Pertanyaan Buat Gus Baha dan Quraish Shihab; dari Mimpi Bertemu Rasul Sampai Soal Cinta

0
343

BincangSyariah.Com – Dalam video berjudul Gus Baha dan Abi Quraish Menjawab Soal Cinta Taaruf dan Fans K-Pop di Narasi TV, Gus Baha dan Quraish Shihab menjawab beberapa pertanyaan netizen, dipandu oleh Najwa Shihab. Berikut beberapa pertanyaan yang diajukan dan jawaban yang diberikan: 

Bagaimana jika sampai mati tidak memahami isi dalam Al-Qur’an dan hanya mengkhatamkan berkali-kali?

Gus Baha menjawab bahwa untuk bisa paham seluruh isi dalam Al-Qur’an, hukumnya adalah fardhu kifayah, hanya satu-dua orang di kawasan tertentu yang wajib memahaminya. Sebenarnya sudah cukup dengan belajar dan mengkhatamkan Al-Qur’an sebagai bukti cinta untuk sowan kepada Allah Swt.

Ia mencontohkan dengan satu cerita bahwa ada seorang wali yang menghadapi orang yang hendak meninggal 2-3 tahun lagi. Sang wali menyuruh orang tersebut untuk menghafal Al-Qur’an. Para santri bertanya, mengapa demikian? Sang Wali menjawab agar ia meninggal dunia dalam keadaan belajar terus-menerus.

Sementara itu, Quraish Shihab menyampaikan bahwa agar bisa memahami sedikit demi sedikit, metode membaca Al-Qur’annya mesti diubah menjadi bukan sekadar dibaca, tapi dibaca dengan arti dan tafsirannya.

Siapa ahli tafsir yang paling memengaruhi pemikiran Quraish Shihab dan Gus Baha?

Saat menjawab pertanyaan ini, Gus Baha menjelaskan terlebih dahulu bahwa belajar tafsir Al-Qur’an tokohnya sangatlah banyak. Tapi untuk tafsir rasa Jawa, ia mengaku dipengaruhi oleh Syekh Nawawi.

Ia melanjutkan, Mbah Moen (K.H. Maimun Zubair) sering bercerita padanya bahwa jika membaca tafsir, maka jangan mengikat diri sendiri sebab makna Al-Qur’an jauh lebih luas ketimbang tafsir itu sendiri. Jika tafsirannya salah, maka isi Al-Qur’an tidak pernah salah.

Quraish Shihab menambahkan bahwa memang tak ada penafsir Al-Qur’an yang tidak salah. Bisa jadi benar pada masanya, bisa jadi benar pada tinjauannya, jadi tidak bisa berkata dipengaruhi seseorang.

Baca Juga :  M. Quraish Shihab: Ciptakan di Bumi Bayang-Bayang Surga

Bagaimana caranya bisa bertemu Rasulullah Saw. walau hanya sebatas mimpi?

Quraish Shihab memaparkan tiga cara. Pertama, meneladani tata cara ibadah dan akhlak serta adab Rasulullah Saw. Kedua, sering shalawatan. Terakhir, sering melakukan dakwah. Sulit untuk memimpikan Rasulullah Saw., tapi saat memimpikan beliau, siapa pun akan langsung tahu bahwa itu Rasulullah Saw. meskipun bisa berbeda-beda. Ada yang nampak tua dan ada yang Nampak muda.

“Mimpi (bertemu) Rasul tidak mungkin salah. Mimpi Tuhan pasti salah.” Pungkas Quraish Shihab.

Bolehkah menyelawati seseorang supaya bisa berjodoh?

Gus Baha menjawab bahwa salah satu sarana agar hajat tersampaikan adalah dengan bershalawat. Apalagi calon tersebut diidam-idamkan karena keshalehan atau keshalehahannya.

Siapa sebenarnya Kang Rukhin dan Kang Musthafa yang sering disebut-sebut dalam ceramah Gus Baha?

