Pengajian Tafsir Quraish Shihab: Jangan Bosan Mengajak Pada Kebaikan Surat al-Rahman (60-78)

0
100

BincangSyariah.Com – Setelah Prof. Quraish Shihab menjelaskan gambaran nikmat surga di surat al-Rahman, selanjutnya akan dibahas mengenai Ihsan. Seperti yang kita tahu, bahwa pilar agama terbagi tiga yaitu  Islam, Iman, dan Ihsan. Pengertian Ihsan dapat digali misalnya dari hadis yang redaksinya ‘an Ta’budallaha Kannaka Taraahu, Fa In Lam Takun Tarahu Fainnahu Yaraaka (menyembah Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tak melihatnya sesungguhnya ia melihatmu). Lantas, bagaimana pandangan Quraish atas Ihsan dalam surat ini? Mari kita simak.

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Tidak ada balasan untuk sebuah kebaikan selain dengan kebaikan (pula)

Imam Fakhruddin ar-Razi ketika menafsirkan ayat ini, ia menemukan kurang dari seratus pendapat para Ulama mengenai Ihsan. Namun, ada tiga ayat yang spesifik dan berkaitan satu sama lain diantaranya, al-Baqarah [2]: 152; al-Isra’ [17], dan ar-Rahman [55]: 60,

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ – البقرة – ١٥٢

عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدْتُمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا – الإسراء – ٨

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ – الرحمن: ٦٠

Dari ketiga ayat diatas, ada dua poin yang dapat disimpulkan mengenai Ihsan. Pertama, Ihsan disebut  sebagai Tauhid. Menurut Shihab, sederhananya jika kita berbuat kebaikan dan mengakui adanya keesaan Allah, maka Dia akan balas dengan surga. Definisi ini ada kaitannya dengan surat al-Baqarah ayat 152. Kedua, Ihsan ialah berupa amalan yang baik mampu menarik balasan Allah dengan baik pula. Dalam hal ini berkaitan dengan ayat yang dibahas sebelumnya, yaitu surat al-Rahman ayat 60.

Al-Quran Kitab Dakwah, bukan Ilmiah

Shihab pernah ditanya mengenai ayat-ayat surga yang sering diulang dalam al-Quran. Mengapa demikian? Menurut Shihab,karena manusia ingin diakui sebagai ahli surga, surga adalah impian semua makhluk. Untuk merayu mereka, Allah memberikan banyak macam surga melalui iming-iming ajakan kebaikan. Ajakan harus dilakukan secara berulang-ulang, karena manusia lebih sulit untuk konsisten dalam melakukan kebaikan.

Baca Juga :  Bolehkah Melangkahi Kakak dalam Hal Menikah?

Al-Quran ialah kitab dakwah, bukan ilmiah. Maksudnya ialah, firman Allah selalu mengajak para hambaNya untuk selalu memperbaiki diri dengan Ihsan. Untuk itu, jangan pernah bosan untuk selalu mengajak  kebaikan pada siapapun. Menurut Shihab, orang yang rugi ialah yang bosan mengajak kebaikan. Orang yang beriman saja, Allah ingatkan terus dalam al-Quran. Yaa Ayyuhalladzina Amanu Aminu (Wahai orang-orang yang beriman, percayalah kalian).

Dua Surga yang Dijanjikan Allah

وَمِنْ دُونِهِمَا جَنَّتَانِ (62) مُدْهَامَّتَانِ (64) فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ (66) فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ  – 68

Dan selain dari dua surga itu ada dua tempat surga lagi. Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya. Dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar. Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan kurma dan delima.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, dua surga telah Allah siapkan bagi dua kelompok al-Sabiqun (orang-orang terdahulu). Selanjutnya, Ashabul Yamin (orang-orang yang menerima buku amalannya dengan tangan kanan) yang dimaksud ialah orang baik. Shihab tidak menjelaskan banyak dalam ketiga surah ini karena masih berkaitan dengan ayat surga yang sebelumnya.

فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ (70) حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ (72) لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ (74) مُتَّكِئِينَ عَلَى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ  – 76

Di dalam surga-surga itu ada banyak bidadari yang baik dan jelita. Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia dan jin sebelumnya. Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

Bidadari atau Huurun, ia adalah sesorang yang cantik jelita, bola matanya indah mempesona, dan ia senang tinggal di kemah. Kemah disini ialah tempat tinggal. Mereka senang berdiam diri di kemah untuk melayani para ahli surga. Shihab mengutip pendapat Imam Fakhruddin al-Razi,bahwa  jangan mengira bahwa para bidadari selalu terkurung secara terus menerus.

Baca Juga :  Pengajian Tafsir Quraish Shihab: Dua Surga Untuk Orang yang Takut Pada Allah (ar-Rahman 36-46)

Berkah dalam al-Quran

تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ – 78

Maha suci nama Tuhanmu pemilik keagungan dan kemuliaan.

Kata Tabaaraka ia merupakan fiil madhi wazan kelima berasal dari kata Baaraka. Sebenarnya, jika kita mengatakan Mabruk kepada teman kita, tidak selalu diartikan keberkahan. Mengapa? Karena lafad Baraka juga bisa diartikan duduk atau air. Air yang berada di kolam disebut sebagai Birkah (sumur).

Selanjutnya, kata Ismu Rabbika atau nama dzat Tuhanmu. Hal yang perlu digaris bawahi ialah mengapa dalam ayat ini tidak langsung Allah katakan Tabaaraka Rabbuka? Padahal memiliki makna yang sama dengan ayat diatas?

Menurut Shihab, dalam ayat ini, Allah menegaskan kepada para hambaNya bahwa Dialah yang kekal dan maha luas. Allah memiliki banyak Asmaa yang tentunya tak bisa dihitung jari. Ia memiliki sifat al-Jalal, sifat yang mengandung penafian segala yang buruk padaNya. Pun ia memiliki sifat al-Ikram atau al-Karam yang dermawan dan selalu menjadi yang terbaik pada objeknya (hambaNya). Dan masih banyak Asma’ al-Husna lainnya. Wallahu A’lam. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here