Perumpamaan Sakit yang Dirasakan Seorang Mukmin Saat Kematian Datang

0
3726

BincangSyariah.Com – Mati merupakan satu-satunya hal yang pasti dalam kehidupan tiap insan. Namun kematian itu juga yang selalu dianggap jauh oleh banyak orang. Padahal ia dekat, semakin dekat bersaman dengan berlalunya waktu.

Banyak yang merasa kematian adalah hal yang menakutkan dan menyakitkan karena saat itu seluruh aktivitas kehidupan akan terhenti. Akan tetapi itu hanya dalam bayangan karena yang hidup tidak bisa mencoba merasakan kematian dan yang mati tidak bisa bangkit untuk berbagi pengalaman rasa sakit saat nyawanya dicabut.

Namun ada sebuah hadis yang menceritakan tentang betapa hebatnya rasa sakit yang akan dirasa ketika kematian datang menghampiri, sebagaimana dalam hadis berikut ini

عن الحسن ان النبي صلی اﷲ عليه وسلم قال قدر شدۃ الموت وكربه علی المومن كقدر ثلاثمايۃ ضربۃ بالسيف

Dari Hasan ra, sesungguhnya Nabi Saw. bersabda, “Perkiraan besarnya rasa sakit dan nyerinya kematian atas seorang mukmin seperti tiga ratus kali tebasan pedang.”

Dalam hadis ini telah dijelaskan betapa menakutkan dan sakitnya saat ruh dicabut, kematian terasa seperti ditebas pedang tiga ratus kali. Membayangkan tertebas pedang saja sudah terasa nyeri dan meremang seluruh bulu roma, bagaimana rasanya dengan tebasan tiga ratus kali itu?

Oleh karena itu, barang siapa yang meyakini akan pastinya kedatangan kematian maka selayaknya ia bersiap dengan melakukan banyak amal saleh dan menjauhi hal-hal yang dilarang agama, sebab tidak akan ada yang tahu kapan kematian itu akan datang menghampiri. Demikian penjelasan Abu Layyist Samarqandi dalam kitabnya Tanbihul Ghafilin.

Hadis di atas ditemukan dalam kitab yang ditulis Abu Layyist Samarqandi sebagai peringatan bagi orang-orang yang lalai, menurut Ibnu Arabi hadis di atas dhaif karena mursal atau tidak diketahui dalam rantai sanadnya siapa periwayat setelah Sahabat.

Baca Juga :  Bila Engkau Dihina Balaslah Dengan Kebaikan dan Doa

Akan tetapi Abu Layyist Samarqandi memasukkannya ke dalam bab tentang Pedihnya Kematian dan meletakkannya setelah hadis shahih tentang kematian sebagai penjelas bahwa seorang mukmin meski tahu dahsyatnya derita ketika nyawa dicabut tapi tetap merindukan bertemu Rabb-nya yaitu Allah Subhanahu wata’ala. Sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut

عن انس بن مالك رضي اﷲ عنه قال قال رسول اﷲ صلی اﷲ عليه وسلم من احب لقاء اﷲ احب اﷲ لقاءه ومن كره لقاء اﷲ كره اﷲ لقاءه قالوا يارسول اﷲ كنا يكره الموت قال ليس ذلك بكرهۃ الموت ولكن المومن اذا احتضر جاءه البشير من اﷲ تعالی بما يرجع اليه فليس شيء احب اليه من لقاء اﷲ تعالی فاحب اﷲ لقاءه وان الفاجر او قال الكافر اذا احتضر جاءه النذير بما هو صاءر اليه من الشر فكره لقاء اﷲ فكره اﷲ لقاءه

Dari Anas bin Malik ra berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang mencintai bertemu dengan Allah niscaya Allah mencintai bertemu dengan-Nya dan barangsiapa yang membenci bertemu dengan Allah niscaya Allah membenci bertemu dengannya.’ mereka berkata, ‘wahai Rasul tidak ada di antara kita yang menyukai kematian.’ Nabi menjawab, ‘Bukanlah itu tentang tidak menyukai kematian, akan tetapi seorang mukmin ketika datang ajalnya maka datang kabar gembira dari Allah Swt karena apa yang telah dia lakukan dan tidak ada hal yang paling dicintai seorang mukmin kecuali saat bertemu Allah ta’ala maka Allah Swt. pun akan mencintai bertemu dengannya. Sedangkan orang yang durhaka -atau dia mengatakan kafir- jika tiba ajalnya maka datang peringatan karena kejahatan yang telah dia lakukan maka dia akan benci bertemu Allah taala maka Allah pun benci bertemu dengannya,’ .” (HR Ahmad)

Baca Juga :  Dicintai Allah, Kata Kunci Menghadapi Kematian dan Kiamat

Menurut Ibnu Arabi dalam catatan kaki yang ditulisnya, hadis ini shahih dan bagian awal hadis di atas juga ditemukan dalam riwayat Bukhari dan Muslim.

Pada intinya, tidak ada yang menyukai kematian bahkan para sahabat, karena ketika ajal datang dan ruh dicabut itu sungguh terasa menyakitkan, akan tetapi jika mengingat ucapan seorang Jalaluddin Rumi dalam kalam hikmahnya, pecinta mana yang peduli meski harus melalui derita jika pada akhirnya dia akan bertemu sang kekasih tercinta di kehidupan abadi yang datang setelah kematian? Sungguh derita adalah candu bagi setiap pecinta yang merindu kekasihnya. Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here