Dua Sikap Penyebab Doa Cepat Terkabul Menurut Imam Ibnu Qayyim

0
1953

BincangSyariah.Com – Ada kekuatan yang luar biasa yang membuat air laut bisa terbelah. Ada kekuatan yang sungguh luar biasa yang membuat kobaran api menjadi dingin. Ada kekuatan yang sangat dahsyat yang membuat bulan terbelah dua. Ada kekuatan luar biasa yang menyebabkan terjadinya berbagai peristiwa yang tak terjangkau oleh akal pikiran manusia. Kekuatan apakah itu? Itulah kekuatan doa. (Baca: Keistimewaan Orang yang Doanya Tak Langsung Diijabah)

Siapapun yang serius menggunakan menggapai kekuatan doa, inilah orang yang beruntung. Karena kekuatan doa itu dahsyat sekali. Tak lain doa adalah kepingan permintaan yang dittujukan langsung kepada  Dzat Yang Maha Kuasa. Dan barangsiapa yang bisa menggapai kekuatan doa tersebut, tentu doanya telah dikabulkan oleh-Nya.

Jika sudah terlalu sering merangkai doa terbaik, namun belum juga mencapai pada titik kekuatan doa dan terkabulnya doa, mungkin pesan Ibnu Qayyim di bawah ini bisa dijadikan cermin pribadi untuk intropeksi diri. Dalam  kitab Ushul al-Wushul ila-llah, Ibnu Qayyim menjelaskan:

وحسن الظن بالله لقاح الافتقار والاضطرار اليه فإذا اجتمعا ا ثمرا إجابة الدعاء

Berbaik sangka kepada Allah disertai merasa fakir dan butuh kepada-Nya (kau merasa tak ada yang kuasa menolongmu selain Allah), gabungan dua hal tersebut akan membuahkan kemakbulan doa.

Siratan dari keterangan di atas adalah  dua hal yang bisa mengantarkan kita pada titik kekuatan doa dan akhirnya doa tersebut dikabulkan oleh-Nya, yaitu berbaik sangka yang disertai sifat fakir kepada Allah dan merasa bahwa tiada lagi menolong kecuali pertolongan dari Allah.

Poin pertama mengingatkan kita kembali akan ibadah hati yang kadang mulai sering dilupakan. Bahkan jika doa tersebut masih belum terkabul, berbaik sangka kepada Allah akan mengantar seseorang melakukan sebab keselamatan.

Baca Juga :  Telaah Hadis: Benarkah Nabi Melarang Duduk-Duduk di Pinggir Jalan?

Namun pada keterangan tersebut berbaik sangka juga disertai dengan sifat kefakiran manusia, di mana kita sebagai hamba menyadari bahwa kita tiada daya dan upaya, melainkan apa Allah yang beri. Dalam berdoa, kita perlu menyelipkan rasa ini. Dengan begitu kita seutuhnya sadar dan menyerahkan setiap kekuatan yang datang hanya dari Allah.

Sehingga jika digabungkan dengan point yang kedua, merasa bahwa hanya Allah yang bisa memberi pertolongan, insya Allah akan membuahkan doa yang terkabul. Yang demikian diperkuat oleh hadis Rasulullah dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Beliau  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi)

Alhasil, berdoa tidak cukup dengan membacakan apa-apa yang diharapkan kepada Allah, melainkan juga diperlukan adanya berpikiran positif kepada Allah serta yakin seyakinnya bahwa hanya Allah yang bisa menjawab dan membantu apa yang kita doakan. Sebab dua hal tersebut adalah dua hal yang disebut-sebut sebagai penyebab terkabulnya doa menurut Ibnu Qayyim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here