Pengajian Tafsir Quraish Shihab: Gambaran Kamar di Surga (Surah al-Rahman:48-58)

1
43

BincangSyariah.Com – Di video pengajian tafsir Quraish Shihab sebelumnya, definisi surga memang menjadi salah satu perdebatan antara ulama. Dalam al-Quran, ketika menggambarkan surga diawali dengan kata Matsalul Jannati (perumpamaan surga). Pun dalam Hadis, definisi surga ialah Maa Laa Ainun Ra’at Wa Laa Udzunun Sami’at Wa Maa Khatara ‘Ala Qalbin Basyar (sesuatu yang tak dapat dilihat oleh mata, tak bisa didengarkan oleh telinga, pun tak bisa terbesit gambarannya dalam hati manusia). Dengan itu, Allah memberikan gambaran nikmat surgaNya dalam surat al-Rahman ini. Mari kita simak.

ذَوَاتَا أَفْنَانٍ (48) فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ  – 50

“Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan”, “Didalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar”

Shihab tidak menjelaskan penafsiran ayat diatas, penulis mengutip dari Imam al-Thabari dalam karyanya Tafsir al-Tabari, ia mengutip sebuah hadis,

حدثنا الفضل بن إسحاق، قال: ثنا أبو قتيبة، قال: ثنا عبد الله بن النعمان، عن عكرمة (ذواتا أفنان) قال: ظل الأغصان على الحيطان. وعن ابن عباس في قوله: (ذواتا أفنان) قال: ذواتا ألوان.

“Telah menceritakan kepada kami al-Fadl Ibn Ishaq, ia berkata dari Abu Qutaibah, dari Abdullah Ibn Nu’man dari Ikrimah,  Dzawata Afnan ialah dahan yang bernaung diatas   Pun diriwayatkan dari Ibn Abbas Radiyallahu ‘Anhu yang dimaksud ialah Dzawata Alwan, yang memiliki banyak warna buah-buahan.”

Keindahan Furusy di Surga

فِيهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ (52) مُتَّكِئِينَ عَلَى فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ  – 54

“Didalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan”, “Mereka bersandar diatas permadani yang bagian dalamnya dari sutra tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu mampu dipetik secara dekat”

Quraish Shihab menjelaskan bahwa kata Zaujan disini tidak diartikan secara bahasa yang berarti dua pasangan. Zaujan disini ialah yang memiliki dua jenis rasa buah, pertama yaitu manis dan kecut, yang kedua ada yang mengatakan matang dan sebaliknya.

Baca Juga :  Ini Alasan Diharamkannya Nikah Muth'ah

Selanjutnya, kata Furusy, jamak dari kata Firasy diartikan sebagai kasur, memiliki perbedaan antara keduanya. Kata Furusy diatas diartikan tempat tidur yang tidak menempel ke lantai. Menurut Shihab, patutnya kita tidak membayangkan secara jauh bagaimana Furusy yang ada di surga, tentu semuanya indah. Dalam kasur tersebut, memiliki kapuk atau yang disebut dengan Bathain yang kasar dan didalamnya dilapisi oleh kain sutra. Shihab mengungkapkan bahwa surga tidak hanya indah dari luar, kapuk dari kasur pun dilapisi keindahan.

Imam at-Thabari mengungkapkan:

وقوله: (على فرش بطائنها من إستبرق وجنى الجنتين) يقول تعالى ذكره: بطائن هذه الفرش من غليظ الديباج، والإستبرق عند العرب: ما غلظ من الديباج وخشن

“Kasur yang berada di surga terbuat dari kain yang luar dalamnya terbuat dari sutra. Istabraq dalam bahasa arab adalah jenis sutera yang keras dan kasar

 Makna Yaqut dan Marjan

فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ (56) كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ – 58

“Didalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia atau jin sebelumnya”, Seakan-akan mereka seperti permata Yaqut dan Marjan

Quraish Shihab tidak menafsirkan kedua ayat diatas, penulis mengutip pendapat Wahbah Zuhaili dalam kitabnya Tafsir al-Wajiz, ia berkata bahwaAllah mensifat para wanita di surga ini dengan Yaqut (serupa dengan batu permata) dan Marjan merupakan sifat manusiawi wanita-wanita tersebut. Dalam arti, mereka lembut ketika disentuh dan terlihat kemerah-merahan dalam pipinya.

Wallohu A’lam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here