Pesan Ibn Qayim Kepada Pecinta Dunia

0
367

BincangSyariah.Com – Salah satu kekhawatiran Rasulullah adalah ummat Islam berlomba-lomba ketika dunia dibentangkan dan akhinrya hancur karenanya. Terjebak dalam cinta yang berlebihan kepada dunia sangat berbahaya, karena dapat melemahkan dan menggerus keimanan seseorang kepada Allah. Sebab itulah banyak orang yang menyebut gila dunia (hubbud dunya) sebagai sumber kehancuran ummat.

Dalam kitab Ighatsatul Lahafan,  Ibnu  Qayyim rahimahullah menuliskan sebuah pesan indah untuk orang-orang pecinta dunia. Beliau berkata:

مُحِبُّ الدُّنْيَا لَا يَنْفَكُّ مِنْ ثَلَاثٍ : هَمٌّ لَازِمٌ ، وَتَعَبٌ دَائِمٌ ، وَحَسْرَةٌ لَا تَنْقَضِى

 Pecinta dunia tidak akan terlepas dari tiga hal : kesedihan (kegelisahan) yang terus-menerus; keletihan yang berkelanjutan; dan penyesalan yang tidak pernah berhenti

Mengapa kesedihan, keletihan, dan penyesalan terus menghantui para pecinta dunia? Ketahuilah jika seseorang menjadikan dunia sebagai tujuan dan prioritas utanma dalam hidupnya, maka cintanya kepada dunia akan emlebihi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Alhasil seseorang tersebut akan sering lalai dalam menjalankan kewajibannya. Dan sebagai konsekuensinya, ia akan mudah tergelincir ke dalam pusaran dosa. Pusaran dosa itulah yang menghadirkan kesedihan, keletihan dan penyesalan dalam dirinya.

Para pecinta dunia tidak akan siap menghadapi sebuah kehilangan harta sedikit saja. Ia akan merasakan kesedihan  yang teramat sangat sebab dunianya sudah berkurang. Mungkin langkah selanjutnya akan mengejar lagi hinga mendapatkan yang lebih. Obsesi yang terlalu tinggi menghadirkan keletihan yang berkelanjutan. Atau bahkan bisa menjadi stress jika tidak bisa meraih apa yang ia inginkan.

Penyakit mencintai dunia yang berlebihan akan membawa malapetaka dalam kehidupan. Agar terhindar dari penyakit tersebut, kita harus senantiasa memantapan akidah. Tujuan daalam prinsip akidah Islam adalah untuk mencapai kebahagiaan di akhirat kelak, bukan semata-mata bertujuan khusus di dunia. Karena barangsiapa yang bisa menerima apa-apa yang telah Allah anugerahkan dengan penuh ridha, maka cukuplah keberuntungan baginya. Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah bersabda:

Baca Juga :  Kata Nabi, Dunia adalah Penjara Umat Islam

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ

Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberikan rezeki yang cukup, dan dia merasa puas dengan apa yang Allâh berikan kepadanya (HR Muslim)



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here