Penyakit yang Menimpa Bisa Jadi Itu Penebus Dosa Anda

0
1087

BincangSyariah.Com – Dalam menjalankan kehidupan manusia tidak terlepas dari aturan syariat yang telah di tetapkan oleh Allah Swt, namun karena dorongan nafsu dan godaan setan manusia lalai akan kewajiban, dan banyak terjerumus ke dalam lembah dosa.

Hanya karena rahmat Allah dan kasih sayang-Nya, azab kepada orang-orang yang bermaksiat di muka bumi, ditunda tidak disegerakan. Andai disegerakan di muka bumi, siksa Allah kepada pelaku maksiat, maka manusia akan takut melakukan kemaksiatan.

Supaya kita kelak selamat, jauhilah perkara yang telah dilarang-Nya, dan semua perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawaban kelak, dan sepantasnya anggota tubuh kita menerima siksaan di dunia, namun Allah tidak menyegerakan siksaan tersebut.

Anggota tubuh kita digunakan bermkasiat, mata untuk melihat perkara yang diharamkan, tangan digunakan mengambil hak orang lain, kaki melangkah untuk tujuan menyakiti orang lain.

Imam Abdul Wahhab al-Sya‘rani menjelaskan dalam karyanya al- Minahus Saniyyah (hlm. 6) sangat pantas anggota tubuh kita menerima siksaan apabila kita melakukan perbuatan terlarang.

تنبيه ينبغي للعبد ان يفتّش اعضاءه الظاهرة والباطنة صباحا و مساء هل حفظت حدود الله تعالى التي حدها لها او تعدت؟ وهل قامت بما امرت به من غضّ البصر وحفظ اللسان والأذن والقلب وغير ذلك على وجه الإخلاص او لم تقم؟ فان رأى جارحة من جوارحه أطاعت شكر اللّه تعالى ولم يرى نفسه اهلا لذلك، وان رآها تلطّحت بمعصية من المعاصى أخد فى الندم والإستغفار ثم يشكر الله تعالى اذا لم يقدّرعليه اكثر من تلك المعصية ولم يبتل جوارحه التى عصت بالأمراض والجراحات والدمامل والقروح ، فانّ كلّ عضو إستحقّ نزول البلاء به

Artinya :

(Pengingat)…!!!  Seorang hamba alangkah baiknya di setiap pagi dan sore hari selalu meneliti anggota tubuhnya zahir maupun batin, apakah sudah menjaga hukum/peraturan yang sudah Allah tetapkan atau malah justru melanggarnya? Apakah sudah melaksanakan hal-hal yg diperintahkan seperti halnya menundukkan mata (dari hal yang diharamkan), menjaga mulut, telinga, hati, dan anggota tubuh yang lainnya atas dasar keikhlasan ataukah justru sebaliknya? Maka ketika dia melihat anggota tubuhnya sudah berjalan di atas ketaatan kepada Allah maka bersyukurlah, dan jangan pernah memiliki pikiran bahwa dirinya layak atas apa yg sudah dikerjakan itu, tetapi ketika dia melihat anggota tubuhnya berlumuran dengan dosa dan maksiat maka bergegaslah untuk menyesali semuanya serta perbanyaklah mohon ampun, kemudian ucap syukur pada Allah karena Dia tidak mentaqdirkan terhadap dirinya untuk maksiat yang lebih banyak  dari maksiyat yang sudah dilakukannya dan Dia tidak memberikan ujian terhadap anggota tubuhnya yang sudah dipergunakan dalam kemaksiatan seperti halnya dengan memberikan banyak sekali penyakit (di tubuhnya), luka-luka, bisul. Ini karena setiap anggota tubuh itu layak untuk mendapatkan suatu ujian

Kesengsaraan tubuh kita dalam menanggung penyakit bisa saja disebabkan oleh perbuatan yang kita lalukan. Introspeksi diri apabila anggota tubuh kita mengalami penyakit (siksaan) adalah hal yang wajib dilakukan. Mungkin saja Allah menyegerakan siksaan tersebut di dunia ini, dan bersyukurlah apabila perbuatan maksiat tidak langsung disegerakan siksaannya, karena Allah memberi peluang pada kita untuk bertaubat dan kembali pada jalan-Nya.

Baca Juga :  Tidak Ada Orang Tua di dalam Surga

Wallahu A’lam Bissawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here