Pentingnya Sertifikasi Halal Menurut Syaikh Hasan Hitou

0
120

BincangSyariah.Com – Saat ini peradaban barat memimpin dengan segala teknologi mutakhir yang ditemukannya dan dimanfaatkan oleh umat manusia. Tak terkecuali produk olahan makanan yang telah menjadi konsumsi sehari-hari yang telah diimpor ke banyak negara termasuk Indonesia, seperti roti dan lain-lain.

Menurut Syaikh Hassan Hitou Direktur Syariah Halal Kontrol Jerman, di sinilah letak pentingnya sertifikasi halal untuk makanan dari luar yang telah menjadi konsumsi sebagian masyarakat muslim urban dewasa ini. Sehingga penting bagi Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia untuk memberikan kepedulian terhadap produk impor yang masuk ke Indonesia.

“Kita perlu memastikan apakah makanan yang kita konsumsi halal atau tidak. Kita perlu memastikan kehalalan makanan yang diimpor dari sana, yang saat ini banyak kita gunakan untuk keperluan konsumsi sehari-hari,” kata Syaikh Hassan Hitou dalam seminar dengan tema; Shinaa’ah al-Halal fii Auruba (Industri Halal di Eropa), di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Senin (9/9/19)

Menurut beliau, salah satu ulama Indonesia yang pernah melakukan penelitian pada zat kandungan makanan di Eropa adalah mendiang Prof. Dr. Ali Mustafa Yaqub (yang disertasinya dibimbing oleh Syekh Hasan Hitou), yang menemukan kandungan babi dalam produk makanan.

“Jadi bisa saja bahan makanan itu secara tampak di luar halal tapi dalam pembuatannya tercampur atau dibuat dari bahan yang haram, seperti roti yang diproduksi di beberapa negara barat,” jelasnya.

Selain pada makanan konsumsi, menurut beliau terkadang beberapa kosmetik terdeteksi memakai unsur atau zat yang mengandung unsur yang diharamkan. “Juga sudah ada beberapa zat babi yang ditemukan dalam kosmetik,” jelas Guru Besar Hukum Islam di Universitas Kuwait tersebut.

Saat ini teknologi telah memungkinkan untuk meneliti unsur-unsur makanan tersebut dan telah banyak para ahli kimia yang bisa membantu untuk meneliti kandungan makanan dan kosmetik yang dipakai sehari-hari.

Baca Juga :  Tips Berpuasa Sehat Bagi Penderita Diabetes

Beberapa memang disebut inggradientnya, lanjut Syaikh Hassan, tapi hal tersebut tidak bisa begitu saja dimengerti  bagi orang awam arti penamaan unsur dari tiap zat tersebut.

“Komposisi tersebut itu tidak bisa diketahui oleh awam, hal yang demikian hafus diteliti oleh ahli kimia yang memberi keterangan tantang unsur-unsur bahan makanan tersebut,” jelas pakar Ushul Fiqh asal Suriah tersebut.

Masalahnya masih banyak pabrik yang tidak memberi keterangan secara terbuka mengenai unsur yang terkandung dalam produk makanannya. Maka dari itu, adanya badan sertifikasi halal sangat diperlukan yang dengan bantuan para ahli kimia meneliti kandungan bahan-bahan tersebut.

Namun jika telah berusaha dalam meneliti kandungannya, apalagi bagi orang awam, maka tidak berdosa bagi orang tersebut mengkonsumsi makanan yang diperbolehkan secara syariat meskipun diproduksi oleh non muslim. Selama tidak ada bukti terdapat kandungan yang diharamkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here