Bolehkah Pemerintah Hukum Penghina Orang Lain dengan Nama Hewan dalam Islam?

1
65

BincangSyariah.Com – Banyak kita jumpai seseorang yang menghina orang lain dengan panggilan atau sebutan hewan, seperti memanggil orang lain dengan ‘Keledai, Kutu Busuk, Cebong, Kampret’ dan lain sejenisnya. Bahkan hinaan ini terkadang dilakukan di muka umum, seperti dilakukan di media sosial dan lainnya. Dalam Islam, bolehkah pemerintah mentakzir atau menghukum penghina orang lain dengan nama hewan tersebut?

Mentakzir atau mentertibkan orang yang melakukan hinaan kepada orang lain dengan sebutan hewan tertentu hukumnya diperbolehkan. Pemerintah setempat boleh mentertibkan orang yang menghina orang lain dengan panggilan hewan, terutama apabila hal tersebut dilakukan di muka umum.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Mukhtashar Al-Khalil berikut;

مَنْ قَالَ لِرَجُلٍ: يَا ابْنَ الْفَاسِقَةِ أَوْ يَا ابْنَ الْفَاجِرَةِ فَعَلَيْهِ فِي ذَلِكَ النَّكَالُ، وَمَنْ قَالَ لِرَجُلٍ: يَا حِمَارَ أَوْ يَا ابْنَ الْحِمَارِ فَعَلَيْهِ النَّكَالُ، وَمَنْ قَالَ لِرَجُلٍ: يَا سَارِقُ عَلَى وَجْهِ الْمُشَاتَمَةِ نُكِّلَ

Siapa saja yang berkata kepada seseorang; Hai anak dari perempuan fasik, atau hai anak dari perempuan pezina, maka dia berhak mendapatkan hukuman. Dan siapa saja yang berkata kepada seseorang; Hai keledai, atau hai anak keledai, maka dia berhak mendapatkan hukuman.

Menurut Ibnu Salmun, orang yang menghina orang lain dengan sebutan hewan, maka dia harus ditertibkan. Hal ini sebagaimana juga disebutkan dalam kitab Mukhtashar Al-Khalil berikut;

مَنْ قَالَ لِآخَرَ: يَا كَلْبُ أَوْ يَا ثَوْرُ فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ الْأَذَى وَعَلَيْهِ الْأَدَبُ

Siapa saja yang berkata kepada orang lain; Hai anjing, atau hai sapi jantan, maka ucapan itu menyakiti saudaranya, sehingga dia berhak ditertibkan.

Bahkan menurut Sayidina Ali, pemerintah boleh menghukum orang yang menghina orang lain dengan sebutan hewan. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Sunan Al-Kubra, Sayidina Ali berkata;

إنكم سألتمونى عن الرجل يقول للرجل: يا كافر! يا فاسق! يا حمار! وليس فيه حد وإنما فيه عقوبة من السلطان فلا تعودوا فتقولوا

Sesungguhnya kalian bertanya kepadaku tentang seseorang yang mengatakan kepada orang lain; Hai orang kafir, hai orang fasik, atau hai keledai, maka tidak ada hukuman hadd dari syari’at (untuk perbuatan itu). Yang ada hanyalah hukuman ta’zir dari penguasa. Maka janganlah diulangi mengucapkannya lagi.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here