Ini Cara Agar Tidak Melupakan Pertanggungjawaban Nikmat Allah

0
604

BincangSyariah.Com – Acapkali kita mendapatkan kebaikan yang tak terdega dan spontan menyikapinya dengan perasaan senang dan bahagia, lantas mengucapkan “Alhamdulillah”. Ucapan spontanitas tersebut bisa diartikan sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah nikmat dari Allah. Jika Allah sudah memberikan berbagai nikmat di dunia dengan banyak cara, sudahkah kita memanfaatkannya dengan baik? atau justru kita terlena dan tak sempat beribadah kepada-Nya? Atau bahkan sudah diberi nikmat namun masih merasa kurang?

Tidak hanya beasiswa LPDP atau proposal agenda saja yang butuh laporan pertanggungjawaban. Nikmat permberian Allah pun akan diminta pertanggungjawabannya kelak. Karena waktu dan tanggal pertanggungjawaban tidak tertera saat nikmat itu turun, banyak dari manusia yang melupakan hal tersebut. Padahal jika sering kita muraja’ah juz 30 bagian surat At Takatsur ayat 8 Allah mengingatkan dengan ayat-Nya:

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu.

Ayat terkhir dari surat At Takatsur di atas menguatkan celaan terhadap orang-orang yang beremegah-megahan dalam kenikmatan dunia. Bahwa akan tiba suatu hari yang akan menanyakan “apa yang kamu perbuat dengan nikmat-nikmat itu? Apakah kamu telah menunaikan hak Allah daripadanya? Atau apakah kamu menjaga batas-batas hukum Allah yang telah dutentukan dalam bersenang-senang dengan nikmat tersebut?” Jika tidak, maka ketahuilah bahwa nikmat-nikmat tersebut akan menjelma menjada celaka di akhirat kelak.

Dengan begitu kita tetap harus waspada akan setiap nikmat yang dititipkan sejenak keapada kita. Sebut saja bola mata nan indah ini, sudahkah digunakan  haknya untuk membaca Al Qur’an yang mulia setiap hari? Atau hanya terpakai jika bulan Ramadan saja? Selebihnya hanya membaca status orang di media sosial. Jika diintrogasi sekarang, mungkin kita masih bisa mengelak dengan berbagai alasan yang telah dirangkai indah sebelumnya.

Baca Juga :  Homoseksual dalam Hukum Islam Termasuk Pidana?

Namun kelak akan tiba saatnya dimana orang yang telah dianugerahkan nikmat akan ditindak di akhirat. Jika ia membantah dan mengingkari perbuatan buruknya di dunia, maka akan datang lidah, tangan, dan kaki yang akan menceritakan apa yang telah dikerjakannya dahulu di dunia. Kisah tersebut termaktub dalam QS An Nur ayat 24:

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Menurut Al Maraghi, persaksisan tersebut bukanlah persaksian dengan ucapan. Melainkan dengan penetapan dan penjelasan dari anggota tubuh. Tangan akan bersaksi atas apa yang telah dilakukan dengan gerakan, begitun dengan kaki, lisan dan anggota lainnya. dengan begitu adanya pertanggungjawaban atas nikmat yang telah Allah berikan menuntut manusia utuk menggunakan nikmat tersebut dengan sebaik-baiknya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here