Potret Pemimpin yang Akan Mendapatkan Bau Surga

1
950

BincangSyariah.Com – Semerbak bau parfum M. Micallef  ‘Ananda Dolce adalah aroma bau parfum yang disukai oleh makhluk Tuhan yang memiliki budget parfum tiga jutaan untuk sekali beli. Namun aromanya, membuat orang jatuh cinta jauh sebelum ia memakainya. Alias semerbak baunya sudah tercium dari satuan jarak tertentu, dan tentu baunya membuat romansa hati bahagia dan berbunga-bunga. Karena bau parfum dengan merk M. Micallef  ‘Ananda Dolce hanya dimiliki oleh orang-orang pilihan dan istimewa.

Jika parfum M. Micallef  ‘Ananda Dolce saja sudah bisa menjadikan banyai orang jatuh hati, bahkan terbiang dari satuan jarak tertentu, lantas apakabar dengan bau surga? Tentu setiap insan mendambakan dan menginginkan. Karena dengan bisa mendapatkan bau surga, tentu ia sudah berada dalam satuan jarak yang tidak jauh lagi atau bahkan sudah berada dalam surga.

Namun nyatanya tidak semua orang bisa mendapatkan bau surga tersebut, terlebih untuk seseorang yang memiliki amanah dalam memimpin, atau yang biasa dikenal dengan pemimpin. Meski tidak mudah,  namun pemimin yang bisa bersikap adil, bisa menindaklanjuti permasalahan dengan baik, adalah potret pemimpin yang bakal mendapatkan bau surga kelak. Yang demikian berlandaskan pada hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari. Beliau bersabda:

ما من عبد استرعاه الله رعية فلم يحطها بنصيحة إلا لم يجد رائة الجنه

Tidaklah seorang hamba yang Allah jadikan pemimpin, kemudian dia tidak menindaklanjutinya dengan baik, selain tidak akan mendapatkan bau surga (HR Bukhari)

Dalam pandangan Islam, kepemimpinan merupakan amanah dan tanggungjawab yang tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada anggota-anggota yang dipimpinya, tetapi juga akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah Swt. Jadi, pertanggungjawaban kepemimpinan dalam Islam tidak hanya bersifat horizontal-formal sesama manusia, tetapi bersifat vertical-moral, yakni tanggungjawab kepada Allah Swt di akhirat nanti.

Baca Juga :  Hukum Memberi Salam pada Orang yang Sedang Mengantuk

Oleh karena itu, tak heran jika pemimpin siapa saja yang bisa menjalanlan tugas, amanah, dan menindaklanjuti setiap perkara dengan baik akan mendapatkan bau surga kelak. Sebab potret pemimpin yang semikian telah mengikuti jalan yang telah Allah perintahkan, tak heran jika ada ganjaran yang indah dari-Nya. Sebagaimana disebutkan Allah dalam surah an-Nisa ayat 58:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu

Alhasil, dapat disimpulkan bahwa pemimpin yang akan mendapatkan bau surga adalah sosok pemimpin yang bisa menjalankan amanah dan menindaklanjuti setiap perkara dengan baik. Pemimpin disini bisa berlaku untuk pemimpin siapa saja, baik dalam tingkat tinggi (pemimpin umat/negara) maupun pemimpin dalam tingkatan yang paling rendah, yaitu peminpin bagi diri sendiri.

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Fenomena blusukan mulai ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia sejak tampilnya Ir. Joko Widodo sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Istilah blusukan sendiri diserap dari kata dasar bahasa jawa blusuk. Kata blusuk kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan akhiran –an sehingga menjadi blusukan. Menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kata blusuk memiliki arti masuk. Artinya, orang yang melakukan blusukan berarti masuk ke tempat-tempat tertentu untuk mengetahui sesuatu. (Baca: Potret Pemimpin yang Akan Mendapatkan Bau Surga) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here