Perkalian dan Pertambahan, Apakah Termasuk Salib? Ini Jawaban Menarik Ulama Arab Saudi

0
959

BincangSyariah.Com – Sebagian orang berpendapat bahwa melihat simbol-simbol yang menyerupai salib dapat mengganggu keimanannya kepada ajaran Islam. Mereka menyatakan ada rasa terusik ketika melihat simbol-simbol tersebut. Tapi pertanyaannya, bagaimana jika simbol yang dianggap menyerupai salib tersebut hanyalah lambang perkalian dan pertambahan? Atau bagaimana yang dianggap menyerupai salib tersebut ternyata adalah bendera negara tertentu?

Saya langsung saja ingin mengutipkan penjelasan yang justru saya kutipkan dari situs islamqa.info. Situs ini didirikan oleh seorang ulama salafi, Syaikh Shalih al-Munajjid. Dalam jawabannya, ketika menjawab pertanyaan tentang indikator (ad-dhawabith) bentuk-bentuk salib yang diharamkan, ia menjawabnya dengan dua hal,

١. إذا كان قد رسم على أنه صليب ، فهذا لا يجوز للمسلم حمله ولا لبسه ولا شراؤه ولا بيعه ولا رسمه ؛ لأن علة تحريم رسم الصليب ولبسه هي البعد عن مشابهة النصارى وتعظيم رموزهم الدينية الباطلة ، وهذه العلة واقعة في كل شكل من أشكال الصليب التي تعرفها طوائف النصارى إذا كانت وضعت على أنها صليب لتعظم وترمز لما يريدون
٢. أما إذا رسمت زخرفة معينة ، أو صنعت بعض الأشياء المنزلية والأدوات العادية ، فوافق أن نتج عنها شكل من أشكال الصليب السابقة ، فهذا ينظر فيه
أ‌- فإن كان يظهر للناظر لأول وهلة أنه رسم الصليب المشهور اليوم في معظم الكنائس ولدى أكثر النصارى ، وهو عبارة عن خطين أحدهما طولي والآخر عرضي ، بحيث يقطع الخط العرضي الخط الطولي ، وتكون الجهة العلوية أقصر من السفلية ، وهو الشكل الأشهر للصليب منذ أن أحدثه النصارى ، مأخوذ من الخشبة التي يصلب عليها من يُراد قتله ، فإن كان يظهر للناظر من الوهلة الأولى هذا الأمر ، وجب نقضه وإزالته ، أو تعديله بما يخرجه عن كونه صليبا ، وقد كان النبي صلى الله عليه وسلم ( لا يترك في بيته شيئا فيه تصاليب إلا نقضه) .
ب‌- أما إذا لم تكن صورة الصليب ظاهرة ، وإنما نتج عن زخرفة غير مقصودة ، أو كان البناء بالهندسة المتقاطعة أنفع وأكثر مرونة ، أو استعمل لرموز رياضية معينة ، كرمز الجمع أو الضرب في علم الحساب ، ففي هذه الحال لا يجب نقضه ولا إزالته ، ولا حرج في صنعه ولا في بيع ما احتوى عليه ، لانتفاء العلة ، وهي التشبه بالكفار وتعظيم رموزهم ، فإن رمز الصليب في هذه الحالة دقيق غير ملاحظ ، ولا معتبر .

  1. Jika memang telah tegas kalau itu adalah bentuk salib. Maka tidak boleh bagi seorang muslim membawa, mengenakan, membeli, atau menjual, termasuk menggambarnya. Karena ‘illat (alasan jelas penentuan hukum dalam fikih Islam) pengharaman gambar salib adalah untuk menjauhi menyerupai orang-orang Nasrani dan mengagungkan simbol-simbol keagamaannya yang tidak benar (menurut ajaran islam). ‘Illat ini berlaku bagi semua bentuk salib yang dikenal oleh kelompok-kelompok dalam agama kristiani jika memang dimaksudkan sebagai salib yang mereka agungkan.
  2. Namun, jika bentuknya menjadi hiasan tertentu, atau bentuk-bentuk alat-alat rumahan yang kebetulan menyerupai bentuk salib, maka ada dua hal yang perlu diperhatikan,

Pertama, jika bagi yang melihat pada kali pertama itu adalah bentuk salib yang memang dikenal hari ini di semua gereja dan di kebanyakan para orang Kristiani. Yaitu, bentuknya berupa dua garis, satunya vertikal dan satunya horizontal. Dan garis horizontal melintang di garis vertikal, serta garis vertikal yang sisi atas lebih pendek dari yang bawah. Dan, ini adalah bentuk salib yang dikenal di umat Kristiani, yang diadopsi dari kayu yang digunakan untuk menyalib. Maka jika demikian, wajib diturunkan atau dihilangkan, atau dirubah sehingga tidak lagi menyerupai dengan salib (yang diagungkan). Ini didasari oleh hadis Nabi Saw. riwayat al-Bukhari, “Nabi Saw. tidak meninggalkan bentuk salib apapun di rumahnya melainkan ia menghapusnya”.

Kedua, jika bentuk salib tidak benar-benar jelas, tapi merupakan hasil dari zakhrafah (seni kombinasi garis/ornamen) yang tidak dimaksudkan sejak awal sebagai salib. Atau misalnya struktur bagunan yang memang menyilang agar lebih baik. Atau, jika digunakan sebagai simbol matematis tertentu misal pertambahan atau perkalian di ilmu matermatika. Maka kalau seperti ini tidak wajib dihilangkan. Juga tidak mengapa membuatnya, atau menjual sesuatu yang mengandung bentuk yang “dikira” salib itu, karena hilangnya ‘illat hukumnya. Karena simbol salib disana tidak begitu jelas.

Syaikh Shalih al-‘Utsaimin, dalam kumpulan fatwanya – masih dalam artikel tersebut – juga pernah menyatakan bahwa jika memang tidak dimaksud simbol yang dimaksud sebagai ritual atau menjadi simbol keagamaan, seperti simbol-simbol dalam matematika atau simbol pada jam digital yang bermakna penambahan, maka itu tidak termasuk kepada yang diharamkan.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here