Pengajian Tafsir Quraish Shihab: Laut dan Sungai dalam Alquran (Ar-Rahman: 17-24)

0
60

BincangSyariah.Com – Penjelasan sebelumnya di surat al-Rahman membahas tentang uniknya aneka ragam buah-buahan di Surga, kali ini Quraish Shihab akan memaparkan bukti kebenaran al-Quran dari segi pemberitaan ilmiah yang berupa laut dan sungai. Namun sebelum itu, Shihab menjelaskan surat al-Rahman ayat 17 yang berbunyi:

رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ – 17

“Allah (yang mengatur) dua timur dan Allah (yang mengatur) dua barat”

Tentang Laut dan Isyarat Ilmiah Alquran

Menurut Shihab, ada dua penafsiran yang menunjukan kata Masyriqain dan Magribain diatas, pertama, keduanya adalah musim dingin dan panas. Dengan nikmatNya, kita bisa merasakan panjangnya musim panas dan sejuknya musim dingin. Kedua, tempat terbitnya matahari di ufuk barat dan timur. Shihab tidak menjelaskan lanjutan tafsir di bagian ini.

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ – 19 – بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ – 20

Dia yang memisahkan dua laut sehingga saling bertemu (19) Dan diantara kedua laut itu  ada pemisah sehingga dia tidak bercampur (20)

Shihab menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan bahrayn diatas ialah laut dan sungai yang mana keduanya saling berdekatan. Laut yang bersifat asin sedangkan sungai memiliki sifat tawar. Uniknya, di dunia ini memiliki dua tempat antara sungai dan laut yang menjadikan keduanya tidak bercampur sifatnya satu sama lain. Laut tidak menjadikan asin pada sungai, padahal laut lebih banyak dibandingkan sungai bahkan mata air.

Selanjutnya, ulama mengatakan bahwa memang laut merupakan dua pertiga dari bumi. Jumlah sungai sedikit dan laut yang lebih banyak itu menjadi muaranya. Namun, diantara keduanya ada yang memisahkan, apa yang memisahkannya? Ternyata, memang jika melihat jumlah, laut lebih banyak dibandingkan sungai. Namun, jika kita melihat ukuran diantara keduanya, sungai lebih tinggi tempatnya dari laut. Begitulah Allah atur semua hal di dunia ini.

Baca Juga :  Risalah Terbuka untuk Mualaf yang Suka Menjelek-Jelekkan Agama Lamanya

Pendapat selanjutnya dikemukakan oleh para ilmuwan muslim dan non-muslim pada tahun 1960, bahwa laut dan sungai keduanya saling bertemu dan bercampur namun masing-masih memiliki kekhususan,sehingga tidak bercampur. Kejadian ini ditemukan di negara Oman dan Teluk Persia, pun ada yan mengatakan negara Meksiko memiliki kondisi yang sama.

Maka dari itu, jika kita mengambil pendapat yang terakhir ini, kita sudah yakin bahwa al-Quran merupakan salah satu bukti kebenarannya dari segi pemberitaan ilmiah. Sehingga kebenaran informasi di dalam Alquran adalah diantara mukjizatnya

Shihab memberikan sebuah gambaran pesan dari kedua ayat diatas dengan memposisikan saudara muslim dan non muslim diibaratkan seperti laut dan sungai. Walaupun keduanya bergaul bahkan akrab,namun kepribadian mereka tak akan luntur. Keimanan mereka akan teguh dan tetap memiliki identitas sebagai muslim yang baik.

Keistimewaan Laut dan Sungai

يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ – 22

“Keluar dari sungai dan laut  tersebut mutiara dan mutiara kecil”

Ayat ini membahas kembali mukjizat al-Quran yang menjelaskan bahwa laut sangatlah kaya. Ia mengeluarkan Lu’lu atau mutiara yang berbentuk pasir didalam sebuah kerang. Marjan adalah mutiara yang kecil berwarna merah. Melihat dari penafsiran yang ada dalam kitab Tafsir al-Jalalain dikatakan bahwa kata Minhuma diatas hanya tertuju pada laut. Saat itu, mereka tidak tahu bahwa sungai pun memiliki mutiara. Adapun sekarang ini, semua orang mengetahuinya.

وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَآتُ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ – 24

“Ia memiliki perahu-perahu yang berlayar”

Kata al-Jawar merupakan jamak dari kata al-Jariyah yang artinya perahu layar yang tinggi atau bahtera.  Bisa jadi tinggi yang dimaksud ialah perahunya sendiri atau bahkan layarnya.Menurut Shihab ayat ini sangat unik, mengapa kata al-Bahr berbentuk tunggal sedangkan sebelumnya kata Munsyaat dibentuk Jamak? Apa maknannya?

Baca Juga :  Hukum Menjual Barang-barang Masjid yang Sudah Tidak Terpakai

Menurut Shihab, hal ini dimaknai jika anda melepas pandangan di satu laut yang terbatas, anda bisa mendapatkan sekian banyak. Karena laut terbukti luas, melampaui satu laut saja sudah mampu menampung beberapa perahu, bagaimana jika kita lampaui beberapa laut di dunia? Berapa laut yang disinggahi oleh perahu-perahu?

Terakhir, Shihab mengutarakan nasihat para orang terdahulu yaitu

تجري الرياح بما لا تشتهي السفن

“Angin yang menghembus bukan berasal dari perahu itu sendiri”

Dalam sejarah modern, contohnya titanic, betapa hebatnya ia, sehingga pembuatnya pun berkata “Tuhan pun tidak mampu untuk menenggelamkan”. Tetapi, walau semua kegagahan telah ia kuasai,  mereka tetap dibawah kuasa Allah.

Kemudian kata al-A’lam ia bentuk dari kata ‘Alam yang bisa berarti bendera ataupun gunung. Kata ‘Alam diartikan pula sebagai alamat. Kenapa diartikan demikian? Karena alamat memiliki sebuah tanda. Maka dalam abad modern,segala hal berbentuk alamat diberikan tanda. Seperti nama jalan, rumah, dan lainnya. Begitupun dengan ilmu, ilmu ialah tanda yang mengantarkan anda menuju pada Tuhan, menuju pada hakikat. Wallahu A’lam. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here