Pengajian Tafsir Quraish Shihab: Kekuasaan Allah vs Kemampuan Manusia (Surah Ar-Rahman: 29-33)

0
127

BincangSyariah.Com – Allah berfirman dalam Surah Ar-Rahman ayat 29,

يَسْأَلُهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ – 29

Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepadaNya, setiap waktu Dia dalam kesibukan

Perihal meminta atau mengais pertolongan kepada Allah, tentunya menjadi sesuatu yang wajar bagi manusia. Bukan hanya kita, dalam ayat ini pun dijelaskan bahwa makhluk langit pun ikut meminta. Menurut Quraish Shihab, kata Yaum diatas tidak diartikan sebagai hari yang memiliki waktu 24 jam yang sama seperti kita. Hari yang dimiliki oleh Allah yaitu setiap saat, setiap waktu, bahkan detik. Seperti dalam surah al-Hajj [22]: 47,

إنّ يومًا عند ربك كألف سنة مما تعدّون

Sesungguhnya hari yang dimiliki oleh Tuhanmu bagaikan satu tahun lamanya yang tak akan pernah bisa dihitung dengan apapun.

Demikian, ketika kita meminta lewat doa yang dipanjatkan pada Tuhan, tak sedetik pun ia melewatinya. Tuhan tak membatasi kapan waktu dan hari yang pantas untuk berdoa. Setiap detik Tuhan akan selalu siaga mendengarkan rintihan hamba-Nya. Menurut Quraish Shihab, bisa jadi sebelum kita berdoa untuk meminta, Allah telah mengetahui apa yang kita mau dan langsung diberikan pertolongan. Tanpa meminta, ia akan mengasihi kita.

Ayat diatas juga memiliki pesan agar kita dalam berdoa dengan tidak mengukur angka. Apa maksudnya? Belajarlah untuk meminta segala kebutuhan apapun kepada Tuhan walau itu hanya soal alas kakimu. Bisa jadi sesuatu pada alas kakimu harganya lebih murah, tapi kita tak menemukannya. Untuk itu, berdoalah dengan lengkap tanpa adanya batasan angka sekalipun.

 فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ – 30

Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan

Mengenai penjelasan ayat diatas, Quraish Shihab telah menjelaskannya secara detail dan tercantum di tulisan kami sebelumnya. Ia disebut sebanyak 31 kali dalam surat al-Rahman yang ditunjukan kepada kita agar tak henti  bersyukur.

Baca Juga :  Bolehkah Ahli Maksiat Melarang Orang Lain Melakukan Kemaksiatan?

Manusia dan Jin Dimintai Pertanggungjawaban oleh Allah

 سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَ الثَّقَلَانِ – 31

“Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu wahai jin dan manusia”

Menurut Prof. Quraish Shihab, ayat ini menjelaskan bahwa suatu saat Allah akan benar-benar berkonsentrasi meminta pertanggungjawaban jin dan manusia. Namun, mengapa jin dan manusia dikatakan al-Tsaqalan dalam ayat ini?

Kata al-Tsaql dalam bahasa arab diartikan berat. Tentunya, jin dan manusia memiliki tanggung jawab yang besar karena ia tak luput melakukan dosa. Karena itu Allah mengatakannya sebagai al-Tsaqalan. Shihab juga menjelaskan kesamaan makna antara kata al-Wizr yang artinya dosa dengan al-Wazir diartikan sebagai menteri. Al-Wazir/seorang menteri ia memiliki beban yang berat untuk menjadi pemimpin yang diharapkan oleh umatnya.

Antara Kemampuan Manusia dan Kuasa Allah

يَامَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ – 33

“Hai sekelompok jin dan manusia, jika kamu sanggupuntuk melintasi penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak akan mampu melintasinya kecuali dengan kekuatan.”

Prof. Quraish Shihab kemudian menceritakan pengalamannya saat ia awal tiba di Indonesia. Ada dari kalangan tokoh agama yang menafsirkan ayat ini jauh dengan konteksnya. Ia menuturkan bahwa ayat ini berkaitan dengan kemampuan manusia untuk pergi ke luar angkasa. Shihab mencoba untuk menegaskan bahwa surah ar-Rahman ayat 33 ini menceritakan tentang hari kemudian (hari kiamat).

Memang, manusia diberikan akal yang sempurna yang tidak sama baik dibandingkan dengan hewan. Namun, kekuatan manusia tetap berada dalam kuasa besar Tuhan yang tak bisa untuk dipatahkan. Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here