Hukum Menjadikan Poin Telkomsel untuk Penggalangan Dana

0
27

BincangSyariah.Com – Indonesia merupakan wilayah yang beriklum tropis. Iklim ini ditandai oleh keberadaan hutan hujan tropis, yang tersebar mulai dari Sabang sampai Mereuke. Akibat tidak langsungnya, curah hujan di Indonesia terbilang tinggi. Antara Kemarau dan Penghujan, tidak memiliki perbedaan iklim yang menyolok, sebagaimana yang terdapat di wilayah-wilayah 4 musim. Indonesia hanya memiliki 2 musim, yaitu kemarau dan penghujan.

Akibat dari tidak jauhnya gap suhu dan musim, Indonesia menjadi negeri yang subur. Tanahnya dicirikan oleh morfisasi (perubahan fisik) bebatuan yang lapuk dan terdiri dari tanah aluvial. Ciri dari tanah ini adalah gembur dan subur.

Namun, ada kelemahan dari tekstur tana semacam ini, yaitu mudah sekali terbawa oleh air. Jadi, tidak heran bila kemudian sering terjadi bencana tanah longsor, banjir bandang, dan sejenisnya di wilayah Indonesia. Efek alam dan iklim, sangat berperan besar terhadap timbulnya bencana-bencana tersebut.

Karena besarnya tingkat kerawanan terhadap bencana, maka sudah sewajarnya bila ada lembaga yang berjaga-jaga untuk mengadakan penggalangan dana guna membantu mengantisipasi terhadap kemungkinan korban dari bencana tersebut. Misalnya adalah LPBI (Lembaga Penanggulangan Bencana Indonesia) yang bernaung di bawah payung Organisasi Sosial dan Kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU).

Sebenarnya ada banyak sumber dana. Namun, ada yang mungkin untuk kita jadikan sumber penggalangan dana, yaitu mengefektifkan POIN Telkomsel. POIN Telkomsel ini adalah harta berjamin. Seringkali perannya kurang diperhatikan. Nah, tugas kita adalah mengoptimalkannya.

Bagaimana caranya melakukan efektifitas POIN Telkomsel ini sebagai sumber penggalangan dana oleh lembaga penggalang dana (crowdfunding) semacam? DI sini, penulis akan coba untuk menguraikannya.

Langkah-Langkah menjadikan POIN Telkomsel sebagai Sumber Dana

Pertama kali yang perlu kita lakukan untuk menjadikan POIN Telkomsel sebagai sumber penggalangan dana, adalah menyadari terlebih dulu bahwa POIN Telkomsel itu merupakan harta yang berjamin. Ada perbedaan cara menjadikan harta berjamin sebagai sumber dana, dengan harta murni yang terdiri dari uang kes.

Setidaknya, ada dua perlakuan dalam mewujudkan aset berjamin ini sebagai sumber dana. Awal mulanya kita harus menyiapkan sebuah manajemen, yang terdiri dari: 1) manajemen pengumpulan POIN dan 2) manajemen pencairan POIN. Namun, untuk melangkah ke dua manajemen ini, terlebih dulu harus faham, bagaimana cara memberitahu masyarakat agar faham cara mentransfer POIN tersebut ke nomor tujuan.

Cara mentransfer POIN Telkomsel ke Nomor Lain (Lembaga Crowdfunding)

Masyarakat calon donatur terlebih dahulu harus faham mengenai cara mentransfer POIN ke nomor tujuan. Untuk itu, berikut ini penulis sajikan caranya, mengutip dari penjelasan yang disampaikan oleh pihak Telkomsel.

