Pesan Surat Al-Zalzalah : Yang Dikerjakan, Akan Dipertanggungjawabkan di Akhirat

0
1885

BincangSyariah.Com – Hari kiamat merupakan hari dimana kehidupan di dunia terhenti. Tatkala seluruh dunia hancur berkeping-keping, maka kehidupan dunia telah berakhir dan berubah menuju kehidupan akhirat yang kekal abadi. Hari itu bumi bergoncang dahsyat, semua makhluk yang ada di dalam bumi keluar dari dalam hingga menewaskan semua makhluk yang ada di permukaan bumi. Allah Swt. Menjelaskan kejadian ini dalam sebuah surat yang terdapat di Juz 30 atau Juz ‘Amma yakni Surat al-Zalzalah yang berarti Kegoncangan.

Surat yang berada pada nomor urut 99 dinamakan dengan surat al-Zalzalah karena sesuai dengan bunyi ayat pertama Idza Zulzilatil Ardh Zilzalaha. Surat ini terdiri dari 8 ayat dan termasuk dalam kategori Madaniyyah (turun di Madinah).

Hubungan surat ini dengan surat sebelumnya yakni surat al-Bayyinah adalah jika surat sebelumnya berbicara mengenai dua golongan yakni golongan beriman terhadap ayat Allah (al-Mu’minin) dan golongan yang mengingkari ayat Allah (al-Kafirin).

Golongan pertama disebut sebagai golongan terbaik (khayr al-bariyyah). Sedangkan, golongan kedua mendapatkan sebutan sebagai golongan terburuk ( syarrul Bariyyah ). Surat ini merupakan penjelas dari surat sebelumnya mengenai informasi terhadap semua makhluk Allah bahwa setiap perbuatan terdapat balasan atau konsekuensi pada saat hari pembalasan. Balasan terhadap apa yang dilakukan dijelaskan dalam ayat ke-7 dan 8:

فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره . ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره

“Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Maka barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat biji zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.”

Al-Tabari dalam tafsirnya kedua ayat terakhir ini merupakan penegas dari ayat ke 6. Ayat ke 7 menjelaskan mengenai penegasan Allah bahwa siapa saja yang mengerjakan perbuatan baik sekecil apa pun, maka orang tersebut akan mendapat balasan dari apa yang diperbuat.

Baca Juga :  Ini Tiga Orang yang Dijauhi Rasulullah di Hari Kiamat

Begitu pula sebaliknya, maka balasannya pun setimpal dengan perbuatannya sebagaimana yang dijelaskan pada ayat 8. Al-Tabari pun menjelaskan lebih lanjutn bahwa kedua ayat tersebut bertujuan untuk memahamkan para pembaca juga pendengar agar dapat lebih memahami konsekuensi dari perbuatan yang dilakukan selama hidup di dunia. Bagi yang taat kepada Allah Swt., maka ia akan beruntung. Sedangkan bagi yang ingkar, maka akan celaka.

Imam al-Mawardi pun menambahkan dari penafsiran ayat di atas bahwa balasan akan diterima oleh siapa pun. Jika seorang beriman melakukan perbuatan salah, maka perbuatan salah akan mendapatkan balasan di dunia, sedangkan di akhirat akan mendapatkan balasan yang baik. Namun, bagi orang yang kafir melakukan hal perbuatan baik, maka balasan perbuatan tersebut hanya berlaku di dunia, sedangkan di akhirat akan mendapatkan balasan yang buruk. Ada pun perbuatan yang dilakukan mencakup hal yang bersifat besar dan kecil serta hal yang nyata maupun tersembunyi.

Penutup, menurut hemat penulis surat ini mengajarkan kepada semua hamba Allah untuk mengimani eksistensi hari kiamat. Selain itu surat ini mengajarakan kepada kita untuk tetap intropeksi diri terhadap segala perbuatan yang sering dilakukan. Karena hal itu terdapat akibat dan balasan di kemudian hari. Apa yang dilakukan saat ini, hasilnya akan dituai di akhirat. Oleh sebab itu, marilah kita intropeksi diri dan tetap optimis dalam hidup sehingga mendapatkan balasan yang terbaik dari Allah Swt. Wallahu A’lam Bisshowab.

Tulisan ini adalah hasil kerjasama bincangsyariah.com dengan CRIS Foundation Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here