Perbedaan Sikap Allah dan Manusia Saat Dimintai Sesuatu

0
989

BincangSyariah.Com – “Doa adalah senjata orang mukmin”, begitulah sabda Nabi Muhammad saw. (au kama qola) dalam suatu kesempatan. Doa bisa berwujud tameng atau perisai untuk menangkal berbagai macam serangan atau musibah. Doa juga bisa berbentuk senjata yang dapat merobohkan kezaliman atau maksud buruk makhluk lain.

Doa adalah andalan utama mereka yang mengaku beriman kepada Allah Swt. Bahkan Allah Swt. memerintahkan hamba-Nya untuk memperbanyak doa kepada-Nya. Sebanyak apapun doa kita pada-Nya, pasti akan dikabulkan. Allah Swt. berfirman dalam Qs. Ghofir (40) : 60,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Berdoa termasuk sebagian  cara beribadah kepada Allah Swt. Berdoa menandakan kita amat lemah di hadapan Allah. Artinya, orang yang tidak mau berdoa kepada Allah, bahkan menyombongkan diri, maka ia akan dihinakan dengan masuk neraka.

Allah Swt. juga berfirman,

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran. (Qs. Al-Baqoroh (2): 186)

Memperbanyak doa tidak membuat kita nista di hadapan Allah Swt. Bahkan dengan rajin berdoa akan menjadikan kita mulia. Meminta kepada Allah tidak sama dengan meminta-minta pada sesama. Ketika kita sering meminta pada sesama manusia, maka akan dicap hina dan dibenci oleh mereka. Dalam sebuah syiir disebutkan,

Baca Juga :  Tiga Hal yang Membuat Seseorang Takut Menghadapi Kematian Menurut Quraish Shihab

الله يغضب ان تركت سؤاله وابن ادم حين يسئل يغضب

Allahu yaghdabu in tarokta sualahu # wabnu adama hina yus-alu yaghdabu.

Allah benci ketika engkau tidak meminta pada-Nya # sedang manusia benci ketika selalu diminta.

Kalau hanya sekali dua kali, orang akan bersimpati. Orang yang dimintai akan bermurah hati. Jadi, wajar diberi saat meminta. Tapi ketika lebih dari dua kali, jarang orang yang tidak merasa risih. Apalagi berturut-turut dalam meminta. Namanya juga manusia, rasa benci ketika diminta terus-menerus adalah hal yang manusiawi.

Namun ketika kita banyak meminta pada Allah Swt., maka justru kemuliaan yang akan diterima. Karena berdoa adalah hal paling mulia bagI Allah Swt. Rasulullah saw. bersabda:

 ليس شيئ اكرم على الله من الدعاء

Laisa syaiun akroma ‘alallahi minaddu’ai

Tidak ada sesuatu yang lebih mulia menurut Allah daripada berdoa. (HR. Imam Abu Daud, Ibnu Majah, At-Turmudzi, Annasa’i. Bulughul Marom Hal. 347)

Oleh karena itu, marilah kita perbanyak meminta kepada Allah Swt. Karena hal itu juga termasuk ibadah. Baik berdoa dengan bahasa Arab atau bahasa yang lainnya. Tidak ada doa yang tidak dikabulkan sebagaimana janji-Nya. Tugas kita hanya berdoa, yang mengabulkan adalah Allah Swt. Mari kita perbanyak berharap (berdoa) kepada Allah Swt. dan berhenti berharap (meminta) pada sesama. Allah Ta’ala A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here