwa Jibril akan mewarisi dari tetangga itu. (H.R. Bukhari Muslim)

  1. Berbuat baik kepada tetangga adalah tanda keimanan

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يؤذ جاره واستوصوا بالنساء خيرا

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya dan perlahanlah menasihati perempuan dengan baik. (H.R. Bukhari)

  1. Menyakiti tetangga bisa membuat masuk neraka, meskipun salat dan sedekah rajin

قال رجل لرسول الله صلى الله عليه وسلم: إن فلانة تذكر من كثرة صلاتها تذكر من كثرة صلاتها وصدقتها وصيامها غير أنها تؤذي جارها بلسانها. فقال: هي في النار.

Seseorang bercerita kepada Rasulullah saw.: “ada seorang wanita yang disebut-sebut rajin salatnya, banyak sedekahnya, rutin puasanya, tapi ia suka menyakiti tetangganya dengan ucapannya.” Rasulullah saw. menjawab: dia (akan) masuk neraka (dahulu). (H.R. Ahmad, al-Bazzar, Ibn Hibban, dan al-Hakim).

  1. Bukan orang beriman jika membiarkan tetangganya kelaparan
Baca Juga :  Agar Memiliki Hati yang Lapang, Bacalah Doa Ini Setiap Pagi

ليس المؤمن الذي يشبع وجاره جائع إلى جنبه

Bukan orang yang beriman jika dia dalam keadaan kenyang, sementara tetangga sebelahnya kelaparan. (H.R. al-Hakim dan al-Baihaqi)

Demikian beberapa prinsip-prinsip bertetangga yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Semoga kita bisa terus memperbaiki akhlak kita kepada siapapun, khususnya kepada tetangga. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here