Pengajian Tafsir Quraish Shihab: Menyelami Surah Ar-Rahman ayat 1-3

0
895

BincangSyariah.Com – Tepat pada awal ramadhan, 8 Mei 2020, Quraish Shihab menyajikan kajian tafsir al-Quran yang didampingi oleh Najeela Shihab edisi spesial Tafsir al-Mishbah. Kajian ini tayang setiap sore di bulan Ramadhan. Dalam tayangan perdana ini menyajikan surat al-Rahman yang dibahas ayat perayat dari ayat 1-13. Quraish Shihab mengatakan bahwa surat ini disebut-sebut sebagai ‘Arusy al-Quran atau pengantin al-Quran. Kenapa demikian? Mari simak penjelasan berikut ini.

Al-Rahman dikatakan sebagai ‘Arusy al-Quran karena ia memiliki redaksi yang indah dan menggugah. Di surat ini Allah sampaikan nikmat-nikmatNya yang dianugerahkan. Tak hanya itu, Allah SWT pun memberikan banyak gambaran tentang kenikmatan duniawi dan ukhrawi salah satunya nikmat surga. Kata al-Rahman selalu bersamaan dengan kata al-Rahim yang tentunya memiliki makna berbeda. Kata al-Rahman diartikan sebagai pelimpah rahmat, sedangkan al-Rahim sebagai penyandang sifat rahmat.

Menurut beliau, kata al-Rahim yang diartikan penyandang rahmat ini bisa jadi tidak menyeluruh atau tidak memiliki sifat al-Rahman. Shihab mencontohkannya dengan seseorang yang memiliki sifat dermawan namun ia pernah mengalami sifat kikir semasa hidupnya. Tentulah tidak sempurna kedermawanannya.

Pak Quraish Shihab menjelaskan bahwa sebuah kata yang memiliki imbuhan bahasa arab yang berujung –aan, memiliki arti sempurna. Satu pendapat mengatakan bahwa al-Rahman adalah sifat Allah yang luas dengan rahmatnya. Sifat al-Rahman akan abadi merahmati makhluknya. Ada sebagian kelompok lain juga yang menyandangkan al-Rahman hanya bersifat sementara, ia dapat dicapai oleh semua makhluk namun hanya di akhirat saja. Sedangkan al-Rahim, ia akan digapai pula di akhirat nanti.

Ada sebuah cerita, semasa hidupnya Nabi Muhammad SAW, kaum musyrik saat itu tidak mengenal kata al-Rahman. Andai mereka diperintahkan untuk bersujud kepada al-Rahman, mereka langsung menjawab, siapa itu al-Rahman?, mereka tidak mengenalnya. Dalam kasus ini, saat terjadinya perjanjian hudaibiyyah, Nabi memerintahkan untuk menulis kalimat Bismillahirrahmanirrahim. Kaum musyrik menolaknya, kemudian Nabi menggantikannya dengan apa yang mereka kenal, yaitu Bismika Allahumma. Menurut Shihab, padahal kalimat Bismillahirrahmanirrahim ini sudah dikenal sebelum lahirnya Nabi Muhammad. Salah satu contohnya, Nabi Sulaiman yang menulis surat kepada ratu Balqis, diawal suratnya ia menuliskan kalimat Bismillahirrahmanirrahim.

Makna Khalaqa al-Insan,’Allamahu al-Bayan.

Menurut Shihab dalam karyanya Tafsir al-Mishbah menjelaskan bahwa makna ‘Allamahu al-Bayan (mengajarkan al-Quran) merupakan salah satu rahmat yang besar dan ia adalah rahmat yang pertama. Maka dari itu,Nabi bersabda:

Baca Juga :  Berharap kepada Allah Melebihi Rasa Takut Kepada-Nya, Pantaskah?

خيركم من تعلم القرآن وعلّمه

“Sebaik-baik diantara kamu adalah orang yang belajar al-Quran dan mengajarkannya”

Kemudian, Khalaqa al-Insan (Dia yang menciptakan manusia), diartikan yang menciptakan manusia. Mengapa Allah mengutarakannya dengan kata al-Insan? Kata al-Insan pada dasarnya diambil dari tiga kata bahasa arab. Pertama, ia diambil dari kata al-Uns, artinya harmonis. Filosofinya yaitu manusia selalu bersikap harmonis jika bertemu dengan sesamanya. Kedua, ia diambil dari kata al-Nisyu, yang berarti lupa. Mengapa demikian? Karena manusia dianugerahi sifat lupa. Tentunya, kita harus mensyukuri dengan sifat lupa yang telah ada dalam diri manusia. Salah satu manfaat dianugerahi sifat lupa ialah agar mampu melupakan kesalahan orang lain. Ketiga, al-Nusi, yang berarti bergerak. Manusia adalah makhluk sosial yang dianugerahi untuk bergerak dan berekspresi. Lalu seperti apa ekspresi yang diajarkan?

‘Allamahu al-Bayan (Mengajarkannya untuk berekspresi), kata al-Bayan disini adalah sebuah penjelasan. Sebuah penjelasan tidak hanya dibatasi oleh ucapan yang keluar dari lisan saja, melainkan dalam bentuk seni ataupun gerak-gerik. Tentunya,kita membutuhkan al-Bayan (penjelasan), karena kita adalah makhluk sosial. Maka dari itu, al-Bayan diajarkan oleh Allah dalam untuk  mengekskspresikan diri dalam bentuk bahasa ataupun  seni, karena kita membutuhkannya sebagai Insan.

Wallohu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here