Pengajian Tafsir Quraish Shihab: Apakah Manusia Lebih Baik dari Jin? (Surah Ar-Rahman: 14-15)

0
68

BincangSyariah.Com – Jika kita membaca al-Quran, kita akan banyak menemukan beragam ayat tentang proses penciptaan manusia dari berbagai macam tanah. Lantas ayat manakah yang perlu kita ambil? Apakah antara ayat-ayat tersebut bertentangan satu sama lain? Jawabannya adalah tentu tidak bertentangan, melainkan terjadinya proses atau tahapan yang panjang mengenai penciptaan manusia.

Mengulas sedikit tentang penciptaan manusia, ia mulanya terbuat dari tanah atau Turab, seperti yang disebutkan dalam surah ‘Ali ‘Imran [3]: 59. Kemudian dari tanah ini ia berproses dicampur dengan air sehingga menjadi tanah liat atau basah, yang disebut dengan Thiin seperti yang dijelaskan dalam surah As-Shaffaat [37]: 11. Kemudian dari tanah liat ini dibiarkan sehingga menjadi lumpur yang berwarna hitam yang disebut dengan Hamain Masnun,terdapat dalam surah Al-Hijr [15]: 26.

Selanjutnya, dari tanah lumpur ini dikeringkan sehingga menjadi tanah kering seperti tembikar seperti yang dijelaskan dalam surat al-Rahman ayat 14. Qurais Shihab menjelaskannya dengan lengkap dan mudah difahami. Berikut penjelasannya.

Permulaan Penciptaan Manusia dan Jin

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ – 14

“Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar”

Seperti yang telah dijelaskan di ulasan pertama al-Rahman, makna Khalaqa memiliki sandingan dengan kata al-Insan. Begitupun al-Insan memiliki tiga makna yaitu: al-Uns, al-Nusi, dan al-Nisyu. Ulama tafsir berkata bahwa kata al-Insan ditujukan kepada Nabi Adam Alaihi al-Salam. Adam diciptakan dari Shalshal yaitu tanah kering yang apabila ia diketuk atau dipukul oleh tangan maka tanah itu akan berbunyi. Shihab tidak menjelaskan perbedaan makna Shalshal dan Thin yang sama-sama diartikan sebagai tanah.

Kemudian kata Fakhar diartikan sebagai tembikar. Makna lain dari kata tembikar yaitu kendi yang jika diketuk akan mengeluarkan bunyi yang sama seperti Shalshal.

وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ – 15

Baca Juga :  Pengajian Tafsir Quraish Shihab: Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Kamu Dustakan (Surah Ar-Rahman: 26-28)

“Dan dia menciptakan Jin dari api yang bergejolak”

Prof. Quraish Shihab menafsirkan kata al-Jānn merupakan jamak dari al-Jinn artinya ialah leluhur jin yang tercipta dari Maarij Min al-Nar (apimurni tak bercampur dengan sesuatu apapun). Ada juga yang mengartikan Maarij sebagai api yang bergejolak, dan ia aadalah api yang bercampur dengan asap.

Setelah membahas asal-usul dari kedua penciptaan Jin dan Manusia, Adam tercipta dari tanah sedangkan Jin atau iblis  tercipta dari api. Saat awal masa penciptaan, iblis berkata “saya lebih baik dari dia (Adam) terbuat dari api,sedangkan ia dari tanah. Tentunya kita akan menanyakan masalah ini pada logika kita, apakah benar api lebih baik dari pada tanah?

Berikut penjelasannya, pertama, tanah sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup ataupun yang tidak. Terbukti dengan adanya tumbuh-tumbuhan yang membutuhkan tanah, apakah api dibutuhkan oleh tumbuhan? Tentu, tanah lebih banyak dibutuhkan ketimbang api. Kedua, api itu menghanguskan dan membakar, sedangkan tanah ia menumbuhkan. Selanjutnya, api akan padam dengan tanah, tapi tanah akan tetap utuh.

Disini, ulama berkata bahwa kebaikan dan keburukan bukan asal dari kejadian. Bisa saja, ada seseorang yang memiliki leluhur yang hebat, tapi jika akhlaknya buruk, maka dia yang akan lebih baik dari pada leluhurnya terdahulu.

Wallohu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here