Pengantar Tafsir Surah An-Nisa

1
957

BincangSyariah.Com – Sebalum mulai menafsirkan surah An-Nisa’, artikel ini akan mulai dengan pengantar terhadap tafsir surah tersebut. Surah An-Nisa terdiri atas 176 ayat. Surah ini, menurut Imam al-Qurthubi dalam al-Jami’ li ‘Ulum al-Qur’an, Surah ini dikategorikan sebagai Surah Madaniyyah kecuali satu ayat yang diturunkan di Mekkah. Ayatnya adalah surah An-Nisa’ ayat 58,

إن الله يأمركم أن تؤدوا الأمانات إلى أهلها

Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya

Makkiyah atau Madaniyah?

Ada sejumlah pendapat terkait ayat ini. Ada pendapat yang mengatakan ayat ini diturunkan pada Fath al-Makkah, pada ‘Utsman bin Tholhah al-Hajji. Ada pendapat yang mengatakan surah ini diturunkan ketika hijrah dari Mekkah ke Madinah. Ada lagi pendapat yang mengatakan bahwasanya di ayat mana saja yang menggunakan redaksi yaa ayyuhaa an-naas (wahai manusia!), maka ia diturunkan di Mekkah.

Namun, pendapat yang benar, menurut al-Qurthubi, tetap surah ini dikategorikan sebagai surah Madaniyah. Basisnya adalah hadis shahih riwayat al-Bukhari dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhaa, ia mengatakan:

ما نزلت سورة النساء إلا وأنا عند رسول الله صلى الله عليه وسلم

(ayat-ayat) surah An-Nisa’ tidak turun kecuali aku sudah terus membersamai Rasulullah. (H.R. al-Bukhari)

Kesimpulan para ulama, maka maksud Aisyah terus membersamai Rasulullah adalah saat Rasulullah Saw. dan Aisyah sudah menikah. Dan itu jelas terjadi di Madinah. Kemudian, lanjut al-Qurthubi, kalau argumen yang digunakan bahwa semua ayat yang redaksinya yaa ayyuhaa an-naas diturunkan di Mekkah, pandangan ini tertolak karena dalam surah al-Baqarah ada ayat yang menggunakan redaksi yaa ayyuhaa an-naas padahal surah al-Baqarah itu surah madaniyyah.

Tema-Tema Pokok

Menurut Imam Ar-Razi dalam tafsirnya Mafatih al-Ghayb (atau sebagian menamainya dengan At-Tafsir al-Kabir), surah ini mencakup berbagai macam hukum. Berikut pernyataan beliau,

Baca Juga :  Mengenal Lebih Dalam Makna Sunah (1)

اعلم أن هذه السورة مشتملة على أنواع كثيرة من التكاليف ، وذلك لأنه تعالى أمر الناس في أول هذه السورة بالتعطف على الأولاد والنساء والأيتام ، والرأفة بهم وإيصال حقوقهم إليهم وحفظ أموالهم عليهم ، وبهذا المعنى ختمت السورة ، وهو قوله” :يستفتونك قل الله يفتيكم في الكلالة” ] النساء : 176[ وذكر في أثناء هذه السورة أنواعا أخر من التكاليف ، وهي الأمر بالطهارة والصلاة وقتال المشركين . ولما كانت هذه التكاليف شاقة على النفوس لثقلها على الطباع ، لا جرم افتتح السورة بالعلة التي لأجلها يجب حمل هذه التكاليف الشاقة ، وهي تقوى الرب الذي خلقنا والإله الذي أوجدنا ، فلهذا قال : ياأيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم

Ketahuilah bahwa surah ini mencakup berbagai macam persoalan hukum (at-takaalif). Itu disebabkan Allah Swt. memerintahkan manusia sejak di awal surah untuk bersikap lemah lembut kepada anak-anak, perempuan, dan anak-anak yatim. Termasuk berkasih sayang, menunaikan hak-hak, dan mengamankan harta mereka dari (orang yang zalim). Itulah mengapa, surah ini ditutup dengan firman Allah: “Saat mereka meminta fatwa (kepadamu) katakanlah Allah menfatwakan kepadamu tentang al-kalaalah” (Surah An-Nisa’: 176). Di dalam surat An-Nisa’ ada hukum-hukum yang lainnya, misalnya perintah untuk bersuci, shalat, dan memerangi kaum musyrikin. Dan, kenyataan hukum-hukum tersebut berat secara naluri, wajar kalau surah ini dibuka dengan mengapa menunaikan hukum-hukum tersebut menjadi wajib, yaitu bertakwa kepada Allah yang menciptakan kita dan menghadirkan kita di muka bumi ini. Karena itu kenapa redaksi pada ayat pertama dimulai dengan ayat: “wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Tuhan yang telah menciptakan kalian wajibnya menunaikan hukum.

Pada tulisan selanjutnya, saya akan mencoba mulai mengulas apa makna dari surah An-Nisa’ ayat pertama tersebut. Wallahu al-Musta’aan.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here