Permudah Bimbingan Haji, Kemenag Atur Kloter Berbasis Kecamatan

3
1618

BincangSyariah.Com – Melihat banyaknya pendaftar jamaah haji yang bertambah setiap tahunnya, maka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta agar proses pembimbingan ibadah dipermudah, yaitu dengan mengubah kloter haji menjadi berbasis kecamatan.

Pengkloteran yang dibentuk berdasarkan jamaah haji perkecamatan ini menurut Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU)  Nizar, sebagai tindak lanjut atas permintaan Menag agar menjadikan tahun 2020 sebagai momentum peningkatan kualitas manasik haji.Salah satunya dengan penyempurnaan sistem zonasi.

“Dengan menyempurnakan pelaksanaan sistem zonasi. Hal ini tidak diniatkan untuk melemahkan, tapi justru menguatkan peran KBIH serta memudahkan KBIH untuk melakukan bimbingan dan pendampingan jemaah,” tegas Nizar saat menerima Pengurus Pusat Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (PP FK-KBIH) di kantornya, Senin (14/10), sebagaimana dilasir dari laman resmi Kemenag.

Terkait isu sistem zonasi akan melemahkan KBIH, Nizar mengaku telah melakukan sosialisasi di beberapa daerah dan kebanyakan KBIH terlihat mendukung sistem zonasi ini diterapkan. Sebab di samping memudahkan proses bimbingan selama di Saudi Arabia, sistem zonasi juga dapat memfasilitasi keberadaan KBIH untuk saling menguatkan satu sama lain.

Sistem zonasi ini akan diberlakukan pada musim haji 1441H/2020M, Nizar berharap dengan dikelompokkan pada satu zona, maka pembimbing KBIH akan lebih mudah mengkoodinir mobilitas jemaah dari hotel menuju haram, baik ketika di Mekah atau Madinah.

“Melalui sistem zonasi, jemaah haji dari daerah tertentu dapat ditempatkan dalam satu zona selama di Arab Saudi. Sehingga, akan memudahkan pembimbing ibadah KBIH dalam melakukan tugas bimbingan dan pendambingan bagi jemaah haji,” jelas Nizar.

Nizar mngungkapkan bahwa pihak Ditjen PHU akan mengirimkan manifes segera setelah MoU antara Menteri Agama dan Menteri Haji Arab Saudi. “Agar sistem zonasi dapat berjalan secara maksimal, pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020, harus segera dilakukan manifes lebih awal,” tambahnya.

Baca Juga :  Apakah Tidak Ikut Jihad Berarti Munafik?

Nizar berharap manifes yang dibagikan lebih awal, akan memudahkan pihak Kemenag Kabupaten/Kota untuk meminta Kepala KUA agar membentuk kloter berdasarkan jemaah yang ada di tingkat kecamatan. Selain itu, melalui sistem zonasi ini, pengkloteran jemaah sudah bisa dipastikan jauh-jauh sebelumnya.

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here