Penjelasan Al-Quran Terkait Waktu Kiamat

0
183

BincangSyariah.Com – Al-Quran oleh seluruh umat muslim diyakini sebagai pedoman hidup. Di dalamnya termuat berbagai nasihat, kisah umat terdahulu, anjuran memerhatikan alam sekitar, hukum, termasuk yang dikategorikan sebagai berita masa (futuristik) semisal hari kiamat. Tidak sekali dua kali al-Qur’an memprediksi suatu peristiwa yang akan terjadi. Contoh yang paling terkenal adalah peristiwa kemenangan pasukan Romawi atas pasukan Persia yang “ajaibnya” telah diprediksi sebelumnya oleh al-Qur’an.

Ayat futuristik lain adalah bagaimana penjelasan al-Quran terkait waktu kiamat. Tidak jarang, ungkapan al-Qur’an mengenai peristiwa itu sangat tegas, benar-benar ingin meyakinkan pendengar atau pembacanya akan kepastian datangnya hari di mana dunia hancur lebur. Keyakinan terhadap hari akhir kemudian menjadi bagian dari rukun iman dalam Islam. Al-Quran menggambarkan di berbagai ayat dan surah tentang seperti apa hari kiamat tersebut.

Menariknya, meskipun kabar kedatangan dan gambaran kiamat termaktub dalam al-Qur’an, tidak ada satu ayat pun yang menjelaskan kapan waktu kiamat secara pasti. Alih-alih menyebutkan kapan waktu pastinya kiamat, al-Qur’an dengan sengaja membiarkan waktu terjadinya peristiwa besar itu sebagai misteri. Bahkan, Nabi sekali pun selaku “juru bicara Tuhan” tidak mengetahui kapan pastinya kiamat terjadi. Allah berfirman dalam surah al-A’raf [7]: 187,

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَآ اِلَّا هُوَۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةً ۗيَسْـَٔلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ – ١٨٧

Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Menurut ar-Razi dalam tafsirnya Mafatih al-Ghaib (Penguak Misteri) kata ganti “mereka” pada ayat di atas, sebagaimana dikutip dari Ibnu Abbas adalah orang-orang Yahudi. Mereka menanyakan perihal kapan waktu kiamat terjadi. Lihatlah ayat di atas bagaimana instruksi Allah kepada Nabi untuk menjawab pertanyaan itu. Sudah jelas bukan?.

Baca Juga :  Hari Anak Nasional: Kisah Seorang Ayah yang Diampuni Dosanya karena Senyuman Anaknya

Karena penampakan ayat ini dinilai jelas, At-Thabari salah satu penafsir awal al-Qur’an yang masyhur itu membatasi tafsirnya secara rinci pada kata tsaqulat fi al-samawati wa al-arld (perhatikan ayat di atas). Khas metode At-Thabari dalam menafsirkan al-Qur’an, dia menghadirkan pelbagai pendapat kalangan ulama generasi awal yang dia dapat dari jalur periwayatan untuk menjelaskan ayat al-Qur’an. Arti kata tsaqulat menurunya, ada dua pendapat. Pertama, kalangan yang menyatakan arti kata tersebut sinonim dengan yang berarti samar, misterius. Kedua, ada juga kalangan yang mengartikan kata tsaqulat sinonim dengan kaburat alias dahsyat.

Seperti biasa, Thabari kemudian men-tarjih atau mengunggulkan salah satu pendapat. Menurut dia, sebagaimana dikutip dari Ja’far pendapat yang unggul adalah yang pertama karena memang kiamat itu misterius. Jadi jika ingin diterjemah versi tafsir Thabari kurang lebih seperti ini, “kiamat itu misterius bagi penduduk langit maupun bumi.”  Tambah al-Razi, dia berpendapat mengapa kiamat diungkapkan dengan redaksi al-sa’ah? Menurutnya karena waktu kiamat itu sungguh misterius bahkan bagi Malaikat muqarrabun begitu juga bagi para Rasul.

