Pesan Ulama Sufi: Menghancurkan Bangsa Dimulai dengan Mempengaruhi Generasi Muda

0
239

BincangSyariah.Com – World Sufi Forum 2019 yang berlangsung di Pekalongan Jawa Tengah memang telah berlalu. Namun masih menyisakan banyak pesan yang disampaikan oleh banyak ulama Sufi dunia yang hadir kurang lebih dari 90 negara. Terutama soal harapan sekaligus peringatan terhadap negara Indonesia ini yang telah terbukti mampu menjaga perdamaian dan persatuan negerinya.

Adalah Syeikh Dr. As-Syuhumi, seorang ulama yang berasal dari Libya. Sambil berapi-api, ia menyampaikan harapan sekaligus peringatan kepada Indonesia. Dalam sidang pertama komisi A yang membahas tema; Peran Tasawuf dalam Penanggulangan Radikalisme, Ia mengatakan bahwa ada sekelompok aliran dalam islam yang harus diwaspadai saat ini, sambil menyebutkan contoh negara-negara yang luluh lantah akibat dari perbuatan mereka seperti Libya, Syiria, dan Yaman.

Kelompok yang ia sebut sebagai sebuah mazhab yang berbahaya itu telah terbukti meluluh lantahkan banyak negara islam. Pola-pola yang mereka pakai selalu berawal  dengan mempengaruhi generasi mudanya. Dengan hal ini, ia merasa perlu bahwa umat islam saat ini harus menjaga generasi muda dari pengaruh aliran-aliran yang mengatasnamakan islam, namun malah tidak mencerminkam islam itu sendiri. Bahkan, mereka tidak bisa dikatakan memiliki ilmu yang baik. Buktinya, mereka sama sekali tidak bisa diajak berdialog atau bahkan berdebat sekalipun dalil yang kita pakai sudah menurut sumber-sumber yang terpercaya dan otentik seperti Al Qur’an dan hadis.

Lebih jauh lagi, Syeikh Dr. As-Syuhumi mengkahawatirkan negara Indonesia yang saat ini terbukti memiliki kemerdekaan penuh dalam bernegara. Ia memperingatkan bahwa kelompok tersebut bisa saja merusak generasi muda Indonesia dengan banyak pengaruh negatif yang mereka tanamkan dalam akal dan pikiran sejak dini. Contoh-contoh buah pikir mereka adalah paham Mujassimah atau meyakini bahwa Allah Swt adalah seperti makhluk lainnya, dalam arti lain memiliki fisik yang bisa terbayang oleh kita sebagai manusia. Itu terbukti dalam pemahaman tafsir ayat  ar-rahman istawa ‘ala al-‘arsy, bahwa mazhab ini mengartikan Allah itu bersemayam di Arsy atau dalam kata lain, Allah itu mempunyai tempat tinggal, yaitu Arsy. Padahal tidak demikian, Allah Swt berbeda dengan makhluknya dan mustahil mempunyai fisik seperti mahluk yang merupakan ciptaan-Nya.

Baca Juga :  Soal Konflik Papua, Ibu Sinta Nuriyah Mengenang Kearifan Gus Dur

Kemudian, mazhab tersebut sangatlah berbahaya dan bukanlah sebuah mazhab dalam islam. Sebab, mereka selalu membabi buta dengan banyak menyalahkan adat dan tradisi kelompok lain. Bahkan, mereka sampai membunuh dan menghancurkan tempat-tempat seperti pemakaman ulama serta para waliyullah dan tempat lainnya. Oleh karena itu, Ia kembali menegaskan pesannya kepada Indonesia untuk menjaga dan memperbaiki generasi mudanya, sebab posisi Indonesia sangatlah penting di dunia dalam menegakkan keadilan dan perdamaian. Bagaimana bisa menyebarkan perdamaian di negera lain jika generasi mudanya sendiri tidak terurus dan rusak terkena virus dari mazhab tersebut.

‌Di akhir, Ia memperingatkan kembali bahwa sudah banyak negara yang hancur akibat ulah kelompok mazhab tersebut. Jika Indonesia tidak mampu menjaga generasi mudanya serta menanggulangi faham-faham dari aliran madzhab tersebut, bisa jadi pada masa depan negara ini akan hancur diluluhlantahkan dan seluruh masyarakatnya dihancurkan. Naidzubillahi min dzalika.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here