Pesan Surat at-Takasur: Mengumpulkan Kekayaan Namun Lalai Kehidupan Akhirat

0
1861

BincangSyariah.Com – Berdasarkan urutan turunnya, surat At-Takatsur berada pada urutan ke-15. Sedangkan untuk urutan di dalam Al-Qur’an, surah ini berada pada urutan ke 15, sedangkan secara tartiib mushafi ayat ini berada pada urutan ke 102 dari 114 surah lainnya, selain itu surah ini termasuk kategori Makkiyah (diturunkan di Mekah). Seperti yang tercantum dalam Mabaahits Fi ‘Ulum al-Qur’an karya Syaikh Manna’ Al-Qatthan jika terdapat kalimat-kalimat ancaman, larangan, teriakan, teguran, tantangan bahkan nasib umat-umat terdahulu dalam Alquran itu merupakan ciri-ciri dari Makkiyah.

Surah yang terdiri dari 8 ayat dengan arti bermegah-megahan ini berisi teguran serta ancaman kepada orang-orang terdahulu yang sibuk mengumpulkan kekayaan namun lalai kehidupan akhirat yang kekal.

Cinta Dunia Lalai Akhirat

اَلْهٰٮكُمُ التَّكَاثُرُ ۙ

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu”. (1)

Adapun surat ini turun sebab Bani Haritsah dan Bani al-Harits yang berasal dari kabilah Anshar saling berbangga-bangga dan bermegah-megah. Mereka saling menyombongkan orang-orang yang masih hidup maupun orang yang sudah wafat. Seperti ungkapan seorang penyair yang dikumandangkan oleh al-Ahnaf bin Qais dengan nama aslinya adh-Dhahhak, “Engkau akan menjadi milik hartamu jika engkau menahannya, dan jika engkau menafkahkannya maka harta itu menjadi milikmu.”

Hal ini disitir dari pertanyaan Al-Hafizh Ibnu ‘Asakir yang melihat uang dirham di tangan seseorang, “Milik siapa dirham ini?” ujarnya, lalu orang itu berkata kepadaku, dia mengatakan, “Uang itu akan menjadi milikmu jika engkau menginfakkannya, baik untuk memperoleh pahala maupun untuk mendapatkan rasa syukur.”

حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَا بِرَ ۗ

“sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (2)

Ibnu Hatim meriwayatkan dari Ibnu Zaid bin Aslam dari ayahnya, telah berkata Rasulullah bersabda bahwa, “bermegah-megahan telah melalaikanmu dari ketaatan sampai kamu masuk ke dalam kubur, yakni sampai kematian menjemput.”

Peringatan dan Pertanggungjawaban

Baca Juga :  Tafsir Surah al-Ikhlas: Penegasan Keesaan Allah

كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِ ۗ

“Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti,” (4)

Tak tanggung-tanggung, Allah memperingatkan manusia hingga dua kali pada ayat ke 3 dan 4 dalam QS. at-Takasur ini. Lalu, apa yang diancamkan Allah kepada manusia yang melalaikan akhirat sebab bermegah-megahan ?

Al-Hasan al-Bashri mengatakan “ini adalah ancaman di atas ancaman.”pada ayat ini disebutkan bahwa seandainya manusia mengetahui dengan sebenarnya, niscaya akan mengejar kehidupan akhirat ketimbang hidup bermegah-megahan di dunia. Manusia akan tersadar dari kelalaiannya ketika kematian telah mendatanginya, sedangkan ketika masa itu telah datang sia-sialah penyesalannya. Allah telah memberi peringatan secara berulang dalam Q.S. at-Takasur sebagai bukti bahwa ancaman Allah sangatlah dasyhat.

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَ ۙ

“niscaya kamu benar-benar akan melihat Neraka Jahim,” (5)

Ancaman pada ayat sebelumnya dijelaskan dalam ayat ini. Bagi orang yang bermegah-megahan hingga lalai dengan kehidupan akhirat akan menjadi penghuni neraka.

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِ ۙ

“kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri,” (6)

Selama di dunia keberadaan neraka hanyalah sebatas ‘ilmu al-yaqin, keyakinan yang didasari oleh penjelasan pengetahuan. Dan saat manusia dibangkitkan pada hari kiamat berganti menjadi ‘ainu al-yaqin yakni penglihatan secara nyata bentuk neraka Jahiim.

Imam al-Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda “Ada tiga hal yang mengantarkan jenazah, lalu dua di antaranya masih kembali sedang satu lagi tetap bersamanya. Jenazah itu diantar oleh keluarga, harta, dan amalnya, lalu keluarga dan hartanya kembali pulang sedangkan amalnya tetap bersamanya.” Riwayat Muslim, at-Tirmidzi dan an-Nasa’i.

Tulisan ini adalah hasil kerjasama bincangsyariah.com dengan CRIS Foundation Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here