Hukum Membuat Pipa Rokok dari Gading Gajah, Apakah Boleh?

0
1553

BincangSyariah.Com – Di beberapa daerah di Indonesia, ada sebagian masyarakat yang menggunakan pipa rokok yang terbuat dari gading gajah. Bagaimana hukum menggunakan pipa rokok yang terbuat dari gading gajah ini, apakah boleh? (Hukum Makan Daging Gajah, Halal atau Haram?)

Menurut ulama Syafiiyah, gading gajah dan tulangnya termasuk barang najis. Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Muhadzdzab berikut;

ﻣَﺬْﻫَﺒُﻨَﺎ ﺍﻟْﻤَﺸْﻬُﻮﺭُ ﺃَﻥَّ ﻋَﻈْﻢَ ﺍﻟْﻔِﻴﻞِ ﻧَﺠِﺲٌ ﺳَﻮَﺍﺀٌ ﺃُﺧِﺬَ ﻣِﻨْﻪُ ﺑَﻌْﺪَ ﺫﻛﺎﺗﻪ ﺃﻭ ﺑﻌﺪ ﻣَﻮْﺗِﻪِ

Pendapat kami yang masyhur adalah bahwa sesungguhnya tulang gajah adalah najis, baik diambil setelah disembelih atau setelah matinya.

Oleh karena itu, jika dijadikan alat atau wadah dari sesuatu yang kering, maka hukumnya makruh. Namun jika dijadikan alat atau wadah dari sesuatu yang basah, maka hukumnya haram karena akan menajiskan. Imam Nawawi berkata dalam kitab Al-Majmu’ sebagai berikut;

ﺍﻟﻌﺎﺝ ﺍﻟﻤﺘﺨﺬ ﻣﻦ ﻋﻈﻢ ﺍﻟﻔﻴﻞ ﻧَﺠِﺲٌ ﻋِﻨْﺪَﻧَﺎ ﻛَﻨَﺠَﺎﺳَﺔِ ﻏَﻴْﺮِﻩِ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻌِﻈَﺎﻡِ ﻟَﺎ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ ﻓﻲ ﺷﺊ ﺭَﻃْﺐٍ ﻓَﺈِﻥْ ﺍُﺳْﺘُﻌْﻤِﻞَ ﻓِﻴﻪِ ﻧَﺠَّﺴَﻪُ . ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑُﻨَﺎ ﻭَﻳُﻜْﺮَﻩُ ﺍﺳْﺘِﻌْﻤَﺎﻟُﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺷْﻴَﺎﺀِ ﺍﻟْﻴَﺎﺑِﺴَﺔِ ﻟِﻤُﺒَﺎﺷَﺮَﺓِ ﺍﻟﻨَّﺠَﺎﺳَﺔِ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺤْﺮُﻡُ ﻟِﺄَﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﺘَﻨَﺠَّﺲُ ﺑِﻪِ. ﻭَﻟَﻮْ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﻣُﺸْﻄًﺎ ﻣِﻦْ ﻋَﻈْﻢِ ﺍﻟْﻔِﻴﻞِ ﻓَﺎﺳْﺘَﻌْﻤَﻠَﻪُ ﻓِﻲ ﺭَﺃْﺳِﻪِ ﺃَﻭْ ﻟِﺤْﻴَﺘِﻪِ ﻓَﺈِﻥْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺭُﻃُﻮﺑَﺔً ﻣِﻦْ ﺃَﺣَﺪِ ﺍﻟْﺠَﺎﻧِﺒَﻴْﻦِ ﺗَﻨَﺠَّﺲَ ﺷَﻌْﺮُﻩُ ﻭَﺇِﻟَّﺎ ﻓَﻠَﺎ، ﻭَﻟَﻜِﻨَّﻪُ ﻳُﻜْﺮَﻩُ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺤْﺮُﻡُ؛ ﻫَﺬَﺍ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻤَﺸْﻬُﻮﺭُ ﻟِﻠْﺄَﺻْﺤَﺎﺏِ

Sesuatu yang diambil atau terbuat dari tulang gajah itu najis menurut kami, sebagaimana najisnya tulang-tulang yang lain. Tidak diperbolehkan menggunakannya dalam perkara yang basah. Lantas apabila digunakan pada perkara yang basah, maka dia akan menajiskannya.

Ulama kami berkata; ‘Dimakruhkan menggunakannya pada perkara yang kering karena bersentuhan dengan perkara yang najis, dan hal itu tidaklah haram. Karena benda yang kering tidak menjadi najis sebabnya.

Baca Juga :  Hukum Berselawat di Klub Malam

Dan ketika seseorang membuat sisir dari tulang gajah, dan digunakan untuk (menyisir rambut) kepala atau jenggotnya, maka apabila salah satunya basah maka rambut itu menjadi najis, dan jika tidak basah, maka tidak najis.’ Namun demikian itu (ketika dua-duanya kering) makruh, dan tidak haram. Pernyataan ini yang masyhur di kalangan ulama Syafiiyah.

Dengan demikian, membuat pipa rokok dari gading gajah tidak boleh karena gading gajah adalah najis. Dan, ketika diletakkan di mulut yang basah akan membuat mulut menjadi najis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here