Penyesalan Sang Iblis

0
216

bincangSyariah.Com – “Allah menguatkan agama ini melalui perantara seorang pendosa,” sabda Nabi dalam riwayat Bukhari dari Abu Hurairah Ra.

Konon, Iblis menyesal karena telah menggoda manusia untuk berbuat dosa, setelah ternyata dosa-dosa yg diperbuat oleh si manusia itu justeru menjadikannya merasa rendah diri dan tak henti-henti menyesalinya hingga rahmat Allah menariknya ke surga.

“Andai saja aku tak menjerumuskannya ke dalam dosa,” sesal Iblis sebagaimana dalam Ihyâ’. Boleh jadi si manusia tak banyak berbuat dosa, lalu dengan nafsunya dirinya merasa suci, sehingga takaburnya itu justeru menjauhkannya dari wangi surga.

Boleh jadi, seorang yg berpengatahuan agama oleh masyarakatnya dihormati; nasihatnya diikuti, perintahnya ditaati, fatwanya dipedomani, ajarannya dikaji dan diwarisi, dan tak ketinggalan status-status fesbuknya dikomentari dan disukai. Di mata mereka ia tampak sebagai ulama yg amil, namun sejatinya keikhlasan di hatinya nihil.

Di luar warak, di dalam riak. Di depan taat, di belakang maksiat. Dialah pendosa (fâjir) yg melaluinya pengetahuan agama ditransmisikan kepada banyak orang sehingga, dari sisi itu, agama menjadi semakin kuat (lihat takwilan Ali al-Khawwash terkait hadis di atas sebagaimana dituturkan asy-Sya’rani dalam Lawaqihul Anwar).

Baca Juga :  Apakah Kesabaran Itu Ada Batasnya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here