  1. Cara kirim poin Telkomsel ke nomor lain melalui format SMS KIRIM
  2. Untuk melakukan pengiriman, silakan siapkan dulu gadget yang sudah menggunakan nomor HP berisi kartu yang ada poinnya.
  3. Tak masalah jika HP-nya jadul atau bukan smartphone masa kini. Sebab untuk transfer, Anda cukup memakai menu pesan SMS.
  4. Buka menu SMS di HP Anda.
  5. Ketikkan dalam menu pesan SMS urutan berikut ini: KIRIM (JumlahPoin) (spasi) Nomor tujuan yang ingin dikirimi poinnya. Misalnya: KIRIM400 081234567890
  6. Kirim SMS tersebut ke nomor 777

Cara pengiriman ini adalah berbasis SMS Kirim. Ada juga cara transfer POIN ini melalui mekanisme SMS sebagai berikut:

  1. Buka menu pesan lalu pilih tulis pesan di HP Anda.
  2. Ketikkan POIN (JumlahPoin) (spasi) Nomor tujuan yang ingin ditransferi poinnya. Misalnya: POIN (400) 081234567890
  3. Kirimkan SMS ke nomor 777

Setelah itu, tunggu notifikasi balasan dari Telkomsel bahwa transaksi transfer POIN itu teah berhasil dilakukan.

Manajemen Pengumpulan POIN Telkomsel

Untuk melakukan pengumpulan POIN Telkomsel, pihak crowdfunding harus memiliki sebuah sistem pengumpul POIN. Sistem ini bisa berupa pesawat handphone dengan nomor yang dijadkan sebagai khusus dari Telkomsel, dan selanjutnya nomor tersebut disebar ke berbagai simpul penggalangan dana. Penyebarannya bisa lewat WA Group, Akun Media Sosial, atau sejenisnya.

Selanjutnya, berbekal hasil pengumpulan POIN tersebut, pihak crowdfunding bergerak mencairkannya.

Manajemen Pencairan POIN Telkomsel

Setelah POIN Telkomsel berhasil dikumpulkan, langkah berikutnya adalah melakukan pencairan POIN Telkomsel menjadi dana / uang kes. Setidaknya, ada 2 langkah yang harus dilakukan untuk mencairkan POIN sebagai dana dalam bentuk uang tunai.

Pertama, secara manual, bisa dilakukan dengan jalan mengikuti ketentuan yang terdapat dalam App MyTelkomsel. Yang paling ringan dalam pandangan peneliti adalah dengan menukarkannya sebagai pulsa.

Selanjutnya, pulsa yang didapat, dijual ulang. Hasilnya kemudian dimasukkan sebagai sumber donasi. Alhasil, ada mekanisme proses yang agak panjang dan harus dilalui. Namun, meski panjang proses perjalanannya, setidaknya tetap merupakan sarana efektif untuk penggalian dana. Mengapa? Sebab, hampir selalu para pengguna Telkomsel akan melakukan isi ulang pulsa. Dari pembelian itu, ia akan mendapatkan POIN Telkomsel lagi. Demikian seterusnya, lagi dan lagi.

Kedua, dengan jalan menjalin kerjasama dan akad kemitraan bersama Telkomsel. Pihak lembaga penggali dana bisa bekerjasama secara langsung dengan pihak Telkomsel. Contoh pihak yang sudah melakukan akad kerjasama, adalah Rumah Zakat (RZ). Nah, tentu peluang donasi bagi Lembaga-Lembaga Zakat lannya, akan sangat terbuka.

Melalui akad kerjasama/kemitraan ini, ada 2 ruang kemungkinan yang akan dialami oleh lembaga crowdfunding, yaitu:

  • Pihak crowdfunding harus menyediakan penukar, sehingga ia harus berbisnis terlebih dulu, atau
  • Pihak lembaga crowdfunding bisa langsung meminta pencairan ke Telkomsel atas poin yang dikumpulkan. Perlu diketahui bahwa 1 POIN, dinilai secara resmi sebagai 100 rupiah oleh pihak Telkomsel. Jadi, bila terkumpul 1 juta POIN saja, maka hasilnya setara dengan 100 juta rupiah dalam bentuk uang tunai.

Nah, solutif, bukan? Penulis berharap bahwa penjelasan singkat ini bisa dijadikan sarana efektif penggalangan dana oleh lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan. Apalagi Indonesia adalah negeri yang rawan terhadap bencana. Rekan-rekan LPBI dan LAZISNU bisa ambil bagian dan melakukan gerak cepat promosi, dalam wilayah ini!

Wallahu a’lam bi al-shawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here