Setelah menerangkan bahwa kiamat misterius, al-Qur’an melanjutkannya dengan ungkapan la ta’tikum illa baghtatan. Thabari menafsirkannya dengan singkat,

“yakni, kiamat datang dengan tiba-tiba tak seorang pun makhluk yang dapat mengetahuinya.”

Begitu pun ar-Razi menurutnya kalimat tersebut sebagai ta’kid penekanan dari kalimat sebelumnya bahwa kiamat datang secara tiba-tiba, karenanya tak seorang pun tahu kapan waktu pastinya.

Ayat ini sudah sangat jelas, bahkan menurut saya, khusus untuk kasus ayat ini, cukup dengan menggunakan terjemahan saja tanpa perlu mengutip ulama tafsir, maknanya dapat dipahami dengan mudah. Tidak ada makhluk langit maupun bumi bahkan sekelas malaikat dan para utusan Tuhan yang mengetahui waktu pasti kiamat.

Baca Juga :  Adakah Nifas Setelah Operasi Sesar?

Namun dasar manusia, karena rasa ingin tahu dan penasaran ada saja usaha-usaha untuk menguak, memecahkan waktu kejadian peristiwa besar tersebut. Pelbagai pendapat spekulatif bertebaran terutama di media sosial. Terakhir data yang saya dapat kiamat akan terjadi kemarin tanggal 21 juni 2020 berdasarkan kalender suku Maya. Masih mending jika pendapat tersebut didasarkan pada data non-agama. Beberapa bulan yang lalu tak tanggung-tanggung yang berusaha memecahkan misteri besar ini adalah dua ustadz kawakan yang memiliki followers yang sangat banyak di media sosial. Saya tidak perlu sebut di sini.

Herannya, kedua beliau dalam ceramahnya tidak mengutip ayat ini, malah mengutip hadis yang kualitasnya sudah dibahas oleh media lain. Entah apa motif dibalik ceramahnya, jika ingin mencerahkan umat, mengapa tidak mengutip ayat yang sudah jelas ini?. Memang, beliau-beliau itu mengutip hadis yang menjelaskan ciri-ciri kiamat, tapi akan terasa janggal jika waktu kiamat disebut secara detail; jumat 15 ramadhan karena akan bertentangan dengan ayat al-Qur’an di atas yang menyatakan pertama, tak seorang makhluk pun yang tahu, bahwa hanya Allah sang khaliq yang tahu kedua kiamat datang dengan tiba-tiba.

Jadi dimohon untuk saudara-saudara saya di mana pun berada, jika tersiar kabar waktu pasti kiamat, kalian tidak perlu resah karena tidak ada seorang pun yang dapat memprediksi secara pasti. Kiamat itu datang tiba-tiba. Jika ada hadis yang menyatakan detail hari, tanggal, dan sebagainya dapat hampir dipastikan kualitas hadis tersebut lemah bahkan palsu karena bertentangan dengan ayat al-Qur’an di atas. Hadis Nabi tidak mungkin bertentangan dengan ayat al-Qur’an. Jika ada perkataan yang didaku sebagai ucapan Nabi tentang waktu pasti kiamat, dapat dipastikan itu bukan perkataan Nabi, sama sekali.

Baca Juga :  Hukum Berpuasa Setengah Hari bagi Anak Kecil

Malah, saya sendiri melihat ayat ini sebagai nasihat Allah kepada hambanya untuk tidak mengurusi kapan kiamat terjadi. Entah itu bulan Ramadhan bukan Ramadgan, entah hari jumat atau malah esok hari. Lebih baik umat mengurusi masalah yang ada di depan mata, masalah yang dekat. Bukan malah mengurusi hal gaib yang hanya Allah yang tahu karena itu hanya membuang waktu secara percuma. Hadaanaa Allah wa iyyakum. Allah a’lam bishawwaab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here