Pesan Nabi, Meski Besok Mati Tetaplah Menanam Pohon

0
192

BincangSyariah.Com – Ketersediaan pangan merupakan kebutuhan dasar manusia, begitu juga pentingnya udara yang sejuk dan bebas polusi bagi kesehatan. Demikianlah gambaran pentingnya menanam tumbuhan, baik untuk keperluan pangan atau keberlanjutan ekosistem alam yang hijau.

Maka dari itu dalam sebuah hadis Rasulullah berpesan agar umatnya gemar menanam sekalipun ia tahu esok akan mati. Dalam sebuah hadis dikatakan

إن قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا

Artinya: “Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya maka tanamlah.” (HR. Bukhari&Ahmad)

Senada dengan hadis Nabi di atas, dalam al-Jami’ al-Kabir karya al-Suyuthi, anjuran tersebut juga dikatakan oleh Umar bin Khathab kepada seseorang tua renta dalam riwayat berikut

عن عمارة بن خزيمة بن ثابت قال : سمعت عمر بن الخطاب يقول لأبي : ما يمنعك أن تغرس أرضك ؟ فقال له أبي : أنا شيخ كبير أموت غدا ، فقال له عمر : أعزم عليك لتغرسنها. فلقد رأيت عمر بن الخطاب يغرسها بيده مع أبي

Dari Amarah bin Khuzaimah berkata, “Aku mendengar Umar bin Khathab berkata kepada bapakku. “Apa yang menghalangimu untuk menanam lahanmu?” Bapakku berkata, “Aku tua renta yang akan mati besok.” Umar berkata, “Ku yakinkan Kau harus menanamnya.”

Riwayat tersebut juga disebutkan dalam kitab al-Silsilah al-Shahihah karya Nashiruddin al-Albani. Berdasarkan hadis tersebut serta riwayat dari Umar bin Khattab, menunjukkan bahwa sesungguhnya Islam mengajarkan kepada umatnya agar menjaga dan merawat bumi. Sebab hal tersebut akan menjadi pahala yang mengalir baginya setelah meninggal.

Jika tahu akan manfaat yang akan diberikan setiap tanaman, maka jangan berhenti untuk menanamnya. Sekalipun mengetahui akan kiamat esok hari, tetap disunnahkan menanam. Sebab meski tidak untuk dirinya, tanaman tersebut akan bermanfaat bagi bagi orang lain atau generasi setelahnya.Wallahu’alam.

Baca Juga :  Tiga Ciri Orang yang Terjangkit Sifat Riya


BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here