Gus Baha hanya istiqomah ngaji di rumah dan Yogyakarta. Kedua tokoh tersebut tidak fiktif melainkan memang ada, keduanya menganggap Gus Baha sebagai guru. Dua tokoh tersebut sering muncul dalam ceramah Gus Baha lantaran ada cara khas pondok yang mengharuskan ada lawan bicara ketika menyampaikan dakwah.

Bagaimana melatih diri agar akhlak lebih kuat ketika berada di negara yang berbeda dengan nilai-nilai yang berbeda dengan yang dianut di negara asal?

Bagi Gus Baha, jika terus memegang teguh tradisi ilmu dan aqidah yang benar, maka seorang manusia pasti akan selalu merasa hutang jasa hanya kepada Allah Swt. meskipun suatu negara sistemnya sudah bagus tapi itu tetap ciptaan Allah Swt., bukan manusia.

Banyak orang membenarkan suatu hal dengan mengikuti hati. Apakah hati selalu benar dan bagaimana bisa merasakan hati kita agar sering benar?

Quraish Shihab menjawab bahwa hati nurani tidak selalu benar karena dibentuk oleh lingkungan, budaya, dan pengetahuan. Semua punya hati Nurani. Hati nurani, kalau mau benar, harus dibentuk oleh cahaya ilahi. Jika sudah terbentuk, kalau sumbernya sudah benar, maka akan benar. Sumber segala sumber Al-Qur’an.

Baca Juga :  Gus Baha' dan Peci Putih

Bagaimana cara menghadirkan Allah di hati kita sedangkan Allah itu tak terbayang?

Gus Baha menjawab dengan melatih diri agar senantiasa merasa bergantung kepada Allah Swt. Sedangkan jawaban Quraish Shihab adalah tidak mungkin segala sesuatu ada tanpa ada yang mengadakan. Dalam kontes mengingat, ada yang dinamakan jangkar. Jangkar ingatan. Semua hal bisa menjadi jangkar untuk mengingat Allah swt.

Bagaimana kita bisa bergerak dari ajaran agama Islam yang hanya sebatas ritual menuju diskusi yang lebih mendalam dan bermakna?

Bagi Gus Baha, semuanya mesti melewati proses. Apabila tidak paham lafadz dalam shalat, setidaknya kita mengerti beberapa meskipun sebagian kecil misalnya Allahu Akbar yang bermakna bahwa Allah Swt. Maha Besar.

Apabila sudah mencari calon istri tapi tak kunjung mendapatkan, apakah tandanya harus menyerah?

Tanpa ragu, Gus Baha menjawab bahwa seharusnya dari awal mencari calon istri sudah pasrah kepada Allah Swt. Quraish Shihab menambahkan bahwa di dunia tidak ada yang tidak berkekurangan. Pilihlah yang agamanya baik. Setelah itu, pilihlah (berdasarkan) yang lain. Jangan cari yang sempurna.

Bagaimana cara taaruf yang benar?

Jawaban Gus Baha sangat pendek: jangan melanggar syariat. Sedangkan Quraish Shihab menjelaskan bahwa melaksanakan taaruf tidak boleh seperti membeli kucing di dalam karung, harus mengenal calon pasangan terlebih dahulu. Zaman dulu cukup hanya dengan melihat, tapi zaman sekarang tidak. Keduanya harus tetap saling kenal terlebih dahulu.

Bagaimana jika terlalu fanatik dalam menjadi K-Popers atau penggemar Korean Pop (K-Pop)?

Lagi-lagi, jawaban Gus Baha singkat saja. Ia menjawaba tidak boleh. Apa-apa yang berlebihan pasti tidak baik. Quraish Shihab menutup dengan kisah sekelompok orang yang ngefans berat sama Nabi Muhammad Saw. Begitu Nabi meninggal, mereka langsung murtad. Hal tersebut terjadi karena terlalu berlebihan menjadi penggemar. Quraish Shihab menutup dengan satu nasihat: jangan menilai sesuatu dari materi. Jangan menilai sesuatu dari orangnya. Nilailah sesuatu karena substansi yang ada di dalamnya.[]

Baca Juga :  Aneka Definisi Maslahat (Mashlahah) Menurut Ulama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here