Pentingnya Membersihkan Hati dengan Ma’rifat kepada Allah

0
2483

BincangSyariah.Com – Pagi itu, di tengah guyuran hujan, ribuan jamaah tetap khidmat mengikuti pengajian rutin Jumat Kliwon yang diselenggarakan di Gedung Kanzus Shalawat, Jl. Dr. Wahidin, Pekalongan.

Pengajian Jumat Kliwon atau sering disebut Kliwonan adalah agenda pengajian rutin “selapanan” (35 hari-an, dalam tradisi Jawa) yang dipimpin Maulana Habib Muhammad Lutfhi bin Yahya. Pengajian ini diikuti ribuan jamaah tarekat yang tidak hanya berasal dari Pekalongan, namun dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Rangkaian acara pengajian ini dimulai sekitar pukul 06.00 dengan pembacaan maulid Simtud Duror yang berisi riwayat, pujian, dan shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Selepas pembacaan maulid, ritual zikir dan tahlil dikumandangkan dengan dipimpin langsung oleh Habib Luthfi. Para jamaah dengan khusyuk mengikuti lantunan kalimah-kalimah thayyibah tersebut. Tak hanya mulut yang berzikir, bahasa tubuh pun turut bergetar mengikuti irama zikir, hingga tampak seperti tarian Ilahiyah yang syahdu.

Usai tahlil, pengajian tasawuf pun dimulai dengan pembacaan kitab Jami’ul Ushul fil Auliya karya Syekh Dhiyauddin Ahmad Al Kamiskhonawi An Naqsabandi. Bagian yang dibahas adalah tentang kewalian. Pembaca kitab membaca teks bahasa Arabnya, lantas dimaknani atau diterjemahkan kata-perkata dalam bahasa Jawa. Habib Luhtfi kemudian memberikan syarah dan penjelasan mengenai topik tersebut. Menurut beliau, pemberian pangkat kewalian itu adalah hak Allah, bukan karena usaha kita dalam beramal. “Meskipun kita puasa tiga tahun penuh, belum tentu menjadi sebab diangkatnya derajat seseorang menjadi wali”, demikian Habib memberikan contoh.

Lebih lanjut, beliau memberikan penjelasan bahwa dalam diri manusia sejatinya terdapat benih ma’rifat sebagai penyeimbang nafsu. Fungsinya adalah sebagai tazkiyatul qulub dan tazkiyatun nafs, mengendalikan nafsu kita dengan memperkuat ma’rifat kepada Allah Swt. “Elemen ma’rifat ini hendaknya kita bawa sampai menghadap kepadaNya, begitu juga dengan anak turun kita”, demikian beliau menambahkan.

Baca Juga :  Hikmah Pagi: Hikmah dari Ulama-ulama yang Membujang

Di akhir pengajian, beliau mengingatkan para jamaah untuk senantiasa menjaga NKRI dari rongrongan para perusak dan pemecah-belah. Beliau juga mewanti-wanti agar tidak main hakim sendiri terhadap oknum tersebut. “Harus ditangani sesuai prosedur hukum”, demikian beliau mengingatkan.

Kliwonan Kanzus Shalawat
Kliwonan Kanzus Shalawat

Menjelang pukul 09.00, pengajian pun berakhir. Para jamaah mulai membubarkan diri dan antre bersalaman-cium tangan kepada sang Habib, sebagai wujud adab dan cinta seorang murid kepada sang guru.

Pengajian Kliwonan ini tak sekadar sebagai majelis ilmu dan zikir yang menjernihkan hati para jamaah, tapi juga sebagai satu sarana menggerakkan ekonomi umat dan masyarakat sekitar. Ratusan pedagang dan pengusaha penginapan mendapat manfaat ekonomi dari pengajian ini.

Reportase Pengajian Jumat Kliwon, 25 Januari 2019 di Gedung Kanzus Shalawat, Pekalongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here