Pergi ketika Khutbah Id Berlangsung, Bagaimana Hukumnya?

0
948

BincangSyariah.Com – Meskipun bukan termasuk syarat sah salat Id, khutbah dan mendengarkan khutbah usai salat Id merupakan sesuatu yang disunahkan oleh syariat. Yang mana jika meninggalkan khutbah Id hukumnya adalah makruh. Hal itu sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi dengan mengutip perkataan Imam Syafi’i  yang terekam dalam kitab al-Majmu’ syarh al-Muhadzdzab berikut ini

ويستحب للناس استماع الخطبة ، وليست الخطبة ولا استماعها شرطا لصحة صلاة العيد ، لكن قال الشافعي : لو ترك استماع خطبة العيد أو الكسوف أو الاستسقاء أو خطب الحج ، أو تكلم فيها أو انصرف وتركها ، كرهته ولا إعادة عليه

“Dan disunahkan untuk umat manusia untuk mendengarkan khutbah. Khutbah Id dan mendengarkannya bukanlah syarat sah salat Id, tapi Imam Syafi’i berkata, ‘andai seseoarang tidak mendengarkan khutbah Id, khutbah gerhana, khutbah istisqa atau khutbah haji, atau berbicara ketika khutbah atau pergi dan meninggalkan khutbah, aku memakruhkannya sekalipun tidak wajib baginya mengulang”.

Namun bagi khatib jika melihat banyak jamaah yang tidak mendengarkan khutbah, sunah baginya untuk mengulang khutbah tersebut. Karena itulah sangat dianjurkan ketika khutbah berlangsung agar para peserta jamaah salat Id tidak menyibukkan dirinya dengan hal lain dan mendengarkan khutbah dengan seksama, baik perempuan ataupun laki-laki. Demikian pendapat yang dijelaskan oleh pengikut Imam Syafi’i, yaitu Imam al-Bindaniji dan Imam al-Mitawali berdasarkan hadis nabi yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Abas berikut ini

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم خطب يوم العيد فرأى أنه لم يسمع النساء فأتاهن فذكرهن ووعظهن وأمرهن بالصدقة. رواه البخاري ومسلم

Artinya; Sesungguhnya Rasulullah Saw. ketika khutbah pada hari Id, beliau melihat para wanita tidak mendengarkan, maka beliau mendatangi mereka. Beliau mengingatkan dan menasehati mereka lalu menyuruh mereka untuk bersedekah. (HR. Bukhari&Muslim)

Baca Juga :  Menabung untuk Kurban, Apakah Termasuk Nazar?

Maka berdasarkan hadis tersebut, jika seseorang memasuki tempat salat Id tapi ternyata salat telah berakhir dan khutbah sedang berlangsung, hendaknya duduk dan mendengarkan khutbah, dan mendirikan salat Id ketika khutbah telah selesai. Hal tersebut, jelas Imam Nawawi, agar dia mendapatkan pahala mendengarkan khutbah, karena khutbah adalah syariat yang disunahkan setelah salat Id berjamaah yang minimal didengarkan sebanyak 40 orang yang diwajibkan salat Jumat. dan orang yang salat Id sendiri tidak disunahkan khutbah.

Namun sebagaimana perkara yang tidak wajib, bagi seseorang yang meninggalkan tempat ketika khutbah berlangsung tidak dilarang ataupun berdosa. Sebab Rasul pun ketika khutbah juga mempersilahkan kepada jamaahnya yang tidak ingin mendengar khutbah untuk pergi atau boleh tetap tinggal mendengarkan khutbah. Sebagaimana dalam riwayat berikut

عن عبد الله بن السائب قال: “شهدت مع رسول الله صلى الله عليه وسلم العيد فلما قضى الصلاة قال: «إنا نخطب فمن أحب يجلس للخطبة فليجلس ومن أحب أن يذهب فليذهب»، ورواه النسائي

Dari Sahabat Abdullah bin al-Saaib berkata, ‘Aku menyaksikan hari raya bersama-sama dengan Rasulullah SAW. Ketika selesai shalat Id beliau berkata, “Sesungguhnya kita akan melaksanakan khutbah, maka barang siapa yang ingin duduk untuk mendengarkan khutbah maka silakan duduk, dan barang siapa yang ingin pergi maka silakan pergi.'”

Wallahu’alam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here