Perilaku Ghasab Sandal di Kalangan Pesantren

1
360

BincangSyariah.Com – Santri dipandang masyarakat sebagai seorang yang berakhlakul karimah, paham mengenai ilmu agama, tawaduk dan selalu mengamalkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Santri mempunyai tabiat untuk mencari dan mendalami ilmu-ilmu agama. Selain itu, mereka juga belajar untuk membangun karakter diri sendiri seperti membiasakan bangun pagi dan mengatur keuangan untuk membiayai kebutuhan. Namun, di luar persepsi tersebut terdapat budaya ghasab yang sangat sulit dihilangkan dikalangan santri.

Ghasab berasal dari bahasa Arab yang berarti merampas atau setengah memaksa. Sedangkan secara umum ghasab adalah mempergunakan barang milik orang lain dengan niatan tidak memilikinya tanpa sepengetahuan pemiliknya. Kata ghasab sudah tidak asing di kalangan pesantren jawa, khususnya kebiasan ghasab sandal. Perbuatan ghasab sandal termasuk perbuatan yang tidak bertanggung jawab pada diri sendiri dan dapat merugikan orang lain.

Tujuan para santri menggasab sandal karena sandal mereka juga di-ghasab oleh santri lain. Kemudian ghasab menjadi mata rantai yang tidak dapat terputus. Salah satu faktor melakukan ghasab adalah sandal yang tidak ditata rapi oleh pemiliknya dan dibiarkan berserakan di depan kamar. Pandangan para santri bahwasanya tradisi ghasab sudah menjadi hal yang sangat biasa. Bahkan mereka tidak segan untuk ghasab sandal temannya meskipun disitu ada pemiliknya. Hal tersebut berimbas pada orang lain, yakni pada guru dan tamu yang berkunjung di pondok.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memutus kebiasaan ghasab sandal. Pertama, meletakkan sandal di rak dan menatanya dengan rapi.

Kedua, memberi nama pada sandal (langkah ini harus dilakukan semua santri, karena jika hanya sebagian saja tidak akan efektif).

Ketiga, membuat peraturan pondok pesantren yang lebih tegas mengenai ghasab sandal.

Baca Juga :  Orang yang Sibuk Bekerja, Dapatkah Meraih Kemuliaan Ramadan?

Terakhir dan yang paling penting adalah mulai dari diri sendiri (kesadaran diri). Meskipun menumbuhkan kesadaran diri tidaklah mudah tapi harus mulai dibiasakan.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here