Di Mana Sebaiknya Posisi Orang yang Mentalqin Mayit Setelah Dikuburkan?

0
761

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, setelah mayit dikuburkan, maka dia dianjurkan untuk ditalqin. Talqin adalah membacakan sebagian doa-doa khusus untuk mayit dan sebagian lagi membaca nasehat yang berisi bimbingan dalam menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur. Lantas di mana sebaiknya posisi orang yang mentalqin mayit setelah dikuburkan?

Menurut para ulama, posisi orang yang mentalqin mayit adalah duduk di depan kepala mayit sambil menghadap pada wajahnya. Posisi ini dianjurkan agar lebih bisa memperdengarkan bacaan talqin pada mayit. Anjuran ini berlaku baik pada mayit laki-laki maupun mayit perempuan. (Baca: Dalil Kebolehan Mentalqin Mayit)

Selain itu, dianjurkan orang yang mentalqin mayit adalah orang yang shaleh, mengerti tentang masalah agama dan dianjurkan juga agar didampingi keluarga mayit, atau orang yang shaleh lainnya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hawasyi Al-Syarwani berikut;

ويقعد الملقن عند رأس القبر عبارة فتح المعين فيقعد رجل قباله وجهه ويقول يا عبد الله بن أمة الله الخ وعبارة النهاية ويقف الملقن عند رأس القبر وينبغي أن يتولاه أهل الدين والصلاح من أقاربه وإلا فمن غيرهم

Orang yang mentalqin dianjurkan duduk di depan kepalan kuburan (mayit). Dalam kitab Fathul Mu’i disebutkan, ‘Hendaknya seseorang (orang yang mentalqin) duduk di depan wajah atau kepala mayit dan kemudian membaca; Wahai hamba Allah dan seterusnya. Dalam kitab Al-Nihayah disebutkan, ‘Orang yang mentalqin hendaknya duduk di bagian kepala kuburan (mayit) dan hendaknya talqin dilakukan oleh orang-orang yang mengerti agama dan baik dari kelurga mayit. Jika tidak ada dari keluarganya, maka dari orang lain.

Dalam kitab Hasyiah Al-Bujairimi ala Al-Khatib juga disebutkan sebagai berikut;

ويقعد الملقن عند رأس القبر ، أما غير المكلف وهو الطفل ونحوه ممن لم يتقدمه تكليف فلا يسن تلقينه لأنه لا يفتن في قبره

Baca Juga :  Hukum Menalqin Non-Muslim yang Sakaratul Maut

Orang yang mentalqin hendaknya duduk di bagian kepala kuburan (mayit). Adapun orang yang belum mukallaf, yaitu anak kecil dan lainnya yang belum pernah dikenai beban taklif, maka tidak disunnahkan untuk ditalqin karena dia tidak ditanyakan di dalam kuburnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here