Perjanjian Perkawinan

0
924

BincangSyariah.Com – Pernikahan adalah ikatan lahir batin antara laki-laki dan perempuan untuk membentuk keluarga yang sakinah guna mencapai rida Allah Swt. Islam mengartikan pernikahan tidak hanya hubungan private. Keridaan Allah dalam tujuan nikah adalah yang utama.

Walau demikian, bukan berarti pernikahan adalah hubungan yang tanpa masalah. Tidak sedikit pernikahan yang berakhir dengan perceraian. Akibatnya cukup beragam, mulai dari hak asuh anak, harta benda, dan akibat-akibat lainnya. Untuk itu sebagian pasangan sebelum melakukan perkawinan membuat perjanjian perkawinan.

Perjanjian perkawinan adalah perjanjian yang dibuat oleh pasangan terkait dengan pemisahan harta perkawinan. Sebab, jika tidak dibuat perjanjian seperti ini, setiap harta yang diperoleh selama dalam ikatan perkawinan adalah milik bersama suami istri. Ketika mereka bercerai, harta tersebut dibagi dua. Apabila ada perjanjian perkawinan maka penyelesaian harta bersama tersebut dibagi sesuai dengan isi perjanjian.

Membuat perjanjian perkawinan dalam Islam adalah hal yang mubah. Pembuatan perjanjian perkawinan tidak hanya dapat dilakukan sebelum perkawinan atau pada saat akad nikah. Akan tetapi juga dapat dibuat pada saat berlangsungnya perkawinan. Hal ini sebagaimana putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia No. 69/PUU-XIII/2015. .

Baiknya perjanjian kawin dibuat dalam akta notaris dan didaftarkan ke Kantor Urusan Agama. Tujuannya agar tidak terjadi perselisihan terhadap adanya perjanjian perkawinan atau terhadap isi dari perjanjian perkawinan tersebut.

Dalam Islam ada juga model perjanjian perkawinan lainnya yaitu taklik talak. Taklik talak adalah ikrar yang dibacakan oleh suami. Isinya adalah janji talak yang akan jatuh apabila suami melanggar ikrarnya.
Itulah mengapa disebut taklik talak. Taklik berarti menggantungkan. Talak berarti putusnya ikatan perkawinan. Menggantungkan putusnya perkawinan atas peristiwa-peristiwa tertentu, itulah yang disebut dengan taklik talak.
Taklik talak boleh ada dan boleh juga tidak.

Baca Juga :  Kritik Hadis Keutamaan Puasa Rajab

Namun untuk kebaikan rumah tangga, taklik talak diatur oleh pemerintah Indonesia melalui Maklumat kementerian Agama Nomor 3 Tahun 1953. Isinya diatur dalam Peraturan  Menteri  Agama  RI  Nomor  2  Tahun 1990 sebagaimana tercantum dalam buku nikah.

Taklik talak boleh dibacakan dan juga tidak dibacakan. Tergantung daripada mana yang lebih maslahat. Tanda tangan sudah cukup dianggap sebagai ikrar dari adanya taklik talak. Sehingga apabila telah ditandatangani, maka taklik talak tersebut berlaku.
Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.