Menyaksikan Penyembelihan Hewan Kurban Via Online, Apakah Dapat Pahala?

2
923

BincangSyariah.Com – Saat ini beberapa pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan agar orang yang berkurban tidak hadir ke tempat penyembelihan hewan kurban, melainkan menyaksikan penyembelihan hewan kurbannya via online, seperti Whats Up, Zoom, dan lainnya. Apakah menyaksikan penyembelihan hewan kurban via online mendapatkan pahala sebagaimana menyaksikan secara langsung?

Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa bagi orang yang mewakilkan penyembelihan hewan kurbannya kepada orang lain, dia dianjurkan hadir ke tempat penyembelihan untuk menyaksikan proses penyembelihan hewan kurbannya secara langsung, bukan dengan perantara orang lain atau via online seperti Whats Up, Zoom, dan lainnya.

Menurut Syaikh Wahbah Al-Zuhaili, anjuran hadir secara langsung ini dimaksudkan untuk mengamalkan sunnah Nabi Saw dan mengharap ampunan dari setiap tetesan darah hewan kurban yang sedang disaksikan. Dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, beliau berkata sebagai berikut;

والافضل ان يذبح الرجل بنفسه ان احسن الذبح اتباعا لفعل النبي صلى الله عليه وسلم والسنة للمرأة ان توكل عنها  وان يحضر المضحي اضحيته بنفسه عملا بالسنة وطلبا بالمغفرة

Paling utama bagi laki-laki menyembelih sendiri hewan kurbannya, jika mampu,  untuk mengikuti perbuatan Nabi Saw. Dan sunnah bagi perempuan untuk mewakilkan sembelihan hewan kurbannya kepada orang lain. Dan orang yang berkurban, hendaknya menghadiri penyembelihan hewan kurbannya secara langsung karena mengamalkan sunnah dan mengharap maghfirah.

Anjuran ini berdasarkan hadis riwayat Imam Al-hakim dan Al-Bazzar dari Abi Said, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

يا فاطمة قومي إلى أضحيتك فاشهديها فإن لك بأول قطرة تقطر من دمها أن يغفر لك ما سلف من ذنوبك ، فقالت فاطمة : يا رسول الله هذا لنا أهل البيت خاصة أو لنا وللمسلمين عامة ؟ قال : لا بل لنا وللمسلمين عامة وسكت عنه

Baca Juga :  Rahasia di Balik Hati Manusia

Ya Fatimah, datanglah ke (tempat penyembelihan) hewan kurbanmu dan saksikanlah (saat penyembelihannya), sesungguhnya bagimu dari awal tetes darah hewan kurbanmu berupa ampunan dosa yang telah lalu. Lalu Fatimah bertanya; ‘Ya Rasulullah, apakah ini khusus untuk kelurga kita atau untuk kita dan keseluruhan umat Muslim? Kemudian Nabi Saw menjawab; ‘Tidak, bahkan ini berlaku untuk kita dan keseluruhan umat Muslim. Lalu beliau diam.

Tentu anjuran ini berlaku ketika dalam kondisi normal. Namun dalam kondisi darurat, seperti merebaknya Covid-19 seperti sekarang ini, maka status hadir ke tempat penyembelihan untuk menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban tentu bisa diganti dengan menyaksikan via online saja, tanpa perlu hadir langsung. Terdapat kaidah fiqih yang membenarkan praktek ini. Kaidahnya sebagai berikut;

اذا ضاق الامر اتسع

Jika suatu perkara dalam kondisi sempit atau tidak normal, maka hukumnya menjadi lapang.

Berdasarkan kaidah ini, dalam kondisi yang tidak normal seperti sekarang ini, maka hadir ke tempat penyembelihan bisa ganti dengan hanya menyaksikan via online saja, tanpa perlu hadir secara langsung. Dan karena itu, tentu status, pahala dan hukumnya sama dengan menyaksikan penyembelihan hewan kurban dengan hadir ke tempat secara langsung.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here